Menu ✖

Mode Gelap
Legal Opinion Satgas Investasi Dipersoalkan, Kuasa Hukum PT GAN Tantang Dasar IUP 475 Hektar PT CSM Menghadapi Musim Hujan, PT Vale Perkuat Pengendalian Air di Proyek Pomalaa Bupati Kolaka Gandeng IPB, Dorong Produktivitas Komoditas Unggulan Daerah Kayla Safety Bantah Mengetahui Dugaan Penyalahgunaan APD di Pomalaa Pertanian Organik Kolaka, Menjaga Tanah sekaligus Merawat Ekonomi Petani Produksi dan Penjualan Nikel Vale Meningkat, Pendapatan Tembus 896 Juta Dollar AS

Nasional

Jadi Kawasan Agrowisata Favorit Kota Palu, Kebun Anggur Duyu Bangkit Bukti Kerja GTRA

badge-check


 Jadi Kawasan Agrowisata Favorit Kota Palu, Kebun Anggur Duyu Bangkit Bukti Kerja GTRA Perbesar

SIBERKITA.ID, PALU – Kebun Anggur di Desa Duyu, yang kini dikenal sebagai Kampung Reforma Agraria Duyu Bangkit, menjadi bukti nyata keberhasilan pelaksanaan Reforma Agraria melalui Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) Kota Palu, Sulawesi Tengah. Kawasan yang sebelumnya terdampak bencana pada 2018 ini kini bertransformasi menjadi sentra pertanian produktif sekaligus destinasi agrowisata favorit warga Kota Palu.

Program yang berjalan sejak 2021 tersebut mendorong penataan aset dan akses bagi masyarakat, khususnya para penyintas bencana. Melalui pendekatan terpadu, GTRA Kota Palu berhasil mengubah kawasan rawan menjadi zona produktif berbasis pertanian modern, yang tidak hanya meningkatkan hasil pertanian, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi warga setempat.

Perencana Ahli Muda Dinas Pertanian sekaligus anggota GTRA Kota Palu, Sutikno Teguh Asparianto, mengaku bangga dapat terlibat dalam pengembangan Kampung Reforma Agraria Duyu Bangkit. Ia menilai perubahan yang dirasakan warga cukup signifikan, terutama dari sisi peningkatan pendapatan. “Perkembangan dari segi pendapatan teman-teman di sini menonjol. Karena dari sejarah panjangnya, mereka sebenarnya penyintas bencana,” ujar Sutikno saat ditemui di Kebun Anggur Duyu, Palu, Sulawesi Tengah.

Sebagai lembaga yang dibentuk untuk mempercepat pelaksanaan Reforma Agraria, GTRA Kota Palu yang dikoordinasikan oleh Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) memastikan setiap intervensi pemerintah berjalan tepat sasaran. “Sejak 2021 kami tergabung dalam Gugus Tugas Reforma Agraria Kota Palu. Kebetulan Pak Wali Kota sebagai ketuanya, beliau memerintahkan kami untuk mendukung program ini, dan BPN berperan sebagai koordinator. Jadi semua kegiatan dapat terkoordinasi dengan baik,” jelas Sutikno.

Manfaat program ini juga dirasakan langsung oleh warga sekitar, termasuk mereka yang tidak tergabung dalam kelompok tani utama. Ibrahim, salah satu warga Desa Duyu, mengungkapkan bahwa menanam anggur menjadi sumber penghasilan tambahan bagi keluarganya. “Bersyukur lah, dapat penghasilan tambahan selain dari warung. Berkat terkenal juga kampung Duyu Anggur ini,” ujarnya.

Ia menuturkan, dari 20 pohon anggur yang ditanam sejak tiga tahun lalu, kini ia dapat memanen hingga tiga kali dalam setahun dengan penghasilan sekitar empat juta rupiah setiap kali panen. Menurutnya, budidaya anggur tersebut bermula dari inisiatif pribadi setelah melihat referensi dari YouTube serta arahan Ketua Petani Kampung Anggur Duyu Bangkit. “Kami coba-coba dulu, dan ternyata lumayan. Bibit awalnya juga dikasih oleh pak ketua,” tambahnya.

Keberhasilan Kampung Reforma Agraria Duyu Bangkit menunjukkan bahwa sinergi lintas sektor melalui GTRA Kota Palu mampu mengubah kawasan terdampak bencana menjadi wilayah produktif dan berdaya saing. Melalui penataan lahan dan pemberdayaan masyarakat, program ini menjadi bukti konkret bahwa Reforma Agraria dapat meningkatkan kesejahteraan serta membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat lokal. (Adv)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kementerian ATR/BPN Tindaklanjuti 94,67% Pengaduan dalam Lapor Mas Wapres

6 November 2026 - 16:01 WITA

Masyarakat Penerima Manfaat Reforma Agraria Meningkat 26%, Tanah Produktif untuk Kesejahteraan Masyarakat

6 November 2026 - 15:59 WITA

Ekspose Manajemen Talenta Kementerian ATR/BPN, Wamen Ossy: Kedepankan Meritokrasi untuk Karier Pegawai Berdasarkan Kompetensi

6 November 2026 - 15:56 WITA

Kementerian ATR/BPN Catat Redistribusi Tanah 4,39 Juta Hektare dalam Pelaksanaan Reforma Agraria

6 November 2026 - 15:53 WITA

Sebulan Berjalan, Live TikTok MasNya ATR/BPN Jangkau 370.000 Penonton

5 November 2026 - 13:39 WITA

Trending di Nasional