SIBERKITA.ID, KOLAKA — Pemerintah Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, mematangkan persiapan peringatan Hari Kebudayaan Mekongga ke-1 Tahun 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 13–19 November 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya memperkuat identitas daerah sekaligus menjaga keberlanjutan adat dan budaya Mekongga di tengah perkembangan zaman.
Rapat yang dipimpin langsung Bupati Kolaka H. Amri, S.STP.,M.Si tersebut, Selasa (27/10/2026) membahas pemantapan agenda, kesiapan teknis, serta koordinasi lintas sektor untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan sesuai rencana.
Peringatan perdana ini mengusung semangat mewarisi adat dan melestarikan budaya Wonua Mekongga. Sejumlah pertunjukan seni, perlombaan, dan tradisi adat akan ditampilkan dengan melibatkan pelajar serta masyarakat.
Rangkaian kegiatan akan dibuka pada 13 November melalui acara pembukaan resmi dan pawai budaya. Selanjutnya, berbagai perlombaan kesenian digelar pada 14–18 November di Alun-Alun 19 November Kolaka.
Pertunjukan yang disiapkan mencakup tari tradisional dan tari kreasi Mekongga, musik bambu Baasi, pidato berbahasa Mekongga, Mombesara, hingga Moanggo. Ragam kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mengenal dan mengembangkan ekspresi budaya lokal.
Selain pertunjukan seni, peringatan ini juga akan menghadirkan tradisi adat, antara lain ritual Monahundau di Museum Adat Bende dan Mepae-Pae. Kehadiran tradisi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kembali nilai-nilai budaya yang diwariskan leluhur masyarakat Mekongga.
Puncak peringatan dijadwalkan berlangsung pada 19 November 2026 melalui upacara Hari Kebudayaan Mekongga, pembacaan ikrar adat Wonua Mekongga, serta pertunjukan seni dan budaya.
Pemerintah Kabupaten Kolaka berharap peringatan ini tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga momentum untuk menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap kebudayaan daerah. Pelibatan pelajar dan masyarakat dalam berbagai kegiatan diharapkan dapat memperluas ruang pewarisan tradisi antargenerasi.
Peringatan tersebut diharapkan dapat menjaga kelangsungan adat dan budaya Mekongga dalam keseharian masyarakat, sekaligus menjadi bagian dari identitas daerah yang terus dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang.(*)



























