Menu

Mode Gelap
Pemaparan di Lemhanas, Bupati Kolaka Bawa Kartu Beramal ke Panggung Kepemimpinan Nasional Kejari Kolaka Jadi yang Pertama Terapkan Plea Bargain di Sultra Saat 150 UMKM jadi Wajah Ekonomi Lokal Kolaka Masyarakat Adat dan PT Vale Satukan Persepsi Menjaga Investasi di Wonua Mekongga Kuasa Hukum Persoalkan Pendampingan Klien dalam Kasus Dugaan Penipuan Proyek Kementerian di Kendari MIND ID Mengawal PT Vale di Pomalaa, Menjaga Investasi di Tengah Riak Sosial

Berita Terkini

ANTAM Gagas Program Berdaya Bersama Menjaga Pesisir Pomalaa

badge-check


 ANTAM Gagas Program Berdaya Bersama Menjaga Pesisir Pomalaa Perbesar

SIBERKITA.COM, KOLAKA -PT ANTAM Tbk UBPN Kolaka terus berupaya menguatkan sinergi dengan pemerintah daerah dalam rangka peningkatan kemandirian ekonomi masyarakat, utamanya di sekitar wilayah operasi perusahaan.

Salah satu wujud sinergi tersebut diimplementasikan ANTAM melalui Program DAYA BERGALA (Berdaya Bersama Menjaga Pesisir Pomalaa) yang dilaksanakan oleh Yayasan Bahari (YARI) menggunakan dana CSR ANTAM UBPN Kolaka. Program ini mulai diintervensi tahun 2017 sampai dengan sekarang tahun 2022.

Business Support Senior Manager PT ANTAM Tbk UBPN Kolaka, Ridho Anggoro menjelaskan, program ini merupakan salah satu wujud kepedulian ANTAM terhadap pengembangan ekonomi masyarakat di wilayah ring satu areal operasi perusahaan.

“Tujuannya untuk melindungi ekosistem pesisir laut di kecamtaan Pomalaa dengan meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) masyarakat di kecamatan Pomalaa agar lebih bijak dalam mengelola sumber daya alam hayati, terutama terkait perlindungan ekosistem pesisir laut sehingga mendorong masyarakat untuk berbuat menjaga keberlangsungan pengelolaan potensi perikanan di wilayahnya” ujar Ridho Anggoro.

Sementara itu, Direktur YARI Abed R. Abdullah menjelaskan, gagasan program ini dilatar belakangi oleh kondisi Kabupaten Kolaka, khususnya kecamatan Pomalaa dengan potensi sumberdaya perikanan yang cukup besar. Namun masyarakat nelayan yang bermukim di wilayah pesisir masih menggunakan alat tangkap ikan yg merusak ekosistem yaitu menggunakan bom ikan dan racun, sehingga sangat berpotensi merusak ekosistem laut.

Hasil pemetaan sosial (social mapping) yang dilakukan oleh Pemerhati Kemanusiaan Peduli Umat (PKPU) kecamatan Pomalaa di daerah itu juga menemukan persoalan yang hampir sama dengan kondisi masyarakat nelayan daerah lainnya. Di sektor ekonomi misalnya, kurangnya penghasilan nelayan tangkap, penganguran dan tidak punya modal usaha.

Menurutnya, semua permasalahan tersebut pada prinsipnya bermula dari rendahnya tingkat pendapatan masyarakat. Dia menilai, salah satu solusi untuk mengurai masalah itu dengan cara mengembangkan program peningkatan kapasitas masyarakat melalui pemberdayaan masyarakat pesisir.

