Menu

Mode Gelap
Pemaparan di Lemhanas, Bupati Kolaka Bawa Kartu Beramal ke Panggung Kepemimpinan Nasional Kejari Kolaka Jadi yang Pertama Terapkan Plea Bargain di Sultra Saat 150 UMKM jadi Wajah Ekonomi Lokal Kolaka Masyarakat Adat dan PT Vale Satukan Persepsi Menjaga Investasi di Wonua Mekongga Kuasa Hukum Persoalkan Pendampingan Klien dalam Kasus Dugaan Penipuan Proyek Kementerian di Kendari MIND ID Mengawal PT Vale di Pomalaa, Menjaga Investasi di Tengah Riak Sosial

Bisnis

Bupati Serahkan Bantuan Dinsos dan CNI untuk Warga Terdampak Luapan Air Sungai Lapao-pao

badge-check


 Bupati Serahkan Bantuan Dinsos dan CNI untuk Warga Terdampak Luapan Air Sungai Lapao-pao Perbesar

SIBERKITA.ID, KOLAKA – Bupati Kolaka Amri Djamaluddin mendatangi warga yang kena dampak, akibat curah hujan yang ekstrim hingga air sungai Lapao-pao meluap pada Kamis (01/01/2026). Bupati menyerahkan bantuan dari Dinas Sosial dan PT Ceria Nugraha Indotama (CNI) pada 35 Kepala Keluarga (KK), Sabtu (03/01/2026).

Didampingi Kadis Sosial Alvian dan sejumlah pejabat, camat Wolo Ilham, Kades Lapao-pao serta Manajemen PT CNI, Bupati menyampaikan bahwa meluapnya sungai Lapao-pao akibat curah hujan yang ekstrim. Karena itu, pihak Pemda bersama PT CNI akan segera menindaklanjuti demi meminimalisir jika kembali terjadi hujan ekstrim.

“PT Ceria telah membantu menurunkan excavator untuk normalisasi sungai. Mereka juga berjanji akan membuatkan tanggulnya,” kata Bupati Kolaka.

Begitupun bagi warga yang sawahnya terdampak akibat banjir, Bupati meminta pihak dinas pertanian dan penyuluhan untuk menghitung kerugian pada 30 ha sawah yang terdampak. Selanjutnya pihak PT CNI diminta memberikan bantuan pupuk pada 30 ha sawah yang terdampak.

“Kalau ada konsultan dari PT Ceria untuk menghitung 30 ha sawah yang terdampak itu bagus. Tapi kalau PT Ceria mempercayai kami untuk diberikan pada penyuluh dan dinas pertanian itu juga bagus, tapi bantuannya tetap diberikan kepada para petani,” kata Amri Djamaluddin.

Terkait isu yang beredar terjadinya banjir di Desa Lapao-pao akibat cekdam milik PT CNI jebol, Camat Wolo Ilham menegaskan bahwa itu tidak benar, tapi yang benar dari hasil pantauan mereka hanya meluap dan merembes ke sungai, bukan jebol.

“Kalau terjadi luapan itu biasa karena curah hujan terlalu tinggi. Kalau jebol pasti pecah. Kita tidak salahkan kalau ada masyarakat bilang banjir terjadi karena cekdam milik PT Ceria jebol, sebab hanya melihat air meluap dikira jebol,” kata Ilham.

Ditempat sama Senior Manager Mine Operation & Support, Acting KTT PT CNI, Chandra Sumarah menegaskan bahwa tidak benar cekdam PT CNI jebol. Hal ini karena sistem pengelolaan limpasan air hujan CNI berfungsi dengan baik, sehingga meskipun terjadi cuaca ekstrim kolam-kolam pengendapan, jaringan drainase area tambang, serta gorong-gorong yang dibangun oleh PU BPJN mampu mengendalikan aliran air secara optimal.

“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan ketahanan infrastruktur dan sistem pengelolaan air, memperkuat mitigasi risiko cuaca ekstrem, juga menjalin sinergi dengan pemerintah dan masyarakat dalam menjaga keselamatan, kelancaran aktivitas, serta keberlanjutan lingkungan,” kata Chandra Sumarah.

Selain itu PT CNI telah melakukan mitigasi bencana atau upaya dilakukan untuk mengurangi resiko akibat suatu musibah, dimana tujuannya untuk mengetahui kegiatan apa saja yang perlu dilakukan, dan hal-hal penting yang dilakukan untuk mengurangi akibat dari musibah tersebut.

Kegiatan yang dilakukan PT CNI untuk mengurangi kerugian akibat dari meluapnya sungai Lapao-pao yang terjadi di tanggal 01 Januari 2026 adalah:

1. Pembersihan rumah-rumah penduduk yang terkena limpasan air sungai dengan menurukan 2 unit truk air berkapasitas 20k liter sebanyak 2 unit,

2. Normalisasi di daerah hulu sungai yang dilakukan selama 3 hari.

3. Pengerukan dan perbaikan saluran yang terdapat endapannya,

4. Tanggul penahan aliran air sungai menggunakan batu batu besar (boulder),

5. Pemberian bantuan sembako dari perusahaan untuk 35 kepala keluarga,

6. Penyusunan rencana mitigasi jangka panjang (normalisasi rutin, penguatan tanggul, dan sebagainya) bekerja sama dengan pemerintah daerah,

7. Rapat koordinasi teknis antara pemerintah daerah, perusahaan dan masyarakat terkait skema penanganan berkelanjutan,

8. Peningkatan kapasitas sediment pond Muara Lapapao dengan menambahkan kolam retensi pada mined-out pit Samaenre_01 dan pembuatan kolam retensi di areal Muara Lapa-pao.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Program Terpadu PT Vale IGP Pomalaa Perkuat Pencegahan dan Penanggulangan HIV/AIDS

18 September 2026 - 15:26 WITA

Beasiswa Mota’u, Investasi PT Vale bagi Talenta Muda Morowali

17 September 2026 - 14:43 WITA

Ketika Ketahanan Energi Bergantung pada Kelestarian Air

16 September 2026 - 16:07 WITA

PT Vale Raih Dua Gold Award InTechSEA 2026, Program Pangan dan Kemaritiman jadi Sumber Kemandirian masyarakat 

15 September 2026 - 16:43 WITA

ANTAM Dorong Tambea Kembali Jadi Sentra Teripang, Panen Kedua Capai 12 Ribu Ekor

15 September 2026 - 13:17 WITA

Trending di Bisnis