Menu

Mode Gelap
Pemaparan di Lemhanas, Bupati Kolaka Bawa Kartu Beramal ke Panggung Kepemimpinan Nasional Kejari Kolaka Jadi yang Pertama Terapkan Plea Bargain di Sultra Saat 150 UMKM jadi Wajah Ekonomi Lokal Kolaka Masyarakat Adat dan PT Vale Satukan Persepsi Menjaga Investasi di Wonua Mekongga Kuasa Hukum Persoalkan Pendampingan Klien dalam Kasus Dugaan Penipuan Proyek Kementerian di Kendari MIND ID Mengawal PT Vale di Pomalaa, Menjaga Investasi di Tengah Riak Sosial

Bisnis

CNI Pastikan Sistem Pengelolaan Air Berfungsi Baik Saat Hujan Ekstrem

badge-check


 CNI Pastikan Sistem Pengelolaan Air Berfungsi Baik Saat Hujan Ekstrem Perbesar

SIBERKITA.ID, KOLAKA – PT Ceria Nugraha Indotama (CNI) memastikan sistem pengendalian dan pengelolaan air limpasan di area tambang yang dimiliki berfungsi baik saat hujan ekstrem terjadi.

“Meskipun terjadi situasi cuaca ekstrem, sistem pengelolaan limpasan air hujan PT CNI tetap berfungsi dengan baik,” kata Senior Manager Mine Operation & Support, PJS KTT Chandra Sumarah, didampingi Manager Project Development & Mining Support Dhani Rosa, Jumat (02/1/2026) terkait curah hujan yang ekstrim di Kecamatan Wolo, sekaligus menepis pemberitaan bahwa banjir diperparah masuknya buangan air sediment pond PT CNI ke aliran sungai Polewalidi.

Menurut Chandra, hujan lebat dengan intensitas sangat tinggi terjadi pada Kamis (01/01/2026) malam, pada pukul 18:30 hingga 23:00 WITA, dengan curah hujan tercatat mencapai 154 mm. Intensitas hujan tersebut merupakan yang tertinggi dalam beberapa tahun terakhir berdasarkan data Stasiun Hujan CNI.

Chandra menyatakan, bahwa klasifikasi hujan 10 – 50 mm per jam termasuk hujan lebat, malam itu tercatat mencapai 154 mm selama 4,5 jam (35 mm perjam). “Curah hujan lebat ini menyebabkan peningkatan debit air di seluruh area operasional CNI, termasuk daerah tangkapan air Sungai Lapaopao,” katanya.

PT CNI mengerahkan satu unit excavator untuk membantu masyarakat membersihkan sungai di sekitar wilayah operasi.

PT CNI mengerahkan satu unit excavator untuk membantu masyarakat membersihkan sungai di sekitar wilayah operasi.

Besarnya curah hujan tersebut, menyebabkan beberapa ruas jalan tambang di dalam area operasional CNI mengalami kerusakan, sehingga memerlukan perbaikan dan penanganan teknis segera. Kondisi ini menjadi indikator kuat tingginya intensitas hujan yang terjadi, sekaligus menunjukkan bahwa dampak cuaca ekstrem tidak hanya dirasakan di luar area tambang, tetapi juga pada infrastruktur internal perusahaan.

Dalam situasi cuaca ekstrem tersebut, sistem pengelolaan limpasan air hujan CNI tetap berfungsi dengan baik. Kolam-kolam pengendapan, jaringan drainase area tambang, serta gorong-gorong yang dibangun oleh PU BPJN mampu mengendalikan aliran air secara optimal.

“Hal ini dibuktikan dengan tidak terjadinya limpasan air ke Jalan Poros Kolaka, sehingga jalur lalu lintas utama tetap aman dan berfungsi normal,” ungkapnya.

Meski demikian, pada puncak hujan, Sungai Lapaopao sempat meluap di beberapa titik permukiman warga di sepanjang badan sungai di Desa Lapaopao. Diduga hal ini dipengaruhi penyempitan sungai akibat aktivitas pemukiman dibantaran sungai dan adanya pendangkalan, sehingga kapasitas aliran menjadi terbatas.

Chandra mengungkapkan, sebagai bentuk tanggung jawab sosial dan kepedulian terhadap masyarakat sekitar, CNI segera menurunkan satu unit excavator untuk membantu mengatasi pendangkalan Sungai Lapaopao, serta mengoperasikan dua unit water truck untuk membersihkan jalan desa yang terdampak endapan.

“Di sisi internal, perusahaan juga langsung melakukan perbaikan bertahap pada ruas jalan tambang yang mengalami kerusakan akibat hujan ekstrem tersebut,” kata Chandra Sumarah.

Begitupun Kepala Teknik Tambang (KTT) CNI, Alpi Cekdin menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan ketahanan infrastruktur dan sistem pengelolaan air, memperkuat mitigasi risiko cuaca ekstrem, serta menjalin sinergi dengan pemerintah dan masyarakat dalam menjaga CNI Pastikan Sistem Pengelolaan Air Berfungsi Baik Saat Hujan Ekstrem, kelancaran aktivitas, dan keberlanjutan lingkungan.

Tak lupa KTT Alpi Cekdin menyampaikam ucapkan terima kasih atas masukkan dan perhatian dari pihak Pemerintah dan elemen masyarakat dalam bahu membahu bersama-sama mengatasi kejadian ini.(*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Program Terpadu PT Vale IGP Pomalaa Perkuat Pencegahan dan Penanggulangan HIV/AIDS

18 September 2026 - 15:26 WITA

Beasiswa Mota’u, Investasi PT Vale bagi Talenta Muda Morowali

17 September 2026 - 14:43 WITA

Ketika Ketahanan Energi Bergantung pada Kelestarian Air

16 September 2026 - 16:07 WITA

PT Vale Raih Dua Gold Award InTechSEA 2026, Program Pangan dan Kemaritiman jadi Sumber Kemandirian masyarakat 

15 September 2026 - 16:43 WITA

ANTAM Dorong Tambea Kembali Jadi Sentra Teripang, Panen Kedua Capai 12 Ribu Ekor

15 September 2026 - 13:17 WITA

Trending di Bisnis