Menu

Mode Gelap
DP3A Kolaka dan BNN Perkuat Benteng Perlindungan Anak dari Ancaman Narkoba Operasi Pekat Anoa 2026: Tak Hanya Tangkap Pelaku, Polres Kolaka Pulihkan Hak Korban Curanmor Penyaringan Calon Rektor USN Kolaka: Petahana Unggul, Tiga Nama Terpilih Di Tengah Tekanan Harga Nikel, PT Vale Bagikan Dividen dan Percepat Hilirisasi Pelabuhan IPK Perkuat Rantai Pasok Industri Nikel PT IPIP  Dari Puskesmas Pomalaa, PT Vale Menjaga Generasi Masa Depan Sejak Dalam Kandungan

Headline

Catat Kemajuan Strategis, PT Vale IGP Pomalaa Perkuat Dampak Ekonomi dan Keberlanjutan di Kolaka

badge-check


 Catat Kemajuan Strategis, PT Vale IGP Pomalaa Perkuat Dampak Ekonomi dan Keberlanjutan di Kolaka Perbesar

Laporan : Abdul Saban

SIBERKITA.ID, KOLAKA – Sebagai salah satu perusahaan nikel berkelanjutan terbesar di Indonesia, PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) melalui Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa terus menunjukkan kemajuan yang signifikan dalam fase konstruksi. Hingga Desember 2024, pencapaian laporan kunci perizinan utama untuk proyek pertambangan greenfield saprolite dan limonite telah mencapai 49 persen. Investasi strategis senilai USD 4,5 miliar ini menegaskan komitmen PT Vale dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di Kolaka serta memastikan operasional pertambangan yang berkelanjutan.

Agus Hikmawan, Construction Project Manager Specialist IGP Pomalaa, menegaskan bahwa proyek ini dirancang tidak hanya untuk menghasilkan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memastikan keberlanjutan lingkungan dan dampak positif bagi masyarakat sekitar.

“Kami melihat proyek IGP Pomalaa sebagai katalisator yang tidak hanya mempercepat pembangunan infrastruktur industri nikel di Indonesia tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja, pengembangan ekonomi lokal, serta inisiatif keberlanjutan yang nyata,” ujar Agus.

Sebagai salah satu proyek prioritas nasional, PT Vale IGP Pomalaa telah menciptakan dampak ekonomi langsung di Kolaka dengan menyerap 2.577 tenaga kerja hingga akhir 2024, sesuai laporan resmi ke Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kolaka. Selain itu, proyek ini turut berkontribusi terhadap penerimaan daerah melalui pajak daerah senilai lebih dari Rp 4 miliar, yang menjadikan PT Vale penerima penghargaan “Wajib Pajak Badan dengan Laporan Terbaik 2024” dari Pemerintah Kabupaten Kolaka.

Di saat yang bersamaan, PT Vale IGP Pomalaa tengah mengakselerasi pembangunan infrastruktur tambang yang mencakup pembangunan jalan tambang (MHR), sistem pengolahan air limbah, fasilitas penyimpanan bijih, hingga pusat kendali operasional. Agus menegaskan juga bahwa setiap aspek konstruksi berjalan sesuai rencana untuk mendukung operasional pabrik High-Pressure Acid Leach (HPAL) yang akan mempercepat hilirisasi industri nikel di Indonesia.

“Fokus utama kami adalah memastikan bahwa setiap tahap konstruksi, mulai dari pembersihan lahan, pembangunan jalan tambang, hingga fasilitas pendukung lainnya, berjalan sesuai target dan memenuhi standar keberlanjutan global,” ujarnya.

Selain itu, PT Vale menempatkan keselamatan kerja sebagai prioritas utama dalam pelaksanaan proyek ini.
“Jika kita mampu mengendalikan setiap potensi bahaya di tempat kerja, kita tidak hanya menciptakan lingkungan yang aman, tetapi juga membuka jalan bagi produktivitas yang lebih tinggi,” tambah Guntur Suryaninghadi, HSOR senior manager PT Vale IGP Pomallaa.

Sebagai bagian dari komitmen keberlanjutan, PT Vale tengah membangun Pusat Persemaian (Nursery) yang akan menghasilkan satu juta bibit per tahun untuk mendukung reklamasi lahan pascatambang dan pelestarian lingkungan. Fasilitas ini akan dibangun berdampingan dengan Kebun Raya Kolaka, menjadikannya bagian integral dari ekosistem hijau yang mendukung rehabilitasi kawasan pertambangan.

Selain itu, PT Vale IGP Pomalaa aktif mengimplementasikan berbagai program Environmental, Social, and Governance (ESG) serta Program Pengembangan Masyarakat (PPM). Salah satu inisiatif unggulan adalah Operasi Katarak Gratis pada Desember 2024 yang selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs 3: Good Health and Well-being).
“Kami ingin menunjukkan bahwa keberlanjutan bukan sekadar inisiatif, tetapi bagian dari budaya perusahaan yang berdampak nyata bagi masyarakat,” jelasnya.

Di sektor pemberdayaan ekonomi, PT Vale juga telah menjalankan program pertanian organik dan pelatihan herbal bagi petani lokal, serta memberikan beasiswa kepada mahasiswa Universitas Sembilanbelas November (USN) sebagai upaya menciptakan sumber daya manusia unggul di Kolaka.

Dengan kemajuan strategis yang dicapai hingga 2025, PT Vale IGP Pomalaa semakin mempertegas posisinya sebagai pemimpin dalam industri nikel berkelanjutan di Indonesia. Agus menekankan bahwa keterlibatan pemangku kepentingan, mulai dari masyarakat, pemerintah daerah, hingga mitra industri, menjadi kunci utama dalam memastikan proyek ini tidak hanya berjalan sesuai rencana tetapi juga memberikan manfaat jangka panjang bagi generasi mendatang.

“Keberlanjutan bukan hanya tentang bagaimana kita menambang, tetapi bagaimana kita menciptakan warisan positif bagi daerah dan masyarakat tempat kita beroperasi. Inilah visi PT Vale dalam membangun masa depan industri nikel Indonesia,” pungkas Vanda Kusumaningrum, Head of Corporate Communications, yang membuka acara media iftar.(*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Hadiri Gerakan Nasional “AYO Muliakan Sungai”, Wamen Ossy: Memuliakan Sungai Berarti Memuliakan Negara

20 Juni 2026 - 18:43 WITA

Menteri ATR/Kepala BPN dan Mendagri Keluarkan Surat Edaran, Integrasikan LP2B ke Dalam RTRW dan RDTR

20 Juni 2026 - 18:33 WITA

Dulu Mengira Rumit, Kini Pensiunan PNS Mantap Urus Sertipikat Tanah Sendiri

20 Juni 2026 - 18:28 WITA

Promosi Kesehatan di Desa Puubenua, Aksi Nyata PT Vale Perkuat Peran Puskesmas Baula Tekan Ancaman DBD

18 Juni 2026 - 16:43 WITA

Cita-Cita Membangun Daerah Asal, Putra Papua Pilih Timba Ilmu di Politeknik Agraria STPN

18 Juni 2026 - 13:53 WITA

Trending di Nasional