Intervensi program tahap awal yang dilakukan pada tahun 2017 hingga 2020, ANTAM dan YARI telah melakukan sejumlah kegiatan peningkatan kapasitas nelayan di desa Tambea, Hakatutobu, Desa Sopura dan Kelurahan Dawi-dawi, melalui pelatihan dan studi banding tentang praktik cerdas pengelolaan perikanan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Selain itu, telah dilakukan juga kegiatan pemberdayaan masyarakat secara partisipatif melalui pembentukan kelompok atau kelembagaan dan penguatan kelompok nelayan. “Total anggota kelompok 640 orang yang mengikuti program ini, Desa Tambea 122 orang, Desa Hakatutobu 114 orang, Desa Sopura 202 Orang dan Kelurahan Dawi-dawi 202 orang” jelas Abed.

Abed menjelaskan, kegiatan pemberdayaan ekonomi nelayan tak bisa dipisahkan dari upaya perbaikan ekologi sumber daya pesisir, utamanya hutan mangorove, padang lamun dan terumbu karang.

Sehingga, ANTAM memberikan porsi yang lebih besar terhadap upaya perbaikan (konservasi) ekosistem pesisir dan laut dengan tujuan untuk mengembalikan fungsi ekologi di pesisir Pomalaa agar dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.

“Program ini juga didesain untuk memulihkan kondisi ekosistem pesisir melalui kegiatan transplantansi terumbu karang. Hasil yang diharapkan berupa mengembalikan stok ikan dasar pada beberapa lokasi yang potensial untuk wilayah pemancingan baru (fishing ground) melalui kegiatan pembangunan rumah ikan dan pemasangan bibit karang dengan metode transplantasi karang, sebanyak 4.500 bibit karang pada 45 unit bangunan terumbu (1 unit bangunan = 100 blok batako)” ujar Abed.

“Output lainnya adalah penyediaan lokasi pemancingan ikan pelagic di sekitar kawasan yang dapat dijadikan area penangkapan bersama melalui kegiatan pemasangan rumpon ikan pelagis, dan pengembalian fungsi ekologi hutan mangrove di kawasan pesisir melalui kegiatan penanaman bibit mangrove,’ tabahnya.

Program ini juga akan mendorong peningkatan pendapatan ekonomi masyarakat nelayan melalui pengelolaan sumber daya perikanan yang lestari dan berkelanjutan dengan memfasilitasi tersedianya wadah atau badan usaha kelompok sebagai wadah pemasaran produk yang dihasilkan, budidaya pembesaran lobster dengan sistem terkontrol, dan penyediaan sarana dan prasarana peralatan tangkap ikan yang ramah lingkungan bagi nelayan, dengan harapan dapat dikelola secara bergulir.

Sementara di tahap kedua implementasi program, ANTAM bersama YARI telah melakukan kegiatan budidaya udang vaname melalui sistem bioflok. Sebanyak 13.000 benur yang ditebar dan telah menghasilkan panen udang vaname sebanyak 86 kg dengan size 120 ekor/kg (10.320).

Harapannya, Program DAYA BERGALA ini dapat mendorong kesadaran masyarakat tentang fungsi dan manfaat ekologi Sumber Daya Alam pesisir yang dimiliki sehingga dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan dan mampu menjawab tantangan peningkatan ekonomi nelayan dengan tetap memperhatikan daya dukung sumberdaya yang ada agar dapat dimanfaatkan secara lestari dan berkelanjutan. (AS)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Program Terpadu PT Vale IGP Pomalaa Perkuat Pencegahan dan Penanggulangan HIV/AIDS

18 September 2026 - 15:26 WITA

Beasiswa Mota’u, Investasi PT Vale bagi Talenta Muda Morowali

17 September 2026 - 14:43 WITA

Ketika Ketahanan Energi Bergantung pada Kelestarian Air

16 September 2026 - 16:07 WITA

PT Vale Raih Dua Gold Award InTechSEA 2026, Program Pangan dan Kemaritiman jadi Sumber Kemandirian masyarakat 

15 September 2026 - 16:43 WITA

ANTAM Dorong Tambea Kembali Jadi Sentra Teripang, Panen Kedua Capai 12 Ribu Ekor

15 September 2026 - 13:17 WITA

Trending di Bisnis