Menu

Mode Gelap
Dari Ruang Kelas ke Kursi Rektor, Nur Ihsan Kembali Menapaki Jalan Pengabdian untuk USN Kolaka Nilai KLA Anjlok: Pemda Kolaka Kebut Perbaikan Data Instrumen Penilaian Evaluasi Mandiri Tahun Ini  Dekan FKIP Jadi Pendaftar Pertama, Pilrek USN Kolaka Mulai Panas Pakar UHO Mendaftar, Kontestasi Pilrek USN Kolaka Kian Dinamis Mencapai Puncak Akademik: Jejak Nur Ihsan Sebagai Guru Besar Pertama yang Lahir dari Rahim USN Kolaka “Kini Saya Lebih Tenang”: Harapan Ibu Hamil di Baula Mendapat Layanan Dokter Spesialis

Headline

Kasus Covid Semakin Tinggi, Kolaka Belum Terapkan PPKM Darurat

badge-check


 Kasus Covid Semakin Tinggi, Kolaka Belum Terapkan PPKM Darurat Perbesar

Ilustrasi; penyekatan wilayah perbatasan kabupaten Kolaka dan Bombana pada masa awal pandemi Covid

SIBERKITA.COM, KOLAKA–Meski dalam beberapa hari terakhir kasus baru Covid-19 menunjukkan trend peningkatan, Pemda Kolaka belum akan menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat.

Itu karena secara umum laju pertambahan kasus baru di kabupaten Kolaka cenderung fluktuatif dan tidak berskala luas, atau tidak merata.

Meski demikian Juru Bicara Satgas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Kolaka dr Muhammad Aris memastikan PPKM berskala mikro dalam praktiknya  sebenarnya sudah mulai  diberlakukan sejak beberapa waktu lalu, terutama jika terjadi lonjakan yang signifikan.

“Skala mikro sebenarnya sudah  diterapkan apalagi kalau ada kecenderungan meningkat, itu dilakukan secara terbatas di tingkat kecamatan, desa, dusun, atau lingkungan. Tergantung jumlah kasus dan penyebarannya,” ungkap Aris.

Diakui Aris, pertambahan kasus baru di kabupaten Kolaka dalam beberapa pekan terakhir memang cenderung tinggi.

Bahkan jika mengacu pada petunjuk teknis yang mengatur penentuan tingkat keparahan; kabupaten Kolaka justru pernah berada pada level 3 (kritis) atau setingkat di bawah darurat.

Namun berdasarkan hasil rapat terakhir dengan pihak terkait, akhirnya diputuskan pembatasan hanya diberlakukan secara mikro atau per wilayah seperti kecamatan, desa/dusun atau lingkungan.

“Kemarin itu kita bertambah sampai 38 kasus baru, itu tinggi sekali, tapi masih di bawah kota besar lain seperti Jakarta atau Kendari,” jelas pria yang juga Ketua IDI Kabupaten Kolaka itu.

Terkait faktor pemicu tingginya pertumbuhan kasus covid baru, Aris memastikan salah satunya disebabkan mobilitas masyarakat dari luar menuju kabupaten Kolaka.

Untuk diketahui, hingga Selasa (27/7/2021) lalu jumlah orang dengan positif Covid-19 di Kabupaten Kolaka mencapai 822 kasus dengan angka kematian mencapai 20 orang.

Dari kasus baru sebanyak itu, beberapa penderita yang berhasil terdeteksi justru merupakan warga dari luar kabupaten Kolaka.

Dari data pertumbuhan kasus baru, kecamatan Kolaka dan kecamatan Pomalaa selalu menjadi penyumbang kasus covid tertinggi di kabupaten  Kolaka. (eat)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dari Ruang Kelas ke Kursi Rektor, Nur Ihsan Kembali Menapaki Jalan Pengabdian untuk USN Kolaka

10 April 2026 - 11:07 WITA

Nilai KLA Anjlok: Pemda Kolaka Kebut Perbaikan Data Instrumen Penilaian Evaluasi Mandiri Tahun Ini 

8 April 2026 - 17:16 WITA

Dekan FKIP Jadi Pendaftar Pertama, Pilrek USN Kolaka Mulai Panas

8 April 2026 - 12:02 WITA

Pakar UHO Mendaftar, Kontestasi Pilrek USN Kolaka Kian Dinamis

8 April 2026 - 11:57 WITA

Mencapai Puncak Akademik: Jejak Nur Ihsan Sebagai Guru Besar Pertama yang Lahir dari Rahim USN Kolaka

2 April 2026 - 16:44 WITA

Rektor USN Kolaka, Prof. Dr. Nur Ihsan HL
Trending di Feature