Menu

Mode Gelap
Husmaluddin Pimpin KONI Kolaka, Bidik Kebangkitan Olahraga Daerah Polres Kolaka Bongkar Jejak Peredaran Sabu di Dawi-dawi, Seorang Mahasiswa Diamankan DPO Penganiayaan Maut di Kolaka Ditangkap, Polisi Dalami Keterlibatan Pelaku Lain Kunjungan Kerja di Sultra, Wakapolri Resmikan Jembatan Dhira Brata di Kolaka Dari Laboratorium USN Kolaka, Asa Pendidikan Unggul Diuji Dari Ruang Kelas ke Kursi Rektor, Nur Ihsan Kembali Menapaki Jalan Pengabdian untuk USN Kolaka

Bisnis

Bioni PT Vale di Sorowako: Praktik Cerdas Pengelolaan Sampah Organik Menjadi Sumber Gas Ramah Lingkungan

badge-check


 Bioni PT Vale di Sorowako: Praktik Cerdas Pengelolaan Sampah Organik Menjadi Sumber Gas Ramah Lingkungan Perbesar

Laporan: Abdul Saban

SIBERKITA.ID, MALILI – PT Vale Indonesia Tbk mengembangkan sumber energi alternatif bagi masyarakat di sekitar wilayah operasinya, di kawasan kuliner Puja Sera, Simpang Tiga Magani, Sorowako, Kabupaten Luwu Timur, melalui program Biodigester Nickel (Bioni), dengan membuat stasiuan gas skala kecil yang diolah dari sampah organik.

Stasiun ini menyuplai gas yang menjadi sumber energi pengganti listrik, yang digunakan oleh sejumlah warga untuk keperluan memasak dengan kompor gas.

Manager Environment PT Vale Indonesia Tbk, Umar Kasmar menjelaskan bahwa program ini berangkat dari hasil riset pemilahan sampah di Segregation Plant PT Vale, yang menunjukkan bahwa lebih dari 30 persen sampah dibuang ke TPA merupakan sampah organik.

“Sampah organik ini kami olah dengan metode anaerob, menggunakan bakteri untuk menghasilkan gas metan. Gas ini sangat rendah tekanannya sehingga aman digunakan untuk kebutuhan rumah tangga,” ujar Umar pada wartawan peserta Media visit PT Vale di Sorowako, Minggu (27/7/2025).

Menurutnya, selain menghasilkan gas, proses biodigester juga menghasilkan Pupuk Organik Cair (POC) yang dapat dimanfaatkan masyarakat.

“Nilainya bukan cuma di gas, tapi juga di POC. Harapan kami ini bisa jadi media komunikasi ke masyarakat bahwa sampah bisa dimanfaatkan jika dipilah dengan baik sejak awal,” katanya.

Dengan demikian, program biodigester memberikan dua nilai tambah yakni sebagai sumber energi alternatif dan produk pendukung pertanian ramah lingkungan.

Stasiuan gas ini mampu mengolah hingga 100 kilogram sampah organik per hari. Gas yang dihasilkan mampu menyuplai empat tungku kompor secara bersamaan selama enam jam, sementara POC yang dihasilkan mencapai 40–50 persen dari total bahan yang diolah.

Pemilihan Pasar Magani sebagai lokasi program dilakukan karena merupakan area publik yang mudah diakses oleh masyarakat. Selain itu, lokasi tersebut cukup dekat dengan sumber-sumber sampah organik yang merupakan bahan baku utama pembuatan biodigester.

Harapannya, program ini dapat menjadi contoh nyata pemanfaatan sampah organik dan mendorong kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah sejak dari rumah.

Keberhasilan program ini memperkuat posisi PT Vale Indonesia sebagai perusahaan tambang yang mengutamakan prinsip keberlanjutan, serta menjadi aksi nyata dalam mencapai misi nol sampah ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) atau Zero Waste to Landfill di tahun 2050.(*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Siap Siaga Cegah Karhutla, Wamen Ossy Imbau Pemegang HGU Lakukan Tindakan Pencegahan

7 Mei 2026 - 06:30 WITA

Percepatan Pembangunan Infrastruktur Pantura Jawa Terpadu, Wamen Ossy Tegaskan Tiga Dukungan Utama Kementerian ATR/BPN

5 Mei 2026 - 07:09 WITA

Cerita Warga Semarang Mengurus Roya Hanya Lima Menit Jadi

5 Mei 2026 - 07:06 WITA

Tak Serumit yang Dibayangkan, Warga Buktikan Urus Sertipikat Tanah Sendiri Lebih Mudah

5 Mei 2026 - 07:03 WITA

Beri Kuliah Umum di UNWAHAS, Menteri Nusron Ingin Ciptakan Restrukturisasi Distribusi Tanah

3 Mei 2026 - 18:15 WITA

Trending di Nasional