Menu

Mode Gelap
Laba Vale Indonesia Melonjak 32% pada 2025, Penjualan Ore Dorong Pertumbuhan Baru Senat USN Kolaka Buka Pendaftaran Calon Rektor 2026–2030 Dari Sampah Jadi Karya, PT Vale Ajak Pelajar Kolaka Bangun Kesadaran Lingkungan Lewat Lomba Daur Ulang Panen Padi Desa Puubunga, Upaya PT Vale Menyemai Ketahanan Pangan di Kolaka Tingkatkan Kapasitas Dosen, USN Kolaka Gelar Bimtek Penggunaan ScienceDirect PSN Kolaka Serap Alumni USN, Kampus Jajaki Akses Studi Luar Negeri Bersama Mitra Industri Global

Headline

Pilkada Kolaka: BeraMal dan JaDi Bicara Tenaga Kerja hingga Sekolah Minggu

badge-check


 Pilkada Kolaka: BeraMal dan JaDi Bicara Tenaga Kerja hingga Sekolah Minggu Perbesar

SIBERKITA.ID, KOLAKADua pasangan calon bupati dan wakil bupati Kolaka Amri Jamaluddin – Husmaluddin dan Muhammad Jayadin – Deni Germanto melakoni kampanye dialogis mereka pada Jumat (4/10/24).

Amri Jamaluddin dan Husmaluddin atau pasangan BeraMal menggelar kampanye dialogis mereka di Desa Pelambua, kecamatan Pomalaa pada sore hari pukul 16.00 wita.

Sebelumnya, Muhammad Jayadin dan Deni Germanto atau pasangan JaDi memanfaatkan waktu kampanye dengan blusukan di Pasar Raya Mekongga dan  berdialog dengan masyarakat di kawasan Muara, kelurahan Lamokato.

Di hadapan warga yang memadati kampanye dialogis mereka,  pasangan BeraMal maupun pasangan JaDi mengutarakan visi-misi dan berbagai program unggulan mereka.

Pasangan JaDi  misalnya, mengangkat  masalah ketenagakerjaan, pendidikan, penataan pasar tradisional, dan penataan lingkungan sebagai topik utama dalam dialog mereka dengan warga Muara.

Terkait masalah ketenagakerjaan, Jayadin menegaskan dirinya akan mengawal sekaligus menagih kesepakatan antara pemerintah daerah dengan beberapa perusahaan pertambangan terkait komposisi jumlah tenaga kerja lokal dan non lokal.

“Selama 70 hari menjabat sebagai pelaksana bupati saya telah menandatangani beberapa kesepakatan dengan perusahaan besar terkait tenaga kerja. Saya merasa bertanggungjawab untuk menagih janji-janji itu. Saya pastikan akan mengejar itu,”  tegasnya.

Terkait masalah lingkungan dan kebersihan, Jayadin juga memastikan akan ada perbaikan pada beberapa kawasan yang selama ini dikenal karena sampah dan kekumuhannya.

“Yang lalu dinas PU sudah berupaya melakukan penataan tapi memang belum bisa tuntas seketika. Tapi ke depan pasti kita prioritaskan, termasuk drainase, masalah sampah, penataan pasar dan permukiman,”  tambahnya.

Khusus menyangkut pembinaan anak-anak dan remaja, Jayadin mengemukakan harapan sekaligus  rasa keprihatinan pada kecenderungan penggunaan narkoba. Jayadin berharap para orang tua dan tokoh masyarakat di tiap lingkungan selalu mengantisipasi peredaran Narkoba.

“Sayang sekali kalau sudah diterima bekerja tapi dikeluarkan. Sehebat apa pun anda, tapi  kalau sudah terlibat Narkoba maka akan habis semua. Banyak pekerja di perusahaan-perusahaan besar yang terpaksa diberhentikan karena Narkoba. Kita tidak inginkan itu terjadi,”  tegasnya.

Sementara itu calon bupati nomor urut 1  Amri Jamaluddin di hadapan warga yang memadati posko pemenangan BeraMal di desa Pelambua, kecamatan Pomalaa juga mengangkat isu yang tidak jauh berbeda, utamanya masalah ketenagakerjaan, pendidikan dan pembinaan keagamaan.

Menurut Amri, masalah ketenagaankerjaan sudah final pembahasannya dalam tim BeraMal, tinggal diaplikasikan. Bahkan menjadi salah satu prioritas dalam tahun pertama kepemimpinan mereka jika terpilih menjadi bupati dan wakil bupati.

Terkait pendidikan Amri memastikan  peserta didik di tingkat dasar dan menengah nantinya tidak akan pernah lagi dibebani dana  komite dan pungutan lainnya. Itu karena semua pungutan yang tanpa didasari aturan maupun kesepakatan dengan orang tua atau  wali siswa adalah kesalahan.

“Semua, mulai dari pendidikan dasar sampai SMA, SMK atau sederajat,” katanya.

Di bidang keagamaan, Amri  menjanjikan pembangunan pusat pembinaan anak-anak berdasarkan agama dan kepercayaan masing-masing.

“Misalnya, anak sekolah minggu yang biasa di geraja nantinya akan kita bangunkan tempat untuk mereka. Minimal 1 tempat  di tiap kecamatan. Begitu juga untuk agama lain”.

“Kita juga akan memberikan biaya operasional ke gereja, masjid, pura, vihara agar uang hasil sumbangan atau celengan dari jemaat memang hanya  untuk kesejahteraan imam, pendeta, pastor dan pelayan. Jangan lagi mengganggu uang yang ada untuk bayar listrik dengan air. Selain itu kita juga akan tingkatkan insentif para imam, muasin, pendeta dan pastor,” tambahnya.

Dibidang kebudayaan, Amri menjanjikan adanya momen tertentu untuk dijadikan hari kebudayaan, dimana nantinya akan ada kalender tetap untuk festival budaya.

Khusus para janda dan anak telantar, Amri memastikan mekanisme penanganan masalah sosial di bawah kepemimpinannya nanti akan berjalan baik.

“Akan ada alokasi anggaran dan pembinaan untuk itu,”  janjinya.

Mengawali dialog dengan warga Pelambua, Calon Wakil Bupati Husmaluddin berharap semua tim dan pendukung BeraMal tetap menjaga kerukunan dan keakraban dengan semua orang, bahkan dengan pihak yang berbeda pilihan. (eat)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Laba Vale Indonesia Melonjak 32% pada 2025, Penjualan Ore Dorong Pertumbuhan Baru

16 Maret 2026 - 23:30 WITA

Senat USN Kolaka Buka Pendaftaran Calon Rektor 2026–2030

13 Maret 2026 - 18:40 WITA

Dari Sampah Jadi Karya, PT Vale Ajak Pelajar Kolaka Bangun Kesadaran Lingkungan Lewat Lomba Daur Ulang

13 Maret 2026 - 02:03 WITA

Panen Padi Desa Puubunga, Upaya PT Vale Menyemai Ketahanan Pangan di Kolaka

10 Maret 2026 - 01:42 WITA

Management PT Vale Indonesia bersama jajaran pemerintah daerah Kabupataen Kolaka memanen bersama padi di desa Puubunga, kecamatan Baula, Senin (9/3/2026)

Bola Panas Tuduhan Rp11,9 Miliar: Kuasa Hukum Perusda Kolaka Tantang KAMI Buktikan di Jalur Hukum

6 Maret 2026 - 03:42 WITA

Trending di Kolaka