Menu

Mode Gelap
Pemaparan di Lemhanas, Bupati Kolaka Bawa Kartu Beramal ke Panggung Kepemimpinan Nasional Kejari Kolaka Jadi yang Pertama Terapkan Plea Bargain di Sultra Saat 150 UMKM jadi Wajah Ekonomi Lokal Kolaka Masyarakat Adat dan PT Vale Satukan Persepsi Menjaga Investasi di Wonua Mekongga Kuasa Hukum Persoalkan Pendampingan Klien dalam Kasus Dugaan Penipuan Proyek Kementerian di Kendari MIND ID Mengawal PT Vale di Pomalaa, Menjaga Investasi di Tengah Riak Sosial

Berita Terkini

Momahe, Program ANTAM UBPN Kolaka Mengelola Sampah menjadi Bernilai Ekonomi

badge-check


 Momahe, Program ANTAM UBPN Kolaka Mengelola Sampah menjadi Bernilai Ekonomi Perbesar

 


Laporan: Abdul Saban

 

SIBERKITA.COM, KOLAKA – PT Aneka Tambang (ANTAM) Tbk Unit Bisnis Pertambangan Nikel (UBPN) Kolaka memperluas sasaran pengelolaan sampah terpadu berbasis ekonomi dengan menggagas program Momahe (MengelOlah saMpah agar bernilAi Ekonomi).

Program ini merupakan hasil dari pengembangan sebelumnya yang telah dilakukan di kelurahan Pomalaa, Kecamatan Pomalaa. Dimana, ANTAM bekerjasama dengan Komunitas Nampah (Nabung Sampah), sebuah organisasi nirlaba yang mengembangankan program pengelolaan sampah berbasis teknologi terintegrasi di kabupaten Kolaka,

Program pengelolaan sampah yang dilakukan bersama Nampah telah berlangsung sejak bulan Juli 2023, dengan membentuk Kelompok Sadar Lingkungan (Pokdarling) di kelurahan Pomalaa, kabupaten Kolaka.

Baca Juga: ANTAM Launching Program Pengolahan Sampah Terpadu di Pomalaa

Pengurus Pokdarling tersebut terdiri dari anggota Persatuan Wanita Aneka Tambang (PWAT) UBPN Kolaka dan ibu-ibu PKK kelurahan Pomalaa. Kelompok ini sudah memiliki legalitas dari pemerintah kelurahan Pomalaa.

CEO Komunitas Nampah, Haerulla mengatakan, impelentasi program tahap awal yang dinilai berhasil, selanjutnya ANTAM bersama Nampah memperluas cakupan program dengan menyasar pengelolaan sampah di kelurahan Kumoro.



Pemilihan dua kelurahan ini sebagai lokasi pengembangan program, lanjut Haerulla dikarenakan sasaran intervensinya yang lebih mudah terkontrol karena berada dalam areal kompleks perumahan PT ANTAM Tbk UBPN Kolaka.

Pada tahap ini, kami mengembangkan program dengan sasaran yang lebih besar, yakni kelurahan Pomalaa dan Kumoro, tepatnya di jalan Mawar, Seruni, Cempaka, Kenanga, Teratai dan Melati,” jelas Haerulla dalam acara Sosialisai dan Impelentasi program Pengelolaan Sampah Terpadu bersama Nampah, di Gedung Sport Center PT ANTAM Tbk UBPN Kolaka, Sabtu (9/12/2023).

Baca Juga: ANTAM Bantu Dua Unit Motor Pengangkut Sampah untuk NAMPAH dan Lembaga 3R Kolaka

Program pengelolaan sampah yang digagas ANTAM bersama Komunitas Nampah didesain dengan memberikan pendampingan kepada Pokdarling Kelurahan Pomalaa dan Kumoro. Secara bertahap Komunitas NAMPAH akan mendampingi proses pemilihan sampah dan kemudian dijual sehingga memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Haerullah mengungkapkan, program pengelolaan sampah secara terpadu mesti dilakukan secara masif, karena tekanan pengumpulan sampah terus meningkat dari tahun ke tahun.

“Khusus di kecamatan Pomalaa saja, tingkat penumpukan sampah mencapai 14 ton setiap hari. Sementara, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah kita tidak ada, hanya ANTAM yang punya. Jadi kalau sampah hanya dibiarkan begitu saja, ini akan berdampak pada buruknya kesehatan lingkungan kita, utamanya lingkungan pesisir dan laut,” jelas Haerulla.

Menurutnya, sampah menjadi penyumbang terbesar atas kerusakan ekosistem laut, utamanya sampah plastik. Dari banyak penelitian di dunia, sampah plastik telah memberikan tekanan besar terhadap menurunnya daya kembang biak ikan di laut.

Dia menilai, perlu upaya nyata dari semua pihak untuk menekan laju peningkatan sampah dari tahun ke tahun. “Salah satunya, program yang tengah dilaksanakan ini. Jadi, selain memberikan nilai tambah terhadap sampah yang dihasilkan, program ini juga mengedukasi masyarakat untuk mulai mengelola sampah yang dihasilkannya sejak dari dalam rumah,” tambahnya.

Baca Juga: Lurah Pomalaa: Kontribusi CSR ANTAM Sudah Sangat Baik

Sementara itu, Marwati, salah satu warga kelurahan Kumoro yang mengikuti sosilasi program Nampah mengakui, pengelolaan sampah yang digagas komunitas Nampah bersama ANTAM merupakan langkah maju dari upaya menekan laju peningkatan sampah di lingkungan masyarakat.

“Saya sangat senang sekali menyambut program seperti ini. Karena keberadaan sampah di dalam kompleks perumahan karyawan ANTAM selama ini dianggap sebagai sesuatu yang menggangu. Selama ini sampah identik dengan sumber penyakit. Namun dengan adanya program ini, kami merasa terbantu sekali, karena sampah dapat dikelola dan menghasilkan uang juga,” kata Marwati.

Meski sampah kini sudah memiliki nilai ekonomi karena adanya program Nampah tersebit, namun bagi Marwati, pengatahun tentang pengelolaan sampah yang lebih baik justru sangat penting untuk dimiliki semua orang.

“Lewat program ini, kami bisa mengenal semua jenis sampah, mulai dari sampah organik maupun an-organik, serta kami juga diajarkan bagaimana mengelola kedua jenis sampah tersebut menjadi berguna untuk kehidupan kita sehari-hari,” tambahnya.

Dia memastikan, program ini akan bermanfaat bagi masyarakat, karena mengubah pola pikir masyarakat tentang cara mengelola sampah menjadi sesuatu yang berguna untuk kehidupan sehari-hari.  (*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Program Terpadu PT Vale IGP Pomalaa Perkuat Pencegahan dan Penanggulangan HIV/AIDS

18 September 2026 - 15:26 WITA

Beasiswa Mota’u, Investasi PT Vale bagi Talenta Muda Morowali

17 September 2026 - 14:43 WITA

Ketika Ketahanan Energi Bergantung pada Kelestarian Air

16 September 2026 - 16:07 WITA

PT Vale Raih Dua Gold Award InTechSEA 2026, Program Pangan dan Kemaritiman jadi Sumber Kemandirian masyarakat 

15 September 2026 - 16:43 WITA

ANTAM Dorong Tambea Kembali Jadi Sentra Teripang, Panen Kedua Capai 12 Ribu Ekor

15 September 2026 - 13:17 WITA

Trending di Bisnis