Menu ✖

Mode Gelap
Pertanian Organik Kolaka, Menjaga Tanah sekaligus Merawat Ekonomi Petani Produksi dan Penjualan Nikel Vale Meningkat, Pendapatan Tembus 896 Juta Dollar AS Pemkab Kolaka Siapkan Hari Kebudayaan Mekongga, Libatkan Generasi Muda Karhutla di Puulemo dan Baula, Vale Indonesia Siapkan Langkah Penanganan Terpadu Penyidikan Perambahan Tanamalia Meluas, Gakkum Kehutanan Dalami Keterlibatan Ali Kamri Atasi Antrean BBM, Bupati Kolaka Pantau Distribusi dan Solar Bersubsidi

Bisnis

PT Vale Perkuat Benteng Keluarga Cegah NAPZA di Kumoro

badge-check


 PT Vale Perkuat Benteng Keluarga Cegah NAPZA di Kumoro Perbesar

SIBERKITA.ID, KOLAKA — Bahaya narkotika tidak selalu datang dari tempat yang jauh. Ia dapat menyusup melalui pergaulan, lingkungan sekitar, bahkan ruang digital yang sehari-hari berada dalam jangkauan anak-anak. Karena itu, pencegahan perlu dimulai sebelum seorang remaja mengenal atau mencoba narkotika.

Kesadaran itulah yang dibangun PT Vale Indonesia Tbk melalui Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa bersama masyarakat Kelurahan Kumoro, Kecamatan Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. Edukasi kesehatan yang diberikan tidak hanya membahas narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya (NAPZA), tetapi juga penyakit menular seperti tuberkulosis (TBC) dan HIV.

Penanggung Jawab Medis PT Vale Indonesia Tbk IGP Pomalaa, dr. Fathurrahman, mengatakan edukasi tersebut disusun berdasarkan persoalan kesehatan yang berkembang di wilayah sasaran. Pencegahan NAPZA mendapat perhatian khusus setelah muncul kasus yang melibatkan remaja.

“Kemarin sempat ada kasus remaja yang ditemukan melakukan transaksi pengedaran. Melalui kegiatan ini, kita berupaya agar hal tersebut tidak terulang kembali dan kita bisa melakukan tindakan pencegahan dini serta pengendalian NAPZA di area kita,” kata Fathurrahman di Kolaka, Senin.

Kasus tersebut, menurut Fathurrahman, menunjukkan bahwa pencegahan tidak dapat menunggu hingga penyalahgunaan terjadi. Pengetahuan mengenai bahaya NAPZA perlu diberikan kepada masyarakat, sementara keluarga harus menjadi bagian penting dalam mengenali perubahan perilaku anak dan menjaga lingkungan pergaulannya.

Di titik inilah peran orang tua menjadi penting. Sekolah memang memiliki fungsi pengawasan, tetapi kehidupan remaja berlangsung jauh lebih luas. Setelah jam belajar berakhir, anak kembali ke rumah, berinteraksi dengan teman sebaya, menggunakan gawai, dan beraktivitas di lingkungannya.

“Pengawasan anak remaja perlu dilakukan baik di sekolah maupun di rumah. Karena kita tidak bisa mengontrol anak-anak secara penuh di sekolah, orang tua perlu dilibatkan agar mengetahui gejala serta mencegah penggunaan NAPZA,” ujar Fathurrahman.

Ia berharap edukasi tersebut tidak berhenti pada warga yang mengikuti kegiatan. Pengetahuan mengenai bahaya NAPZA diharapkan menyebar melalui keluarga dan lingkungan sosial sehingga semakin banyak warga memiliki kemampuan untuk mengenali risiko dan melakukan pencegahan sejak dini.

Bagi Kelurahan Kumoro, persoalan tersebut menjadi perhatian tersendiri. Wilayah itu merupakan kawasan perlintasan yang banyak didatangi warga dari luar sehingga interaksi sosial berlangsung cukup terbuka.

Lurah Kumoro, Rodiyanto, mengatakan kondisi tersebut membuat masyarakat perlu memperkuat benteng perlindungan terhadap anak-anak dan remaja.

“Bantuan ini bukan hanya bantuan fisik, tetapi bantuan yang menyelamatkan generasi penerus. Kelurahan Kumoro merupakan wilayah perlintasan yang banyak didatangi warga luar, sehingga benteng pencegahan harus diperkuat sejak dini,” kata Rodiyanto.

Menurut dia, penyalahgunaan NAPZA tidak hanya mengancam kesehatan pengguna. Dampaknya dapat menjalar ke kehidupan keluarga dan lingkungan sosial.

Karena itu, Rodiyanto mengajak masyarakat, terutama orang tua, untuk tidak bersikap pasif. Anak perlu dibekali keberanian untuk menolak ajakan menggunakan NAPZA sekaligus memiliki ruang aman untuk berbicara ketika menghadapi persoalan dalam pergaulan.

Pengawasan, kata dia, juga perlu diperluas hingga aktivitas anak menggunakan gawai. Namun, pengawasan tidak berarti membangun jarak antara orang tua dan anak. Sebaliknya, komunikasi yang hangat justru diperlukan agar anak terbiasa bercerita mengenai lingkungan pergaulan maupun persoalan yang dihadapinya.

“Orang tua perlu lebih bijak dan intensif mengawasi pergaulan serta penggunaan gawai anak-anak. Kami juga mendorong pola komunikasi yang hangat dari hati ke hati di dalam keluarga,” ujar Rodiyanto.

Edukasi di Kumoro tersebut merupakan bagian dari program pemberdayaan masyarakat PT Vale melalui program “Kolaka Sehat, Bersih, dan Berdaya. Pendekatan yang dilakukan perusahaan menempatkan edukasi dan pencegahan sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan masyarakat di wilayah pemberdayaan.

Di tengah kekhawatiran terhadap peredaran NAPZA, benteng pertama tetap berada di lingkungan terdekat anak. Rumah, keluarga, dan komunikasi antara orang tua dengan anak menjadi ruang awal untuk mengenali risiko sebelum persoalan berkembang menjadi lebih jauh.(*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

ANTAM UBPN Kolaka Raih The Sustainable Spark Award 2026, Reklamasi 451 Hektare dan Pulihkan Ekosistem Lingkungan

3 November 2026 - 12:40 WITA

Pertanian Organik Kolaka, Menjaga Tanah sekaligus Merawat Ekonomi Petani

1 November 2026 - 17:34 WITA

Vale Indonesia Dorong Kemandirian Petani Organik di Kolaka

1 November 2026 - 17:24 WITA

PT Vale Buka Peluang Usaha Lokal dalam Rantai Pasok Proyek IGP Pomalaa

31 Oktober 2026 - 12:37 WITA

Produksi dan Penjualan Nikel Vale Meningkat, Pendapatan Tembus 896 Juta Dollar AS

30 Oktober 2026 - 10:29 WITA

Trending di Bisnis