SIBERKITA.ID, KOLAKA — Wakil Bupati Kolaka, H. Husmaluddin, resmi menakhodai Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kolaka periode 2026–2030 setelah terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Olahraga Kabupaten Luar Biasa (Musorkablub), Kamis (7/5/2026). Terpilihnya Husmaluddin dinilai membuka peluang lebih besar bagi penguatan kebijakan dan dukungan anggaran olahraga daerah.
Musorkablub yang digelar di Sasana Praja Pemda Kolaka itu dihadiri 39 pengurus cabang olahraga (cabor). Forum berlangsung dinamis setelah proses penjaringan calon menyisakan satu nama yang memenuhi syarat administrasi.
Awalnya, Tim Panitia Penjaringan (TPP) menerima tiga bakal calon ketua, yakni Akring Johar, H. Husmaluddin, dan Hj. Hariani Syamsuddin. Namun, Akring Johar mengundurkan diri dari pencalonan. Sementara itu, berkas Hj. Hariani Syamsuddin dinyatakan tidak memenuhi syarat karena ditemukan dukungan ganda dari cabang olahraga pengusung.
Situasi tersebut membuat Husmaluddin menjadi calon tunggal dan ditetapkan secara aklamasi memimpin KONI Kolaka hingga 2030.
Dalam pidato perdananya, Husmaluddin menegaskan fokus utama kepengurusannya ialah mengembalikan kejayaan olahraga Kolaka yang dalam beberapa tahun terakhir dinilai mengalami penurunan prestasi.
“Saya berharap jangan biarkan saya bekerja sendiri. Kita harus bersama-sama mengembalikan kejayaan olahraga di Kabupaten Kolaka,” ujar Husmaluddin.
Ia menyebut, langkah awal yang segera dilakukan ialah membentuk struktur kepengurusan baru sekaligus memperkuat dukungan pembiayaan olahraga. Menurut dia, peningkatan anggaran menjadi faktor penting untuk mendorong pembinaan atlet dan pengembangan cabang olahraga.
Husmaluddin bahkan menargetkan tambahan dana hibah KONI sebesar Rp5 miliar melalui pergeseran Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026.
“Kalau di APBD murni baru tersedia hibah Rp5 miliar, mudah-mudahan dalam pergeseran APBD bisa ditambah lagi Rp5 miliar,” katanya.
Ia mengingatkan bahwa Kolaka pernah mencatat capaian membanggakan, termasuk mewakili Sulawesi Tenggara pada cabang sepak bola di tingkat nasional pada 2022. Menurut dia, prestasi tersebut harus menjadi pemantik kebangkitan olahraga daerah.
“Ke depan bukan hanya sepak bola, tetapi semua cabang olahraga di Kolaka harus mampu bersaing dengan daerah lain,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Umum KONI Sulawesi Tenggara, Dr. La Sawali, menilai terpilihnya Husmaluddin menjadi momentum penting bagi pembinaan olahraga di Kolaka. Posisi Husmaluddin sebagai wakil bupati dinilai dapat memperkuat sinkronisasi kebijakan pemerintah daerah dengan kebutuhan pembinaan olahraga prestasi.
“Dukungan kebijakan pengembangan olahraga tentu bisa lebih terarah,” kata La Sawali.(*)



























