SIBERKITA.ID, KOLAKA — Pagi itu, deretan komputer di Laboratorium Universitas Sembilanbelas November (USN) Kolaka menyala serempak. Di hadapannya, puluhan pelajar duduk dengan raut tegang sekaligus penuh harap. Mereka datang dari berbagai penjuru Sulawesi Tenggara, membawa satu tujuan: menembus seleksi SMA Unggul Garuda, pintu menuju pendidikan yang mereka impikan.
Sebanyak 45 peserta dari Kabupaten Kolaka, Kota Kendari, Kabupaten Konawe Selatan, hingga Kabupaten Bombana mengikuti ujian berbasis komputer (computer based test/CBT) yang digelar, Kamis (16/4/2026). Bagi mereka, ruang laboratorium itu bukan sekadar tempat ujian, melainkan titik awal perjalanan baru.
Program SMA Unggul Garuda yang diinisiasi Presiden RI, Prabowo Subianto, menjadi simbol harapan akan pemerataan akses pendidikan berkualitas. Di daerah, peluang semacam ini kerap menjadi momentum langka yang dinanti para pelajar berprestasi.
Di balik layar, persiapan teknis dilakukan dengan cermat. Ketua UPA TIK USN Kolaka, Ilham Tahir, bersama tim memastikan setiap perangkat bekerja optimal—mulai dari komputer, server, hingga jaringan internet.
“Stabilitas sistem menjadi kunci. Kami ingin peserta bisa fokus pada soal, bukan pada kendala teknis,” ujar Ilham.
Namun, lebih dari sekadar kelancaran teknis, pelaksanaan CBT ini menghadirkan gambaran tentang perubahan wajah pendidikan. Proses seleksi yang kini berbasis digital tidak hanya menjanjikan efisiensi, tetapi juga membuka ruang bagi penilaian yang lebih objektif dan transparan.
Di tengah keterbatasan yang masih dihadapi sebagian daerah, keberadaan fasilitas laboratorium di USN Kolaka menjadi penopang penting. Kampus hadir bukan hanya sebagai ruang akademik, tetapi juga sebagai simpul harapan yang menghubungkan kebijakan nasional dengan realitas di daerah.
Bagi para peserta, waktu yang terus berjalan di layar komputer terasa begitu menentukan. Setiap klik jawaban adalah ikhtiar kecil menuju masa depan yang lebih besar.
Dari ruang-ruang laboratorium sederhana di USN Kolaka, harapan itu diuji—dan, perlahan, masa depan mulai dirajut.(*)





























