Menu

Mode Gelap
Pendapatan Daerah Diproyeksi Rp1,4 Triliun, APBD Kolaka 2027 Disiapkan Jadi Motor Investasi dan Layanan Publik RSBG Dituntut Mandiri, Bupati Kolaka Prioritaskan Pembenahan Layanan dan Tata Kelola PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Minta Hormati Martabat Wartawan dan Kemerdekaan Pers Ruang Bersama Indonesia di Tikonu: Ketika Desa Menemukan Cara Baru Memberdayakan Perempuan Dari Daerah Tambang, Wastra Binaan ANTAM UBPN Kolaka Menuju Panggung Nasional HUT Dekranas ke-46, Wastra Kolaka Meniti Jalan ke Panggung Nasional

Bisnis

Pemda Kolaka Apresiasi Peran Nyata PT Vale Tekan Stunting

badge-check


 Pemda Kolaka Apresiasi Peran Nyata PT Vale Tekan Stunting Perbesar

Intervensi berkelanjutan menjangkau ribuan keluarga berisiko; Pemda kabupaten Kolaka dorong kolaborasi lintas sektor dari gizi hingga sanitasi. 

SIBERKITA.ID, KOLAKA — Upaya menekan angka stunting di Kabupaten Kolaka menunjukkan penguatan melalui kolaborasi pemerintah daerah dan sektor swasta. Intervensi yang dilakukan PT Vale Indonesia Tbk dinilai tidak hanya bersifat simbolik, melainkan nyata menjangkau kelompok rentan dan berkelanjutan.

Pemerintah Kabupaten Kolaka, Senin (20/4/2026), memberikan penghargaan kepada perusahaan tersebut dalam Aksi Konvergensi Stunting Tahun Anggaran 2026 di Aula Bappeda Kolaka. Bupati Kolaka H. Amri menegaskan, keterlibatan dunia usaha menjadi kunci dalam mengatasi persoalan stunting yang bersifat multidimensi.

“Terkait intervensi yang dilakukan oleh pihak ketiga atau perusahaan, kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada PT Vale Indonesia,” ujar Amri.

Menurut dia, kontribusi PT Vale telah terlihat sejak 2024 melalui kerja sama dengan Dinas Pengendalian Penduduk yang menyasar keluarga berisiko stunting. Sekitar 5.000 keluarga menerima bantuan paket sembako dan nutrisi tambahan secara berkelanjutan selama tiga bulan.

Intervensi tersebut dinilai membantu pemenuhan kebutuhan gizi dasar masyarakat, sekaligus memperkuat daya tahan keluarga dalam menghadapi risiko stunting. “Bantuan ini tidak hanya sekali, tetapi dilakukan selama tiga bulan berturut-turut. Ini sangat membantu kelompok sasaran,” kata Amri.

Memasuki 2026, pemerintah daerah memulai tahapan analisis situasi sebagai bagian dari Aksi Konvergensi. Hasil pemetaan terbaru menunjukkan, persoalan stunting tidak lagi semata terkait asupan makanan, melainkan juga dipengaruhi pola asuh dan kondisi lingkungan.

Karena itu, pendekatan penanganan diperluas. Pemerintah mendorong edukasi “4T”—mencegah kehamilan pada usia terlalu muda, terlalu tua, jarak terlalu dekat, dan jumlah anak terlalu banyak—serta mempercepat pembangunan sanitasi layak dan akses air bersih.

“Masalah stunting ini melibatkan banyak faktor, bukan hanya soal makanan,” ujar Amri.

Kolaborasi dengan PT Vale kini dijadikan rujukan bagi perusahaan lain yang beroperasi di Kolaka. Pemerintah daerah bersama 24 organisasi perangkat daerah tengah menyusun skema “menu intervensi” agar sektor swasta dapat berkontribusi sesuai kapasitas, mulai dari penyediaan air bersih, pembangunan sanitasi, hingga edukasi gizi.

External Relation PT Vale Indonesia, Febriyanto Raharjo, mengatakan, pada 2024 perusahaan mengalokasikan dana tanggung jawab sosial (CSR) sebesar Rp500 juta untuk program penanganan stunting, terutama pada pemenuhan konsumsi dan nutrisi masyarakat berisiko.

“Tahun 2024 kami bergerak cepat melalui bantuan konsumsi bersama Dinas BKKBN. Untuk 2026, kami menyusun program berdasarkan data terbaru,” ujarnya.

Ia menegaskan, perusahaan siap menyesuaikan arah kontribusi dengan kebijakan pemerintah daerah. Jika fokus intervensi bergeser ke pembangunan infrastruktur sanitasi dan akses air bersih, PT Vale akan mengikuti kebutuhan tersebut.

Langkah ini diharapkan memicu keterlibatan lebih luas dari perusahaan lain, terutama di tengah keberadaan sejumlah Proyek Strategis Nasional di Kolaka. Pemerintah daerah optimistis, dengan penguatan sinergi lintas sektor, penurunan stunting dapat dipercepat secara signifikan.

“Semakin banyak pihak terlibat, semakin besar manfaat yang dirasakan masyarakat,” kata Febriyanto.(*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Produksi Pulih, Laba PT Vale Melonjak; Hilirisasi Nikel Masuk Fase Penentu

30 Juli 2026 - 11:08 WITA

Pekan Raya ANTAM Jadi Etalase UMKM, Perkuat Ekonomi Lokal Kolaka

29 Juli 2026 - 18:22 WITA

Wujudkan Semangat Tangguh dan Bertanggung Jawab, PT Vale Perkuat Ekosistem Informasi Publik yang Kredibel

27 Juli 2026 - 11:08 WITA

Bertumbuh dengan Tanggung Jawab, PT Vale Perkuat Hilirisasi dan Keberlanjutan di Morowali

26 Juli 2026 - 17:03 WITA

Perkuat Generasi Penggerak Keberlanjutan di Luwu Timur, PT Vale Luncurkan Kelas Konservasi

24 Juli 2026 - 22:30 WITA

Trending di Bisnis