Menu

Mode Gelap
Pendapatan Daerah Diproyeksi Rp1,4 Triliun, APBD Kolaka 2027 Disiapkan Jadi Motor Investasi dan Layanan Publik RSBG Dituntut Mandiri, Bupati Kolaka Prioritaskan Pembenahan Layanan dan Tata Kelola PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Minta Hormati Martabat Wartawan dan Kemerdekaan Pers Ruang Bersama Indonesia di Tikonu: Ketika Desa Menemukan Cara Baru Memberdayakan Perempuan Dari Daerah Tambang, Wastra Binaan ANTAM UBPN Kolaka Menuju Panggung Nasional HUT Dekranas ke-46, Wastra Kolaka Meniti Jalan ke Panggung Nasional

Bisnis

Bupati Amri, Program Pertanian Organik PT Vale di Puubunga Bisa Jadi Role Model Pertambangan Berkelanjutan

badge-check


 Bupati Amri, Program Pertanian Organik PT Vale di Puubunga Bisa Jadi Role Model Pertambangan Berkelanjutan Perbesar

SIBERKITA.ID, KOLAKA – Bupati Kolaka, Amri Djamaluddin menyatakan bahwa program pertanian padi organik PT Vale Indonesia di desa Puubunga, kecamatan Baula bisa menjadi role model praktik pertambangan berkelanjutan, dimana aktivitas tambang berjalan berdampingan dengan kegiatan pertanian masyarakat.

Hal ini disampaikan Amri saat dalam sambutannya pada acara Tanam Bersama, pengembangan teknologi budidaya padi produksi tinggi dan berkelanjutan spesifik lokasi Kolaka, di desa Puubunga, Minggu (23/11/2025).

“Kolaborasi ini menjadi skema yang didambakan kita semua, dimana kehadiran tambang memberikan dampak positif terhadap kehidupan petani, bukannya meniadakan potensi di sektor pertanian, ” ujar Amri.

Kegiatan penanaman bersama ini merupakam skema kolaborasi melalui kemitraan strategis antara Pemerintah Kolaka dan PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) bagian dari Mining Industry (MindID) lewat pendekatan riset dan inovasi berbasis teknologi. Demplot ini menguji varietas unggul (PR25, PR107, Bujang Marantau, Trisakti, Menthik Wangi, dan Menthik Susu) serta sistem budidaya presisi seperti Perennial Rice dan Salibu, yang memungkinkan panen berulang tanpa penanaman ulang.

Dalam kesempatan itu, Amri juga meningkatkan petani untuk mau mengadopsi teknologi terkini. Kata dia, petani merupakan warisan tradisi masyarakat Kolaka, akan terapi, petani seharusnya tidak alergi terhadap penerapan teknologi modern, agar proses kerja pertanian menjadi lebih efisien.

“PT Vale memiliki kelompok petani binaan padi organik melalui dana PPM sejak beberapa tahun belakangan. Saya berharap, Gapoktan diberikan edukasi, ada transfer pengetahuan dalam penggunaan teknologi,” ujarnya.

Amri ingin membuat role model praktik pertambangan yang berkelanjutan, dimana sektor pertanian dan pertambangan berjalan beriringan dan saling menopang.

Sementara itu, Deputi Bidang Pangan dan Agribisnis Kemenko Perekonomian RI, Widiastuti, menyampaikan bahwa Presiden menegaskan, kesejahteraan bangsa dimulai dari pemenuhan gizi masyarakat. Benih unggul sudah tersedia.

“Tetapi distribusinya belum merata. Karena itu, desa harus dikembangkan sesuai keunggulan lokal. Inisiatif seperti demplot ini bukan hanya relevan, tetapi strategis untuk memperkuat ketahanan pangan nasional,” jelas Widiastuti yang hadir dalam acara tersebut.

Menurutnya, inisiatif pengembangan demplot benih percontohan di Puubunga kali ini merupakan tindaklanjut upaya PT Vale dalam mendorong kemandirian pangan masyarakat yang dibangun sejak 2021 melalui pertanian organik SRI.

Hingga kini, 55 petani, termasuk 9 perempuan telah ikut serta. Salah satu varietas organik, Menthik Susu, sudah mulai dipasarkan dan dikonsumsi masyarakat Kolaka.

Demplot baru ini akan dikembangkan bertahap. Pada musim panen mendatang, varietas dengan hasil terbaik akan direplikasi, dipasarkan secara lokal, dan digunakan sebagai pangan berkualitas untuk masyarakat Kolaka.

Di tempat yang sama, Direktur dan CSCAO PT Vale Indonesia, Budiawansyah, menegaskan bahwa inisiatif ini mencerminkan filosofi keberlanjutan perusahaan.

“Bagi kami, keberlanjutan adalah cara kami bekerja. Kami ingin memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi hadir bersamaan dengan pemberdayaan masyarakat. Melalui demplot ini, kami tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi menciptakan ekosistem pertanian yang resilient, ramah lingkungan, dan memberikan nilai tambah bagi petani Kolaka,” ujarnya.

Menurutnya, program ini menjadi langkah maju dalam praktik kolaborasi para pihak yang melibatkan industri, pemerintah, dan masyarakat dapat berjalan seiring untuk menjawab tantangan pangan yang semakin kompleks. Dengan pendekatan ilmiah, penguatan kapasitas petani, dan dukungan pemerintah, demplot ini diproyeksikan memberi dampak jangka panjang bagi ketahanan pangan daerah, pertumbuhan ekonomi desa, peningkatan gizi masyarakat, serta kemandirian Kolaka sebagai pusat pangan berkelanjutan di Sulawesi Tenggara.(*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pendapatan Daerah Diproyeksi Rp1,4 Triliun, APBD Kolaka 2027 Disiapkan Jadi Motor Investasi dan Layanan Publik

31 Juli 2026 - 17:39 WITA

Produksi Pulih, Laba PT Vale Melonjak; Hilirisasi Nikel Masuk Fase Penentu

30 Juli 2026 - 11:08 WITA

Pekan Raya ANTAM Jadi Etalase UMKM, Perkuat Ekonomi Lokal Kolaka

29 Juli 2026 - 18:22 WITA

Wujudkan Semangat Tangguh dan Bertanggung Jawab, PT Vale Perkuat Ekosistem Informasi Publik yang Kredibel

27 Juli 2026 - 11:08 WITA

Bertumbuh dengan Tanggung Jawab, PT Vale Perkuat Hilirisasi dan Keberlanjutan di Morowali

26 Juli 2026 - 17:03 WITA

Trending di Bisnis