SIBERKITA.ID, KOLAKA – Ketika tuntutan pembangunan yang semakin kompleks, desa tetap menjadi ruang belajar yang paling nyata bagi mahasiswa. Di sinilah teori diuji, kepedulian dipertemukan dengan kenyataan, dan ilmu pengetahuan ditantang untuk menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.
Hal ini dikemukakanemangat Bupati Kolaka H. Amri, S.STP., M.Si, saat melepas ratusan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sembilanbelas November (USN) Kolaka yang akan menjalankan pengabdian di lima kabupaten di Sulawesi Tenggara, Senin (13/7/2026).
Momentum tersebut bukan sekadar seremoni akademik, melainkan penegasan bahwa pembangunan daerah memerlukan sinergi yang erat antara pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat.
Dalam sambutannya, Amri mengingatkan bahwa keberhasilan KKN tidak diukur dari lamanya mahasiswa berada di desa, melainkan dari jejak manfaat yang mampu mereka tinggalkan. Mahasiswa diminta menjaga nama baik almamater, menjunjung etika, membangun komunikasi dengan pemerintah desa, sekaligus menghadirkan gagasan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
“Jadilah bagian dari solusi dengan menghadirkan inovasi dan karya nyata yang bermanfaat bagi daerah tempat saudara mengabdi. Saya berharap kehadiran mahasiswa mampu meninggalkan manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Amri.

Pesan ini mencerminkan perubahan paradigma Kuliah Kerja Nyata. Jika dahulu KKN identik dengan kegiatan seremonial di desa, kini program itu semakin diarahkan sebagai laboratorium sosial tempat mahasiswa belajar memahami persoalan riil masyarakat sekaligus menawarkan pendekatan penyelesaian yang berbasis ilmu pengetahuan.
Bagi pemerintah daerah, mahasiswa juga dipandang sebagai mitra strategis dalam memperkuat berbagai agenda pembangunan. Melalui edukasi, pemberdayaan masyarakat, hingga inovasi di tingkat desa, kehadiran peserta KKN diharapkan mampu mempercepat berbagai program pemerintah yang menyentuh langsung kebutuhan warga. Pengalaman itu sekaligus menjadi ruang pembentukan karakter, kepemimpinan, dan profesionalisme calon lulusan perguruan tinggi.
Rektor Universitas Sembilanbelas November Kolaka, Prof. Dr. H. Nur Ihsan HL, M.Hum., bersama jajaran sivitas akademika turut hadir dalam pelepasan tersebut sebagai bentuk dukungan kepada mahasiswa sebelum diberangkatkan ke lokasi pengabdian masing-masing. Kehadiran pimpinan universitas menegaskan komitmen perguruan tinggi dalam menjalankan Tri Dharma melalui kegiatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Di tengah semakin besarnya kebutuhan akan sumber daya manusia yang adaptif dan inovatif, kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi menjadi modal penting. Desa bukan lagi sekadar lokasi praktik mahasiswa, melainkan ruang lahirnya berbagai gagasan yang dapat memperkuat pembangunan dari akar rumput.
Karenanya, keberhasilan KKN pada akhirnya bukan hanya diukur dari jumlah program kerja yang terlaksana. Lebih dari itu, keberhasilan sesungguhnya adalah ketika masyarakat memperoleh manfaat nyata, mahasiswa pulang dengan pengalaman yang membentuk karakter, dan hubungan antara kampus dengan pemerintah daerah semakin kokoh dalam membangun Sulawesi Tenggara dari desa.(*)





























