SIBERKITA.ID, KOLAKA – Pemerintah Kabupaten Kolaka menggandeng Institut Pertanian Bogor (IPB) untuk memperkuat sektor-sektor produktif daerah melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, pengembangan teknologi, dan pendampingan berbasis riset. Kerja sama ini diharapkan menjadi salah satu upaya mendorong produktivitas pertanian sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) oleh Bupati Kolaka H. Amri, S.STP., M.Si., dalam kegiatan IPB Stakeholder Forum (ISF) 2026 di ICE BSD City, Tangerang, Rabu (4/11/2026). Penandatanganan kerja sama itu disaksikan Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia.
Kesepahaman antara Pemkab Kolaka dan IPB mencakup bidang pendidikan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat. Ketiga bidang tersebut menjadi landasan kolaborasi untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia sekaligus mengoptimalkan potensi ekonomi daerah melalui penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Sektor pertanian menjadi salah satu bidang strategis dalam kerja sama tersebut. Kabupaten Kolaka memiliki sejumlah komoditas unggulan, terutama cengkeh, kakao, dan padi sawah, yang selama ini menjadi bagian penting dari aktivitas ekonomi masyarakat.
Melalui dukungan keilmuan dan hasil penelitian IPB, pengembangan ketiga komoditas tersebut diharapkan dapat diarahkan pada peningkatan produktivitas, perbaikan kualitas hasil panen, serta penerapan teknologi budidaya yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Penguatan sektor pertanian juga tidak cukup hanya bertumpu pada peningkatan produksi. Aspek pascapanen, pengolahan hasil, peningkatan nilai tambah, hingga perluasan akses pasar perlu menjadi bagian dari upaya pengembangan komoditas unggulan daerah.
Dengan demikian, petani tidak hanya didorong menghasilkan produk dalam jumlah lebih besar, tetapi juga memiliki peluang memperoleh nilai ekonomi yang lebih baik dari hasil usaha mereka.
Selain pertanian dan perkebunan, ruang lingkup kerja sama juga mencakup pengembangan sektor peternakan dan perikanan. Melalui pendampingan tenaga ahli, petani, peternak, dan nelayan diharapkan memperoleh peningkatan keterampilan, akses terhadap teknologi tepat guna, serta penguatan kapasitas dalam mengembangkan usaha.
Dukungan riset dan inovasi IPB juga diharapkan dapat membantu masyarakat menghasilkan produk yang lebih berkualitas dan berdaya saing. Pengembangan produk unggulan daerah tersebut berpotensi membuka peluang usaha baru, memperluas aktivitas ekonomi, serta meningkatkan pendapatan masyarakat.
Kolaborasi dengan perguruan tinggi menjadi penting bagi pemerintah daerah dalam mengoptimalkan potensi sumber daya lokal. Pendekatan berbasis penelitian dan teknologi diharapkan dapat membantu menjawab berbagai tantangan sektor produktif, mulai dari peningkatan efisiensi produksi hingga pengembangan usaha masyarakat.
Pemkab Kolaka berharap kesepahaman tersebut tidak berhenti pada penandatanganan dokumen kerja sama, tetapi segera ditindaklanjuti melalui program konkret dan berkelanjutan.
Sinergi pemerintah daerah dan perguruan tinggi diharapkan mampu menjadikan potensi pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan sebagai kekuatan ekonomi daerah. Pada akhirnya, keberhasilan kerja sama ini akan ditentukan oleh sejauh mana manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama dalam peningkatan produktivitas, perluasan kesempatan usaha, dan kesejahteraan petani serta pelaku ekonomi lokal.



























