Menu

Mode Gelap
DP3A Kolaka dan BNN Perkuat Benteng Perlindungan Anak dari Ancaman Narkoba Operasi Pekat Anoa 2026: Tak Hanya Tangkap Pelaku, Polres Kolaka Pulihkan Hak Korban Curanmor Penyaringan Calon Rektor USN Kolaka: Petahana Unggul, Tiga Nama Terpilih Di Tengah Tekanan Harga Nikel, PT Vale Bagikan Dividen dan Percepat Hilirisasi Pelabuhan IPK Perkuat Rantai Pasok Industri Nikel PT IPIP  Dari Puskesmas Pomalaa, PT Vale Menjaga Generasi Masa Depan Sejak Dalam Kandungan

Kolaka

Majelis Kerajaan Mekongga Tunjuk Firman Guro Sebagai Bokeo Ke-XX

badge-check


 Majelis Kerajaan Mekongga Tunjuk Firman Guro Sebagai Bokeo Ke-XX Perbesar

SIBERKITA.ID, KOLAKA – Hasil Musyawarah Tinggi Adat Dalam (MTAD) ke-III Majelis Kerajaan Mekongga Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) tahun 2025, menunjuk/mengangkat Yang Mulia Firman Guro sebagai Bokeo Mekongga ke-XX.

MTAD yang merupakan musyawarah tinggi adat dalam yang diselenggarakan Majelis Kerajaan Mekongga, Sabtu (25/10/2025) disalah satu hotel di Kolaka, di pimpin Kapita atau Panglima Perang dan Menteri urusan kemakmuran rakyat, Hasdin Al Juddawie. Dalam musyawarah yang dihadiri Toonomotuo Okambo, Kapita, Sapati, Pabitara, Mokole, Puutobu Wonua, Pandegara/Tamalaki, Rire, Otadu, Posudo, Ponggeari, Sarea, mbuakoy, Mbuoway dan Tolea. Keluar 3 nama kandidat Bokeo yakni Firman Guro, Hasdin Al Juddawie dan Nur Endang Abbas.

Namun Hasdin Al Juddawie mengundurkan diri. Setelah dibuka asal usul kandidat yang memiliki darah paling murni kebangsawanannya, ternyata Nur Endang Abbas merupakan generasi keenam dari Bokeo Mburi melalui Ibunya, dan keturunan kelima dari Bokeo Robe melalui Bapaknya dimana diantaranya merupakan wanita. Adapun Firman Guro merupakan generasi ketiga atau Cucu Bokeo Bula atau generasi keempat Bokeo Lasipole dari Bapaknya. Atas dasar itu, ditunjuklah Firman Guro sebagai Bokeo Mekongga karena memiliki darah murni kebangsawanan/Anakia.

Menurut Kapita Kerajaan Mekongga, Mejelis kerajaan merupakan kepemangkuan yang bertugas dan bertanggung jawab dalam menunjuk, mengangkat, melantik bahkan memberhentikan Bokeo jika melanggar adat, sebab didalam susunan majelis adat selain Bokeo terdapat pitu tonomotuo (7 orang tua kampung), dan perangkat lainnya yang bekerja menjaga marwah adat.

“Musyawarah Tinggi Adat Dalam yang diselenggarakan Majelis Kerajaan Mekongga merupakan musyawarah sah dan legal dalam memilih Bokeo Mekongga,” kata Hasdin Al Juddawie.

Kandidat yang ditunjuk sebagai Bokeo selanjutnya disampaikan kepada Opitu Toonomotuo, yaitu: Toonomotuo Lambo, Sabilambo, Lalombaa, Laloeha, Puuehu, Tikonu, dan Toonomotuo Puundoho untuk diketahui dan disetujui. Setelah itu dilakukan prosesi pelantikan/pengukuhan dan pengambilan sumpah (pinatonggo ronga tinodeha).

Sementara Firman Guro yang dihadirkan diacara musyawarah setelah anggota menetapkan menunjuk dirinya sebagai Bokeo Ke-XX, menegaskan kesiapannya untuk menerima amanah itu, meskipun diakui sebelumnya ada keraguan dirinya akan diberi amanah memimpin kerajaan Mekongga.

“Dengan keyakinan yang kuat, saya menerima amanah ini demi persatuan dan menjalankan adat istiadat kita sesuai aslinya dan bukan direkayasa, sebab siapa yang melanggar adat ada hukuman yang keras karena hukum adat tidak main-main,” katanya.

Firman menegaskan, jika nanti sudah dilantik sebagai Bokeo, dirinya berjanji akan menjaga dan mempertahankan marwah adat sesuai aslinya, supaya adat Mekongga tetap lestari, bukan dibalut dengan politik atau kepentingan pribadi. Meski demikian Kerajaan sepatutnya terus menjaga hubungan baik dengan Pemerintah.

“Saya harapkan kebersamaan terus dipertahankan, sebab Bokeo tidak berdiri sendiri,” harap Firman Guro.

Adapun Sapati Kerajaan Mekongga (Menteri dalam negeri dan urusan pemerintahan kerajaan), Pastian Puluase berharap setelah YM Firman Guro menjabat sebagai Bokeo, kerjaan Mekongga kedepan akan lebih baik. Karena itu, Bokeo diminta untuk tegas dan tidak takut dalam membangun bumi Mekongga, serta tidak takut dengan adanya intervensi dari luar, sebab masyarakat adat akan mendukung dan menjaga Bokeo. (*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

DP3A Kolaka dan BNN Perkuat Benteng Perlindungan Anak dari Ancaman Narkoba

12 Juni 2026 - 13:37 WITA

Operasi Pekat Anoa 2026: Tak Hanya Tangkap Pelaku, Polres Kolaka Pulihkan Hak Korban Curanmor

10 Juni 2026 - 16:46 WITA

Wakapolres Kolaka Kompol Dr. Mochamad Salman, S.H.,S.I.K.,M.H secara simbolis menyerahkan kendaraan hasil pengungkapan Operasi Pekat Anoa 2026 kepada pemilik sah di Mapolres Kolaka, Rabu (10/6/2026). Selain menangkap pelaku, kepolisian menekankan pentingnya pemulihan hak korban melalui pengembalian barang bukti yang berhasil ditemukan.

DP3A Kolaka Ajak Warga Pelambua Cegah Kekerasan Anak, Perkuat Peran Keluarga dan Lingkungan

9 Juni 2026 - 12:01 WITA

Husmaluddin Pimpin KONI Kolaka, Bidik Kebangkitan Olahraga Daerah

7 Mei 2026 - 13:42 WITA

Polres Kolaka Bongkar Jejak Peredaran Sabu di Dawi-dawi, Seorang Mahasiswa Diamankan

3 Mei 2026 - 21:43 WITA

Trending di Headline