Menu

Mode Gelap
DP3A Kolaka dan BNN Perkuat Benteng Perlindungan Anak dari Ancaman Narkoba Operasi Pekat Anoa 2026: Tak Hanya Tangkap Pelaku, Polres Kolaka Pulihkan Hak Korban Curanmor Penyaringan Calon Rektor USN Kolaka: Petahana Unggul, Tiga Nama Terpilih Di Tengah Tekanan Harga Nikel, PT Vale Bagikan Dividen dan Percepat Hilirisasi Pelabuhan IPK Perkuat Rantai Pasok Industri Nikel PT IPIP  Dari Puskesmas Pomalaa, PT Vale Menjaga Generasi Masa Depan Sejak Dalam Kandungan

Bisnis

Intervensi Nyata PT Vale di Pomalaa, Warga Bergerak Tekan Ancaman TB

badge-check


 Intervensi Nyata PT Vale di Pomalaa, Warga Bergerak Tekan Ancaman TB Perbesar

SIBERKITA.ID, KOLAKA — Upaya menekan penyebaran Tuberkulosis (TB) di tingkat desa mulai menunjukkan geliat baru. Ratusan warga Desa Totobo, Kecamatan Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, memadati balai desa pada Selasa (22/4/2026), mengikuti promosi kesehatan yang digelar PT Vale Indonesia Tbk melalui proyek Industry Growth Project (IGP) Pomalaa.

Kehadiran warga lintas usia dalam jumlah besar mencerminkan meningkatnya kesadaran terhadap ancaman penyakit menular yang selama ini kerap luput dari perhatian. Program yang mengusung Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta edukasi pencegahan TB itu tidak berhenti pada penyuluhan, tetapi mendorong perubahan perilaku hingga ke lingkup keluarga.

Perusahaan, tenaga kesehatan, dan pemerintah daerah tampil dalam satu barisan. Kolaborasi ini dinilai menjadi kunci dalam membangun ketahanan kesehatan masyarakat di wilayah yang terus berkembang sebagai kawasan industri.

Senior Occupational Health & Industrial Hygiene Analyst PT Vale IGP Pomalaa, Aditya Hafria Vanani, menegaskan bahwa pendekatan berbasis edukasi menjadi strategi utama dalam memutus rantai penularan TB. Penyakit tersebut tidak hanya membutuhkan pengobatan jangka panjang, tetapi juga kesadaran kolektif agar pencegahan berjalan efektif.

“Intervensi harus menyentuh keluarga. Kami ingin masyarakat tidak sekadar tahu, tetapi membiasakan hidup bersih dan sehat dalam keseharian,” ujarnya.

Pendekatan ini menjadi penting mengingat TB masih menjadi tantangan kesehatan yang kompleks. Penularannya yang cepat melalui percikan batuk serta kebiasaan hidup yang kurang sehat membuat penyakit ini sulit dikendalikan tanpa perubahan perilaku yang konsisten.

Kepala Puskesmas Pomalaa, dr. Armayanti, menyebutkan bahwa pihaknya kini mengintensifkan langkah deteksi dini dengan sistem jemput bola. Langkah tersebut diambil untuk mempercepat penanganan kasus sekaligus menekan potensi penyebaran di lingkungan padat penduduk.

“Kesadaran masyarakat mulai meningkat. Ini terlihat dari bertambahnya warga yang datang memeriksakan diri. Deteksi lebih awal memungkinkan penanganan lebih cepat,” kata Armayanti.

Ia menekankan, penerapan PHBS menjadi fondasi utama dalam mencegah berbagai penyakit, termasuk TB. Kebiasaan sederhana seperti menjaga kebersihan rumah, memperhatikan sirkulasi udara, serta tidak berbagi alat makan dinilai memiliki dampak signifikan.

Selain penyuluhan, kegiatan ini juga menghadirkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang disambut antusias warga. Sejumlah tenaga medis memberikan konsultasi langsung, sekaligus mengidentifikasi warga yang membutuhkan penanganan lanjutan.

Sekretaris Camat Pomalaa, Hamdani Kahar, menilai sinergi antara dunia usaha dan pemerintah menjadi faktor penting dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia. Menurut dia, kesehatan merupakan fondasi utama bagi produktivitas masyarakat.

“Kami berharap kegiatan seperti ini tidak berhenti di sini. Jika dilakukan secara rutin, dampaknya akan jauh lebih besar bagi desa dan kelurahan,” ujarnya.

Ia juga mengaitkan upaya menjaga kebersihan lingkungan dengan penanganan tengkes (stunting), yang masih menjadi perhatian pemerintah. Lingkungan yang sehat dinilai berperan penting dalam mendukung tumbuh kembang anak.

Program yang digelar di Desa Totobo ini sekaligus menunjukkan pergeseran pendekatan dalam penanganan kesehatan masyarakat. Intervensi tidak lagi bertumpu pada pengobatan semata, tetapi mengedepankan pencegahan melalui edukasi dan perubahan perilaku.

Sebagai bagian dari program sosial lingkungan, kegiatan ini juga dilengkapi dengan pembagian paket bantuan berupa sabun cuci dan kebutuhan pokok. Bantuan tersebut diharapkan memperkuat penerapan PHBS di tingkat rumah tangga.

Bagi PT Vale Indonesia Tbk, program ini menjadi penegasan bahwa keberadaan industri harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Tidak hanya dalam aspek ekonomi, tetapi juga peningkatan kualitas hidup.

Di tengah tantangan kesehatan yang masih kompleks, langkah kolaboratif seperti ini menjadi harapan baru. Kesadaran yang tumbuh di tingkat akar rumput dinilai sebagai kunci untuk memutus rantai penularan penyakit secara berkelanjutan.

Dari Desa Totobo, upaya menekan TB kini bergerak dari ruang penyuluhan menuju perubahan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Sebuah langkah kecil yang berpotensi memberi dampak besar bagi masa depan kesehatan masyarakat.(*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Promosi Kesehatan di Desa Puubenua, Aksi Nyata PT Vale Perkuat Peran Puskesmas Baula Tekan Ancaman DBD

18 Juni 2026 - 16:43 WITA

Bukti Nyata Pengelolaan Sampah PT Vale, Dari Sorowako Hadir di Pameran Lingkungan Internasional

11 Juni 2026 - 19:12 WITA

PT Vale Raih Dua Penghargaan HR Asia, Tegaskan Budaya Kerja Berpusat pada Manusia

8 Juni 2026 - 15:23 WITA

Peringati Hari Lingkungan Hidup 2026, PT Vale Perkuat Gerakan Kolektif untuk Iklim dan Masa Depan Morowali

7 Juni 2026 - 20:35 WITA

Di Tengah Tekanan Harga Nikel, PT Vale Bagikan Dividen dan Percepat Hilirisasi

2 Juni 2026 - 15:23 WITA

Trending di Bisnis