Menu

Mode Gelap
DP3A Kolaka dan BNN Perkuat Benteng Perlindungan Anak dari Ancaman Narkoba Operasi Pekat Anoa 2026: Tak Hanya Tangkap Pelaku, Polres Kolaka Pulihkan Hak Korban Curanmor Penyaringan Calon Rektor USN Kolaka: Petahana Unggul, Tiga Nama Terpilih Di Tengah Tekanan Harga Nikel, PT Vale Bagikan Dividen dan Percepat Hilirisasi Pelabuhan IPK Perkuat Rantai Pasok Industri Nikel PT IPIP  Dari Puskesmas Pomalaa, PT Vale Menjaga Generasi Masa Depan Sejak Dalam Kandungan

Bisnis

Bioni PT Vale di Sorowako: Praktik Cerdas Pengelolaan Sampah Organik Menjadi Sumber Gas Ramah Lingkungan

badge-check


 Bioni PT Vale di Sorowako: Praktik Cerdas Pengelolaan Sampah Organik Menjadi Sumber Gas Ramah Lingkungan Perbesar

Laporan: Abdul Saban

SIBERKITA.ID, MALILI – PT Vale Indonesia Tbk mengembangkan sumber energi alternatif bagi masyarakat di sekitar wilayah operasinya, di kawasan kuliner Puja Sera, Simpang Tiga Magani, Sorowako, Kabupaten Luwu Timur, melalui program Biodigester Nickel (Bioni), dengan membuat stasiuan gas skala kecil yang diolah dari sampah organik.

Stasiun ini menyuplai gas yang menjadi sumber energi pengganti listrik, yang digunakan oleh sejumlah warga untuk keperluan memasak dengan kompor gas.

Manager Environment PT Vale Indonesia Tbk, Umar Kasmar menjelaskan bahwa program ini berangkat dari hasil riset pemilahan sampah di Segregation Plant PT Vale, yang menunjukkan bahwa lebih dari 30 persen sampah dibuang ke TPA merupakan sampah organik.

“Sampah organik ini kami olah dengan metode anaerob, menggunakan bakteri untuk menghasilkan gas metan. Gas ini sangat rendah tekanannya sehingga aman digunakan untuk kebutuhan rumah tangga,” ujar Umar pada wartawan peserta Media visit PT Vale di Sorowako, Minggu (27/7/2025).

Menurutnya, selain menghasilkan gas, proses biodigester juga menghasilkan Pupuk Organik Cair (POC) yang dapat dimanfaatkan masyarakat.

“Nilainya bukan cuma di gas, tapi juga di POC. Harapan kami ini bisa jadi media komunikasi ke masyarakat bahwa sampah bisa dimanfaatkan jika dipilah dengan baik sejak awal,” katanya.

Dengan demikian, program biodigester memberikan dua nilai tambah yakni sebagai sumber energi alternatif dan produk pendukung pertanian ramah lingkungan.

Stasiuan gas ini mampu mengolah hingga 100 kilogram sampah organik per hari. Gas yang dihasilkan mampu menyuplai empat tungku kompor secara bersamaan selama enam jam, sementara POC yang dihasilkan mencapai 40–50 persen dari total bahan yang diolah.

Pemilihan Pasar Magani sebagai lokasi program dilakukan karena merupakan area publik yang mudah diakses oleh masyarakat. Selain itu, lokasi tersebut cukup dekat dengan sumber-sumber sampah organik yang merupakan bahan baku utama pembuatan biodigester.

Harapannya, program ini dapat menjadi contoh nyata pemanfaatan sampah organik dan mendorong kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah sejak dari rumah.

Keberhasilan program ini memperkuat posisi PT Vale Indonesia sebagai perusahaan tambang yang mengutamakan prinsip keberlanjutan, serta menjadi aksi nyata dalam mencapai misi nol sampah ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) atau Zero Waste to Landfill di tahun 2050.(*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Hadiri Gerakan Nasional “AYO Muliakan Sungai”, Wamen Ossy: Memuliakan Sungai Berarti Memuliakan Negara

20 Juni 2026 - 18:43 WITA

Menteri ATR/Kepala BPN dan Mendagri Keluarkan Surat Edaran, Integrasikan LP2B ke Dalam RTRW dan RDTR

20 Juni 2026 - 18:33 WITA

Dulu Mengira Rumit, Kini Pensiunan PNS Mantap Urus Sertipikat Tanah Sendiri

20 Juni 2026 - 18:28 WITA

Promosi Kesehatan di Desa Puubenua, Aksi Nyata PT Vale Perkuat Peran Puskesmas Baula Tekan Ancaman DBD

18 Juni 2026 - 16:43 WITA

Cita-Cita Membangun Daerah Asal, Putra Papua Pilih Timba Ilmu di Politeknik Agraria STPN

18 Juni 2026 - 13:53 WITA

Trending di Nasional