Menu

Mode Gelap
Menjaga Iklim dari Sekolah, Kolaborasi PT Vale dan Pemda Kolaka Tanam Pohon di SMKN 9 Pomalaa ASN Kolaka Kini Punya Kanal Pelaporan Praktik Korupsi yang Terlindungi DP3A Kolaka dan BNN Perkuat Benteng Perlindungan Anak dari Ancaman Narkoba Operasi Pekat Anoa 2026: Tak Hanya Tangkap Pelaku, Polres Kolaka Pulihkan Hak Korban Curanmor Penyaringan Calon Rektor USN Kolaka: Petahana Unggul, Tiga Nama Terpilih Di Tengah Tekanan Harga Nikel, PT Vale Bagikan Dividen dan Percepat Hilirisasi

Bisnis

Menjaga Iklim dari Sekolah, Kolaborasi PT Vale dan Pemda Kolaka Tanam Pohon di SMKN 9 Pomalaa

badge-check


 Menjaga Iklim dari Sekolah, Kolaborasi PT Vale dan Pemda Kolaka Tanam Pohon di SMKN 9 Pomalaa Perbesar

SIBERKITA.ID, KOLAKA — Ancaman perubahan iklim kini tidak lagi hadir sebagai isu global yang terasa jauh dari kehidupan sehari-hari. Cuaca semakin sulit diprediksi, meningkatnya risiko banjir, hingga menurunnya kualitas lingkungan menjadi pengingat bahwa upaya menjaga bumi harus dimulai dari ruang-ruang terdekat dengan masyarakat.

Kesadaran itu mengemuka dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 yang digelar PT Vale Indonesia Tbk melalui Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa di SMKN 9 Kolaka, Kecamatan Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Kamis (25/6/2026). Melalui aksi penanaman puluhan pohon bertema “Saatnya Bekerja untuk Iklim”, perusahaan tambang nikel tersebut mengajak berbagai pihak membangun gerakan bersama menjaga lingkungan hidup.

Bagi sebagian orang, menanam pohon mungkin terlihat sebagai langkah sederhana. Namun, di tengah meningkatnya tekanan terhadap lingkungan akibat perubahan penggunaan lahan, pertumbuhan aktivitas ekonomi, serta perubahan iklim global, pohon memiliki peran penting sebagai penjaga keseimbangan ekosistem.

Pohon tidak hanya menghasilkan oksigen dan menyerap karbon dioksida. Keberadaannya juga membantu menjaga kualitas tanah, meningkatkan daya serap air, serta mengurangi risiko banjir dan kekeringan yang semakin sering terjadi di berbagai daerah.

Manager Environment and Operational Permit PT Vale IGP Pomalaa, Firman Gunawan mengatakan, peringatan Hari Lingkungan Hidup menjadi momentum untuk memperluas partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan, tidak hanya di kawasan operasional perusahaan tetapi juga di ruang-ruang publik yang menjadi bagian dari kehidupan warga.

Menurut dia, tanggung jawab lingkungan tidak dapat dibatasi oleh pagar kawasan industri. Upaya menjaga keberlanjutan harus melibatkan masyarakat sebagai pemilik sekaligus pengguna ruang hidup yang sama.

“PT Vale sebagai perusahaan tambang tidak hanya fokus pada kewajiban melakukan revegetasi di area internal tambang. Kami ingin berkontribusi lebih luas melalui penanaman pohon di lingkungan masyarakat agar kesadaran menjaga iklim dan lingkungan dapat tumbuh bersama,” ujarnya.

Langkah tersebut mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Kolaka. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kolaka, Marsukat Riadi, menilai tantangan terbesar saat ini bukan hanya menjaga kawasan yang masih hijau, melainkan memulihkan lahan yang telah mengalami perubahan akibat aktivitas manusia.

Menurut Marsukat, pembangunan ekonomi dan pelestarian lingkungan tidak boleh ditempatkan sebagai dua kepentingan yang saling berlawanan. Keduanya harus berjalan beriringan agar manfaat pembangunan dapat dinikmati secara berkelanjutan oleh masyarakat.

“Tugas besar kita saat ini adalah mengembalikan kelestarian lahan-lahan yang telah terbuka akibat aktivitas yang memiliki nilai ekonomi. Karena itu, kolaborasi semua pihak menjadi sangat penting,” katanya.

