SIBERKITA.ID, KOLAKA — Dinamika pemilihan rektor di Universitas Sembilanbelas November Kolaka kian menguat menjelang penutupan masa penjaringan. Di tengah proses yang semakin kompetitif, satu nama kembali mencuat: Rosnawintang.
Guru Besar bidang ilmu ekonomi Universitas Halu Oleo (UHO) itu resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon rektor periode 2026–2030. Kehadirannya di Sekretariat Panitia Pemilihan Rektor menandai pendaftar ketiga, sekaligus mempertegas tingginya minat kalangan akademisi terhadap kepemimpinan kampus yang dikenal dengan sebutan “Merah Marun” tersebut.
Bukan kali pertama, Rosnawintang kembali masuk dalam kontestasi setelah sebelumnya turut meramaikan bursa pemilihan rektor. Langkah ini dipandang sebagai bentuk konsistensi sekaligus keseriusan dalam mengusung agenda besar: keberlanjutan pembangunan kampus berbasis kekuatan akademik dan ekonomi daerah.
Dalam prosesi pendaftaran yang berlangsung khidmat, ia menyerahkan berkas persyaratan secara langsung kepada panitia. Penampilannya yang tenang dan elegan mencerminkan kesiapan menghadapi proses seleksi yang akan berlangsung ketat dan terbuka.
Kepakaran Ekonomi dan Arah Pembangunan Kampus
Sejak dikukuhkan sebagai Guru Besar UHO pada Januari 2023, Rosnawintang dikenal aktif mengembangkan kajian ekonomi terapan. Fokusnya mencakup sektor perbankan, pemberdayaan UMKM, hingga analisis ekonomi regional—bidang-bidang yang dinilai strategis dalam menopang transformasi perguruan tinggi di daerah.
Pengalaman sebagai narasumber nasional dan dosen tamu di berbagai forum akademik turut memperkaya perspektifnya. Modal intelektual ini dinilai relevan untuk menjawab tantangan tata kelola universitas yang semakin kompleks, termasuk tuntutan peningkatan daya saing dan kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah.
Bagi panitia, kehadiran figur dengan kapasitas akademik tinggi menjadi indikator penting dalam menjaga kualitas proses seleksi.
Menjaga Integritas Proses
Ketua Panitia Pemilihan Rektor, Irajuana Haidar, menyampaikan apresiasi atas partisipasi Rosnawintang. Menurutnya, kehadiran pendaftar ketiga menjadi langkah maju dalam memenuhi ketentuan minimal jumlah calon.
“Kami menghormati keputusan Prof. Rosnawintang untuk kembali mendedikasikan diri bagi USN Kolaka. Ini progres penting dalam memastikan proses penjaringan berjalan sesuai regulasi. Panitia berkomitmen menjaga integritas dan transparansi di setiap tahapan,” ujarnya.
Senada, Ketua Senat USN Kolaka, Muhammad As Ari, menilai kehadiran akademisi dengan rekam jejak kuat akan memperkaya dinamika pembahasan di tingkat senat. Ia berharap kontestasi ini tidak sekadar prosedural, tetapi menjadi ruang adu gagasan yang konstruktif.
“Yang dibutuhkan adalah pemimpin dengan integritas, visi, dan kemampuan manajerial untuk membawa kampus lebih kompetitif,” katanya.
Menanti Kandidat Berikutnya
Dengan waktu pendaftaran yang tersisa, publik kampus kini menantikan hadirnya kandidat lain guna memenuhi kuota minimal empat bakal calon. Pemenuhan syarat tersebut menjadi kunci agar proses demokrasi di lingkungan kampus dapat berjalan sesuai mandat peraturan perundang-undangan.
Di tengah ekspektasi itu, masuknya Rosnawintang kembali menegaskan satu hal: pertarungan menuju kursi pimpinan Universitas Sembilanbelas November Kolaka bukan sekadar kompetisi figur, melainkan pertaruhan arah masa depan institusi.(*)





























