Menu

Mode Gelap
Pemaparan di Lemhanas, Bupati Kolaka Bawa Kartu Beramal ke Panggung Kepemimpinan Nasional Kejari Kolaka Jadi yang Pertama Terapkan Plea Bargain di Sultra Saat 150 UMKM jadi Wajah Ekonomi Lokal Kolaka Masyarakat Adat dan PT Vale Satukan Persepsi Menjaga Investasi di Wonua Mekongga Kuasa Hukum Persoalkan Pendampingan Klien dalam Kasus Dugaan Penipuan Proyek Kementerian di Kendari MIND ID Mengawal PT Vale di Pomalaa, Menjaga Investasi di Tengah Riak Sosial

Bisnis

Kolaborasi PT Vale dan Pemda Kolaka, Perkuat Kompetensi Tenaga Medis

badge-check


 Kolaborasi PT Vale dan Pemda Kolaka, Perkuat Kompetensi Tenaga Medis Perbesar

SIBERKITA.ID, KOLAKA – Pertumbuhan penduduk dan meningkatnya kebutuhan pelayanan medis menuntut penguatan ekosistem kesehatan secara menyeluruh.

Selain ketersediaan fasilitas, kualitas layanan juga ditentukan oleh kompetensi tenaga medis, kesiapan rumah sakit dalam menangani kondisi kegawatdaruratan, serta kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan fasilitas pelayanan kesehatan.

Untuk mendukung upaya tersebut, PT Vale Indonesia Tbk (“PT Vale”), sebagai bagian dari Mining Industry Indonesia (MIND ID), berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Kolaka melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Kolaka dan RSUD Benyamin Guluh menyelenggarakan pelatihan dan sertifikasi Basic Trauma Cardiac Life Support (BTCLS) Batch II.

Pelatihan yang berlangsung di Gedung Lantai 4 RSUD Benyamin Guluh, Kolaka, Jumat (28/8/2026), ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan tenaga kesehatan dalam memberikan penanganan awal terhadap kondisi kegawatdaruratan, khususnya kasus trauma dasar dan kegawatdaruratan jantung.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Sosial dan Lingkungan PT Vale bertema “Kolaka Sehat, Inklusif, dan Berdaya”, khususnya melalui program Sustainable Medical Health.

Program tersebut dikembangkan sebagai pendekatan terintegrasi untuk mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia, kesiapan fasilitas kesehatan, dan akses masyarakat terhadap pelayanan medis yang berkualitas.

Perwakilan Manajemen PT Vale sekaligus Project Engineer Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa, Achmad Siswandi Asdam, mengatakan bahwa program Sustainable Medical Health tidak hanya berfokus pada pelatihan, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat layanan kesehatan daerah secara berkelanjutan.

“Program ini dilaksanakan secara terintegrasi, mulai dari pelatihan dan sertifikasi tenaga kesehatan, seperti BTCLS, promosi kesehatan, pelayanan kesehatan ibu dan anak, operasi katarak, hingga dukungan beasiswa pendidikan dokter. Inisiatif ini merupakan bagian dari implementasi program pemberdayaan masyarakat perusahaan yang sejalan dengan pilar kesehatan dalam ketentuan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral,” ujar Siswandi.

Menurutnya, peningkatan kompetensi tenaga kesehatan merupakan salah satu fondasi dalam menghadirkan layanan medis yang aman dan berkualitas. Melalui pelatihan BTCLS, peserta dibekali kemampuan untuk mengidentifikasi kondisi kegawatdaruratan dan melakukan tindakan awal secara cepat, tepat, serta sesuai standar sebelum pasien menerima penanganan lebih lanjut.

Pelatihan dilaksanakan selama enam hari dengan metode hybrid. Peserta mengikuti sesi teori secara daring selama tiga hari dan dilanjutkan dengan sesi praktik selama tiga hari. Perpaduan teori dan praktik diharapkan dapat meningkatkan pemahaman sekaligus kesiapan peserta menghadapi situasi kegawatdaruratan di tempat kerja.

BTCLS Batch II diikuti oleh 33 peserta. Dengan pelaksanaan gelombang ini, jumlah tenaga kesehatan yang telah mengikuti program tersebut mencapai sekitar 60 orang.

Peserta berasal dari wilayah pemberdayaan PT Vale yang mencakup Ring 1, yaitu Kecamatan Pomalaa, Baula, Wundulako, dan Tanggetada, serta wilayah Ring 2 dan Ring 3, termasuk Kecamatan Kolaka dan sekitarnya. Cakupan tersebut diharapkan dapat memperluas pemerataan kompetensi tenaga kesehatan di berbagai wilayah pelayanan.

Sebagai kelanjutan program, PT Vale juga merencanakan pelatihan Advanced Trauma Life Support (ATLS) dan BTCLS Batch III pada November 2026.