Ia mencontohkan pengelolaan lingkungan di kawasan operasional PT Vale di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, yang menurutnya menunjukkan bahwa aktivitas pertambangan dapat berjalan berdampingan dengan kehidupan masyarakat apabila dikelola secara bertanggung jawab.

Namun, tantangan lingkungan di Kolaka memiliki karakteristik tersendiri. Dalam beberapa tahun terakhir, masyarakat di sejumlah wilayah masih menghadapi ancaman banjir musiman yang berdampak pada lahan pertanian dan aktivitas ekonomi warga.

Fenomena tersebut menjadi salah satu gambaran bagaimana perubahan cuaca dan tekanan terhadap lingkungan mulai dirasakan secara nyata di tingkat lokal.

“Ini menjadi pekerjaan rumah bersama bagi pemerintah maupun perusahaan untuk terus mengantisipasi dampak cuaca agar aktivitas ekonomi tetap berjalan, namun lingkungan dan iklim tetap terjaga,” ujar Marsukat.

Dalam pandangan para pemerhati lingkungan, menjaga iklim tidak cukup dilakukan melalui kegiatan penanaman pohon semata. Perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah dan memanfaatkan sumber daya secara bijak menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya menjaga keberlanjutan lingkungan.

Karena itu, momentum Hari Lingkungan Hidup juga dimanfaatkan untuk mengampanyekan gerakan pemilahan sampah dari tingkat rumah tangga. Sampah organik didorong untuk dimanfaatkan kembali menjadi kompos atau pakan ternak, sementara sampah plastik dipilah agar dapat didaur ulang melalui fasilitas pengolahan yang tersedia.

Persoalan sampah plastik menjadi salah satu tantangan terbesar lingkungan perkotaan dan pedesaan saat ini. Selain sulit terurai, sampah plastik juga kerap mencemari saluran air, sungai, hingga kawasan pesisir yang menjadi sumber penghidupan masyarakat.

“Melalui penanaman pohon hari ini, mari kita kuatkan tekad bersama untuk menjaga iklim agar wilayah tempat tinggal dan lingkungan kerja kita tetap sejuk dan nyaman,” kata Marsukat.

Pemilihan lingkungan sekolah sebagai lokasi kegiatan bukan tanpa alasan. Sekolah dipandang sebagai ruang strategis untuk menanamkan nilai-nilai kepedulian lingkungan kepada generasi muda yang akan menjadi pengambil keputusan pada masa mendatang.

Di tengah berbagai tantangan ekologis yang semakin kompleks, pendidikan lingkungan menjadi investasi jangka panjang yang tidak kalah penting dibandingkan pembangunan infrastruktur fisik.

Puluhan siswa SMKN 9 Kolaka yang terlibat dalam kegiatan tersebut tidak hanya menanam pohon, tetapi juga menyaksikan secara langsung bagaimana kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dibangun untuk menjawab tantangan lingkungan.

Dari halaman sekolah di Pomalaa, pesan tentang pentingnya menjaga bumi disampaikan dengan cara yang sederhana namun sarat makna. Sebab, menghadapi perubahan iklim tidak selalu dimulai dari kebijakan besar atau teknologi canggih. Kadang, langkah pertama dimulai dari sebatang pohon yang ditanam hari ini demi kehidupan yang lebih baik pada masa depan.(*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Peringati HLH 2026, PT Vale Indonesia IGP Pomalaa Tanam Puluhan Pohon Bersama Stakeholder di SMKN 9 Kolaka

25 Juni 2026 - 15:27 WITA

Program Promosi Kesehatan di Pomalaa, PT Vale Ajak Warga Pesouha Perang Melawan DBD

25 Juni 2026 - 14:50 WITA

ASN Kolaka Kini Punya Kanal Pelaporan Praktik Korupsi yang Terlindungi

24 Juni 2026 - 16:15 WITA

PT Vale Gelar Pelatihan Vokasi Operator Alat Berat, Dorong Tenaga Kerja Lokal yang Terampil dan Tersertifikasi

24 Juni 2026 - 16:05 WITA

Promosi Kesehatan di Desa Puubenua, Aksi Nyata PT Vale Perkuat Peran Puskesmas Baula Tekan Ancaman DBD

18 Juni 2026 - 16:43 WITA

Trending di Bisnis