Menu

Mode Gelap
Langkah Nyata PT Vale Atasi Stunting, Hadirkan Layanan Dokter Spesialis di Puskesmas Pomalaa Laba Vale Indonesia Melonjak 32% pada 2025, Penjualan Ore Dorong Pertumbuhan Baru Senat USN Kolaka Buka Pendaftaran Calon Rektor 2026–2030 Dari Sampah Jadi Karya, PT Vale Ajak Pelajar Kolaka Bangun Kesadaran Lingkungan Lewat Lomba Daur Ulang Panen Padi Desa Puubunga, Upaya PT Vale Menyemai Ketahanan Pangan di Kolaka Tingkatkan Kapasitas Dosen, USN Kolaka Gelar Bimtek Penggunaan ScienceDirect

Bisnis

Langkah Nyata PT Vale Atasi Stunting, Hadirkan Layanan Dokter Spesialis di Puskesmas Pomalaa

badge-check


 Langkah Nyata PT Vale Atasi Stunting, Hadirkan Layanan Dokter Spesialis di Puskesmas Pomalaa Perbesar

SIBERKITA.ID, KOLAKA — Upaya menekan angka stunting di Kabupaten Kolaka terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor. Salah satunya ditunjukkan PT Vale Indonesia Tbk (PTVI) yang menghadirkan layanan dokter spesialis langsung di Puskesmas Pomalaa, Senin (30/3), guna memperluas akses pelayanan kesehatan ibu dan anak.

Program bertajuk ESG Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat di wilayah operasionalnya. Inisiatif ini sekaligus selaras dengan agenda Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-3 tentang kehidupan sehat dan sejahtera serta tujuan ke-2 terkait penghapusan kelaparan dan perbaikan gizi.

Penanggung Jawab Medis IGP Pomalaa PTVI, dr. Fathurrahman, mengatakan, kehadiran dokter spesialis di tingkat puskesmas memberikan akses yang lebih luas bagi masyarakat untuk memperoleh layanan kesehatan yang komprehensif.

“Anak-anak bisa langsung diperiksa dokter spesialis. Ini penting untuk deteksi dini gangguan pertumbuhan maupun penyakit,” ujarnya.

Selain memperluas akses, program ini juga memperkuat peran puskesmas sebagai garda terdepan layanan kesehatan. Kehadiran dokter spesialis anak dan kandungan menjadi nilai tambah, mengingat selama ini pelayanan di puskesmas umumnya masih didominasi oleh dokter umum.

Dokter spesialis anak, dr. Apri, menjelaskan bahwa program tersebut dirancang sebagai kegiatan berkelanjutan. Tim medis dijadwalkan melakukan empat kali kunjungan ke sejumlah puskesmas, termasuk Pomalaa, guna memastikan pemantauan kesehatan berjalan optimal.

“Ini bukan kegiatan sekali selesai. Ada beberapa kali kunjungan agar pemantauan bisa berkelanjutan,” katanya.

Ia menegaskan, fokus utama kegiatan ini adalah pencegahan stunting yang membutuhkan proses panjang dan konsistensi. Menurutnya, penanganan stunting tidak dapat dilakukan secara instan, melainkan melalui pemantauan berkelanjutan sejak usia dini.

“Tidak bisa satu kali ukur langsung disebut stunting. Harus ada pemantauan terus-menerus, dari desa sampai kabupaten. Kuncinya ada di pemenuhan gizi sejak dini,” tegasnya.

Kepala Puskesmas Pomalaa mengakui, kehadiran dokter spesialis sangat membantu pelayanan kesehatan masyarakat. Selama ini, pasien yang membutuhkan penanganan lanjutan harus dirujuk ke rumah sakit di Kolaka.

“Sekarang tidak perlu jauh-jauh. Pelayanan sudah didekatkan,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, sekitar 20 anak dengan berat badan kurang menjalani pemeriksaan dan menjadi prioritas dalam upaya pencegahan stunting. Langkah ini sejalan dengan strategi nasional percepatan penurunan stunting yang dicanangkan pemerintah melalui penguatan layanan kesehatan primer dan intervensi spesifik pada kelompok rentan.

Program ini juga mendukung kebijakan pemerintah Indonesia, termasuk Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) yang menargetkan penurunan prevalensi stunting secara signifikan, serta program percepatan penanganan stunting yang melibatkan sinergi antara pemerintah, swasta dan masyarakat.

Pihak Puskesmas berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut agar dampaknya semakin terasa bagi masyarakat.

“Kalau bisa berlanjut, dampaknya pasti lebih terasa,” katanya.

Kolaborasi antara PT Vale, tenaga kesehatan, dan pemerintah daerah ini diharapkan mampu mempercepat penurunan angka stunting di Kabupaten Kolaka, sekaligus menciptakan generasi yang lebih sehat, produktif, dan berdaya saing di masa depan.(*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Investasi Senilai US$2 Miliar, PT Vale Pacu Hilirisasi Nikel Lewat IGP Morowali

27 Maret 2026 - 11:21 WITA

Tebar Kebahagiaan Idulfitri, IPIP Bagikan Parsel Lebaran untuk Keluarga Prasejahtera

25 Maret 2026 - 10:49 WITA

Perkuat Ketahanan Layanan Kesehatan Kolaka, PT Vale Serahkan Ambulans untuk Dukung Operasional PMI

20 Maret 2026 - 14:11 WITA

Tahun 2025, PT Vale Catatkan Kenaikan Kinerja Produksi Nikel Matte Mencapai 72,027 Ton

17 Maret 2026 - 12:11 WITA

Laba Vale Indonesia Melonjak 32% pada 2025, Penjualan Ore Dorong Pertumbuhan Baru

16 Maret 2026 - 23:30 WITA

Trending di Bisnis