Langkah ini diharapkan dapat menambah jumlah tenaga kesehatan tersertifikasi dan memperkuat kesiapan layanan kegawatdaruratan di Kabupaten Kolaka.

Dorong Penguatan Layanan Kesehatan Kolaka

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kolaka, Hj. Sri Raoda Buna, S.T., M.T., M.Sc., menyampaikan apresiasi atas kolaborasi aktif PT Vale dalam mendukung pengembangan sektor kesehatan daerah. Dukungan perusahaan dinilai melengkapi upaya pemerintah dalam meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan, memperkuat sarana pelayanan, dan memenuhi kebutuhan tenaga medis.

Kolaborasi tersebut juga diwujudkan melalui penandatanganan nota kesepahaman antara Pemerintah Kabupaten Kolaka dan PT Vale terkait bantuan pendidikan bagi empat dokter spesialis dasar. Dukungan ini diarahkan untuk mempercepat kesiapan operasional RSUD Tipe D Wasa Wisa Benggali di Kecamatan Pomalaa.

“Kami telah menandatangani nota kesepahaman untuk bantuan pendidikan empat dokter spesialis dasar, yaitu spesialis anak, obstetri dan ginekologi, bedah, serta penyakit dalam. Setelah menyelesaikan pendidikan, para dokter tersebut berkomitmen untuk mengabdi di RSUD Wasa Wisa Benggali,” kata Sri Raoda.

Ia menambahkan, PT Vale turut menyalurkan hibah alat kesehatan yang telah dikoordinasikan dengan pemerintah daerah. Koordinasi tersebut dilakukan untuk memastikan bantuan sesuai kebutuhan prioritas dan tidak tumpang tindih dengan pengadaan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“PT Vale turut menyalurkan hibah alat kesehatan yang telah dikoordinasikan dengan penganggaran melalui APBD. Koordinasi ini penting agar bantuan dapat memenuhi kebutuhan prioritas sekaligus mencegah terjadinya pembiayaan ganda,” jelasnya.

Direktur RSUD Benyamin Guluh, dr. Julianita, Sp.THT, menuturkan bahwa pengembangan kompetensi menjadi kebutuhan penting bagi sekitar 300 perawat yang bertugas di rumah sakit tersebut. Terlebih, RSUD Benyamin Guluh merupakan rumah sakit rujukan regional yang melayani masyarakat dari Kabupaten Kolaka, Kolaka Utara, Kolaka Timur, hingga Bombana.

Dengan cakupan pelayanan yang luas dan tingginya kasus kegawatdaruratan, rumah sakit membutuhkan tenaga kesehatan yang mampu memberikan respons cepat dan tepat kepada pasien.

“Pelatihan peningkatan kapasitas SDM yang didukung PT Vale sangat membantu kami karena peserta dapat mengikutinya tanpa dikenakan biaya. Kasus kegawatdaruratan yang masuk ke rumah sakit cukup banyak, sehingga peningkatan pengetahuan dan keterampilan tenaga kesehatan sangat dibutuhkan untuk menunjang kualitas pelayanan kepada pasien,” ungkap Julianita.

Pelatihan BTCLS diharapkan tidak hanya meningkatkan kompetensi individu peserta, tetapi juga memperkuat kesiapan tim medis dan sistem pelayanan di rumah sakit maupun fasilitas kesehatan lainnya.

Melalui kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Kolaka dan fasilitas pelayanan kesehatan, PT Vale mendorong penguatan sektor kesehatan secara terintegrasi, mulai dari peningkatan kompetensi tenaga medis, dukungan pendidikan dokter spesialis, pemenuhan alat kesehatan, hingga peningkatan kesiapan rumah sakit.

Sinergi tersebut diharapkan dapat membangun layanan kesehatan yang semakin tangguh, inklusif, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Inisiatif ini sekaligus mencerminkan komitmen PT Vale untuk tumbuh bersama masyarakat melalui program sosial dan lingkungan yang kolaboratif, tepat sasaran, dan memberikan manfaat jangka panjang bagi Kabupaten Kolaka dan wilayah sekitarnya.(*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Program Terpadu PT Vale IGP Pomalaa Perkuat Pencegahan dan Penanggulangan HIV/AIDS

18 September 2026 - 15:26 WITA

Beasiswa Mota’u, Investasi PT Vale bagi Talenta Muda Morowali

17 September 2026 - 14:43 WITA

Ketika Ketahanan Energi Bergantung pada Kelestarian Air

16 September 2026 - 16:07 WITA

PT Vale Raih Dua Gold Award InTechSEA 2026, Program Pangan dan Kemaritiman jadi Sumber Kemandirian masyarakat 

15 September 2026 - 16:43 WITA

ANTAM Dorong Tambea Kembali Jadi Sentra Teripang, Panen Kedua Capai 12 Ribu Ekor

15 September 2026 - 13:17 WITA

Trending di Bisnis