Menu

Mode Gelap
Pemaparan di Lemhanas, Bupati Kolaka Bawa Kartu Beramal ke Panggung Kepemimpinan Nasional Kejari Kolaka Jadi yang Pertama Terapkan Plea Bargain di Sultra Saat 150 UMKM jadi Wajah Ekonomi Lokal Kolaka Masyarakat Adat dan PT Vale Satukan Persepsi Menjaga Investasi di Wonua Mekongga Kuasa Hukum Persoalkan Pendampingan Klien dalam Kasus Dugaan Penipuan Proyek Kementerian di Kendari MIND ID Mengawal PT Vale di Pomalaa, Menjaga Investasi di Tengah Riak Sosial

Bisnis

Bupati Amri, Program Pertanian Organik PT Vale di Puubunga Bisa Jadi Role Model Pertambangan Berkelanjutan

badge-check


 Bupati Amri, Program Pertanian Organik PT Vale di Puubunga Bisa Jadi Role Model Pertambangan Berkelanjutan Perbesar

SIBERKITA.ID, KOLAKA – Bupati Kolaka, Amri Djamaluddin menyatakan bahwa program pertanian padi organik PT Vale Indonesia di desa Puubunga, kecamatan Baula bisa menjadi role model praktik pertambangan berkelanjutan, dimana aktivitas tambang berjalan berdampingan dengan kegiatan pertanian masyarakat.

Hal ini disampaikan Amri saat dalam sambutannya pada acara Tanam Bersama, pengembangan teknologi budidaya padi produksi tinggi dan berkelanjutan spesifik lokasi Kolaka, di desa Puubunga, Minggu (23/11/2025).

“Kolaborasi ini menjadi skema yang didambakan kita semua, dimana kehadiran tambang memberikan dampak positif terhadap kehidupan petani, bukannya meniadakan potensi di sektor pertanian, ” ujar Amri.

Kegiatan penanaman bersama ini merupakam skema kolaborasi melalui kemitraan strategis antara Pemerintah Kolaka dan PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) bagian dari Mining Industry (MindID) lewat pendekatan riset dan inovasi berbasis teknologi. Demplot ini menguji varietas unggul (PR25, PR107, Bujang Marantau, Trisakti, Menthik Wangi, dan Menthik Susu) serta sistem budidaya presisi seperti Perennial Rice dan Salibu, yang memungkinkan panen berulang tanpa penanaman ulang.

Dalam kesempatan itu, Amri juga meningkatkan petani untuk mau mengadopsi teknologi terkini. Kata dia, petani merupakan warisan tradisi masyarakat Kolaka, akan terapi, petani seharusnya tidak alergi terhadap penerapan teknologi modern, agar proses kerja pertanian menjadi lebih efisien.

“PT Vale memiliki kelompok petani binaan padi organik melalui dana PPM sejak beberapa tahun belakangan. Saya berharap, Gapoktan diberikan edukasi, ada transfer pengetahuan dalam penggunaan teknologi,” ujarnya.

Amri ingin membuat role model praktik pertambangan yang berkelanjutan, dimana sektor pertanian dan pertambangan berjalan beriringan dan saling menopang.

Sementara itu, Deputi Bidang Pangan dan Agribisnis Kemenko Perekonomian RI, Widiastuti, menyampaikan bahwa Presiden menegaskan, kesejahteraan bangsa dimulai dari pemenuhan gizi masyarakat. Benih unggul sudah tersedia.

“Tetapi distribusinya belum merata. Karena itu, desa harus dikembangkan sesuai keunggulan lokal. Inisiatif seperti demplot ini bukan hanya relevan, tetapi strategis untuk memperkuat ketahanan pangan nasional,” jelas Widiastuti yang hadir dalam acara tersebut.

Menurutnya, inisiatif pengembangan demplot benih percontohan di Puubunga kali ini merupakan tindaklanjut upaya PT Vale dalam mendorong kemandirian pangan masyarakat yang dibangun sejak 2021 melalui pertanian organik SRI.

Hingga kini, 55 petani, termasuk 9 perempuan telah ikut serta. Salah satu varietas organik, Menthik Susu, sudah mulai dipasarkan dan dikonsumsi masyarakat Kolaka.

Demplot baru ini akan dikembangkan bertahap. Pada musim panen mendatang, varietas dengan hasil terbaik akan direplikasi, dipasarkan secara lokal, dan digunakan sebagai pangan berkualitas untuk masyarakat Kolaka.

Di tempat yang sama, Direktur dan CSCAO PT Vale Indonesia, Budiawansyah, menegaskan bahwa inisiatif ini mencerminkan filosofi keberlanjutan perusahaan.

“Bagi kami, keberlanjutan adalah cara kami bekerja. Kami ingin memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi hadir bersamaan dengan pemberdayaan masyarakat. Melalui demplot ini, kami tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi menciptakan ekosistem pertanian yang resilient, ramah lingkungan, dan memberikan nilai tambah bagi petani Kolaka,” ujarnya.

Menurutnya, program ini menjadi langkah maju dalam praktik kolaborasi para pihak yang melibatkan industri, pemerintah, dan masyarakat dapat berjalan seiring untuk menjawab tantangan pangan yang semakin kompleks. Dengan pendekatan ilmiah, penguatan kapasitas petani, dan dukungan pemerintah, demplot ini diproyeksikan memberi dampak jangka panjang bagi ketahanan pangan daerah, pertumbuhan ekonomi desa, peningkatan gizi masyarakat, serta kemandirian Kolaka sebagai pusat pangan berkelanjutan di Sulawesi Tenggara.(*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Program Terpadu PT Vale IGP Pomalaa Perkuat Pencegahan dan Penanggulangan HIV/AIDS

18 September 2026 - 15:26 WITA

Beasiswa Mota’u, Investasi PT Vale bagi Talenta Muda Morowali

17 September 2026 - 14:43 WITA

Ketika Ketahanan Energi Bergantung pada Kelestarian Air

16 September 2026 - 16:07 WITA

PT Vale Raih Dua Gold Award InTechSEA 2026, Program Pangan dan Kemaritiman jadi Sumber Kemandirian masyarakat 

15 September 2026 - 16:43 WITA

ANTAM Dorong Tambea Kembali Jadi Sentra Teripang, Panen Kedua Capai 12 Ribu Ekor

15 September 2026 - 13:17 WITA

Trending di Bisnis