SIBERKITA.ID, BUNGKU – Penguatan kapasitas generasi muda menjadi salah satu modal penting dalam mendorong pembangunan desa. Kesadaran itu diwujudkan melalui Bahopombine Youthcamp 2026 yang mempertemukan ratusan pemuda Desa Kolono, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, dalam ruang pembelajaran, kreativitas, dan kolaborasi.
Kegiatan bertema Pemuda Beraksi, Berkreasi, dan Berdampak tersebut berlangsung pada 30 Oktober hingga 1 November 2026. Diselenggarakan oleh Karang Taruna Desa Kolono dengan dukungan PT Vale Indonesia Tbk, kegiatan ini diarahkan untuk memperkuat kapasitas generasi muda agar mampu mengambil peran lebih besar dalam pembangunan di lingkungan mereka.
Melalui berbagai kegiatan interaktif dan inspiratif, para peserta didorong mengembangkan potensi diri, meningkatkan keterampilan, serta membangun kepedulian terhadap persoalan sosial dan peluang ekonomi di desa. Pemuda diharapkan tidak sekadar menjadi penerima manfaat pembangunan, tetapi turut mengambil bagian dalam merancang dan menggerakkan perubahan.
Head of Mine Operation Bahodopi Vale Indonesia, Wafir mengatakan, pemuda memiliki posisi strategis dalam menentukan keberlanjutan dan perkembangan suatu daerah. Peran tersebut mencakup berbagai bidang, mulai dari ekonomi, kebudayaan, hingga pengembangan investasi.
Menurut dia, kehadiran perusahaan di Morowali tidak semata-mata berkaitan dengan kegiatan pertambangan dan industri, tetapi juga perlu diikuti kontribusi terhadap pembangunan masyarakat dan lingkungan secara berkelanjutan.
Wafir menjelaskan, dukungan terhadap kegiatan kepemudaan merupakan bagian dari upaya perusahaan memperkuat aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan melalui tata kelola perusahaan yang baik.

“Melalui kegiatan seperti youthcamp, kami ingin membuka akses pengetahuan, keterampilan, dan ruang bagi generasi muda Morowali untuk tumbuh serta berkontribusi di tanah kelahirannya sendiri. Kami yakin pemuda Morowali memiliki potensi besar untuk ikut membangun masa depan daerahnya,” ujar Wafir dalam siaran pers yang diterima, Jumat (6/11/2026).
Ia menambahkan, penguatan kapasitas pemuda perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui berbagai program, antara lain pelatihan vokasi dan pengembangan kepemimpinan. Dengan bekal tersebut, generasi muda diharapkan memiliki daya saing, kemandirian, dan karakter yang kuat.
Dari sisi penyelenggara, Ketua Karang Taruna Desa Kolono Ardiansyah menilai dukungan dunia usaha memiliki arti penting bagi keberlangsungan kegiatan pemberdayaan pemuda di tingkat desa.
Menurut dia, kolaborasi tersebut tidak hanya menyediakan ruang bagi pemuda untuk belajar dan berkarya, tetapi juga membuka peluang memperluas akses informasi mengenai kesempatan kerja serta pengembangan kapasitas sumber daya manusia lokal.
“Kegiatan ini menjadi motivasi besar bagi kami. Kami berterima kasih kepada PT Vale yang telah mendukung sehingga pemuda desa memiliki wadah untuk belajar dan berkarya. Semoga Bahopombine Youthcamp menjadi awal gerakan pemuda yang lebih aktif dan berdampak bagi desa,” kata Ardiansyah.
Ke depan, Karang Taruna Desa Kolono berharap kemitraan dengan berbagai pihak dapat terus dikembangkan. Keterlibatan pemuda dalam perencanaan program pembangunan juga dinilai penting agar kegiatan pemberdayaan sesuai dengan kebutuhan dan potensi masyarakat setempat.
Dukungan terhadap Bahopombine Youthcamp menunjukkan bahwa pembangunan daerah tidak hanya membutuhkan infrastruktur dan investasi ekonomi. Penguatan kualitas sumber daya manusia, terutama generasi muda, menjadi bagian penting untuk memastikan manfaat pembangunan dapat dirasakan secara lebih luas dan berkelanjutan oleh masyarakat.(*)






























