Menu ✖

Mode Gelap
Bupati Kolaka Gandeng IPB, Dorong Produktivitas Komoditas Unggulan Daerah Kayla Safety Bantah Mengetahui Dugaan Penyalahgunaan APD di Pomalaa Pertanian Organik Kolaka, Menjaga Tanah sekaligus Merawat Ekonomi Petani Produksi dan Penjualan Nikel Vale Meningkat, Pendapatan Tembus 896 Juta Dollar AS Pemkab Kolaka Siapkan Hari Kebudayaan Mekongga, Libatkan Generasi Muda Karhutla di Puulemo dan Baula, Vale Indonesia Siapkan Langkah Penanganan Terpadu

Berita Terkini

ANTAM dan Warga Desa Hakatutobu Buat Coral Nursery dan Transplantasi Terumbu Karang

badge-check


 ANTAM dan Warga Desa Hakatutobu Buat Coral Nursery dan Transplantasi Terumbu Karang Perbesar

Laporan: Abdul Saban

SIBERKITA.COM, KOLAKA – PT ANTAM Tbk UBPN Kolaka menggelar pembuatan Coral Nursery dan transplantasi terumbu karang di desa Hakatutobu, kecamatan Pomalaa, kabupaten Kolaka, Sabtu (8/7/2023). Kegiatan yang dikolaborasikan dengan Komunitas Pecinta Alam Laut (Kapal) Kolaka ini melibatkan masyarakat desa setempat untuk berpartisipasi dalam pemeliharaan sumber daya hayati perairan lautnya.

Kepala Desa Hakatutobu Ruslan mengungkapkan, semua pihak mestinya mulai memikirkan kondisi sumber daya pesisir laut yang dari tahun ke tahun terus mengalami degradasi akibat tekanan pembangunan dan kebutuhan industri.

Kata dia, kepedulian masyarakat terhadap pelestarian ekosisitem pesisir dan laut merupakan modal besar dalam menunjang jaminan sumber kehidupan manusia di masa yang akan datang.

Dia mengapresiasi upaya ANTAM yang selalu aktif terlibat dalam pelestarian ekosistem pesisir laut di desa Hakatutobu. Menurutnya, keberpihakan ANTAM terhadap pelestarian lingkungan, utamanya di kecamatan Pomalaa sudah maksimal. Hal ini dibuktikan dengan adanya dukungan terus menerus oleh perusahaan tersebut terhadap aktifitas pelestarian lingkungan yang dilaksanakan oleh masyarakat Hakatutobu.

“Harapannya, semua pihak mulai bertanggungjawab atas pelestarian terumbu karang, karena itu tempat hidup ikan-ikan kecil. Ini tantangan bagi kita semua untuk bekerjasama menjaga kelestarian ekosistem laut,” ujar Ruslan.

Dia juga mengingatkan agar semua pihak bekerjasama menekan laju peningkatan penggunaan sampah plastik yang secara langsung turut mencancam upaya masyarkat menjaga kelestarian pesisir laut.

“Sampah-sampah ini memang tidak diperkirakan, mereka datang tanpa diundang. Apabila sampah ini sudah masuk ke pesisir-berkumpul, akan menjadi sumber penyakit bagi manusia serta ekosistem yang ada di laut kami ini,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Mining Operation Support Senior Manager PT ANTAM Tbk UBPN Kolaka, Andik Yudiarto berharap agar pembuatan Coral Nursery dan transplantasi terumbu karang tersebut bermanfaat bagi keberlanjutan sumber kehidupan masyarakat, serta dapat menunjang upaya pemulihan ekosistem laut desa Hakatutobu dengan cepat.

Mine Environment Management Assistant Manager PT ANTAM Tbk UBPN Kolaka Charles Andrianto menambahkan, kegiatan transplantasi terumbu karang di desa Hakatutobu telah dilakukan ANTAM bersama Komunitas KAPAL Kolaka sejak tahun 2016 lalu. Saat itu mereka masih menggunakan metode meja dan coral bits sebagai media pembibitan karang, hingga tahun 2018.

“Lalu pada tahun 2021 kami mulai menggunakan metode baru, yakni rangka struktur spider, mirip jaring laba-laba. Di sini kita dapat pengetahuan baru, bahwa dengan metode ini, peluang hidup terumbu karang jauh lebih baik. Dan ada beberapa spesies memang pada saat kita uji coba, itu berhasil tumbuh. Seperti, Acropora, Porites dan ada dua spesies lagi yang bisa tumbuh survive di perairan laut,” jelas Charles.

“Pada hari ini, kita akan melepas 4 coral nursery yang harapannya akan menjadi sumber bibit karang baru di pesisir desa Hakatutobu,” imbuhnya. (*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bupati Kolaka Gandeng IPB, Dorong Produktivitas Komoditas Unggulan Daerah

4 November 2026 - 22:23 WITA

Vale Indonesia Raih Apresiasi Ditjen Minerba atas Kontribusi PNBP

4 November 2026 - 18:51 WITA

Kayla Safety Bantah Mengetahui Dugaan Penyalahgunaan APD di Pomalaa

4 November 2026 - 18:37 WITA

Kejari Kolaka Pulihkan Pajak Mineral Bukan Logam dan Bantuan Rp 18 Miliar, Perkuat Pendapatan Daerah

4 November 2026 - 10:57 WITA

Program JAGAT Jangkau 12 Kecamatan, Kejari Kolaka Dorong Perlindungan Hukum bagi Guru

4 November 2026 - 10:44 WITA

Trending di Kolaka