Menu

Mode Gelap
Laba Vale Indonesia Melonjak 32% pada 2025, Penjualan Ore Dorong Pertumbuhan Baru Senat USN Kolaka Buka Pendaftaran Calon Rektor 2026–2030 Dari Sampah Jadi Karya, PT Vale Ajak Pelajar Kolaka Bangun Kesadaran Lingkungan Lewat Lomba Daur Ulang Panen Padi Desa Puubunga, Upaya PT Vale Menyemai Ketahanan Pangan di Kolaka Tingkatkan Kapasitas Dosen, USN Kolaka Gelar Bimtek Penggunaan ScienceDirect PSN Kolaka Serap Alumni USN, Kampus Jajaki Akses Studi Luar Negeri Bersama Mitra Industri Global

Berita Terkini

Perusahaan Tambang Ini Dituding Cemari Laut Desa Sopura, Ikan di Karamba Nelayan Mati

badge-check


 Perusahaan Tambang Ini Dituding Cemari Laut Desa Sopura, Ikan di Karamba Nelayan Mati Perbesar

SIBERKITA.COM, KOLAKA –Sejumlah nelayan di desa Sopura, kecamatan Pomalaa, kabupaten Kolaka mendatangi areal operasi penambangan nikel milik PT. Ayudika sekitar pukul 11.30 Wita, Minggu (8/8/2021) untuk memprotes aktivitas perusahaan tersebut yang dinilai telah mencemari perairan laut.

Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Sopura Rapi Lukman mengatakan, akibat aktivitas PT Ayudika tersebut telah mencemari laut dan berujung pada matinya ikan peliharaan para nelayan yang ada dalam areal budidaya karamba.

”Ada dua tuntutan masyarakat, pertama aktiftas pertambangan tersebut harus segera dihentikan karena berada dekat dengan Sungai Sopura dan dekat dengan pemukiman warga. Yang kedua, pihak perusahaan harus mengganti rugi kerugian yang dialami nelayan karamba,” ungkap Rupi Lukman yang mewakili nelayan terdampak.

Menyikapi keluhan warga, Komandan Rayon Militer (Danramil) 1412-02 Wundulako, Kapten CPL Muh. Arsyad yang datang menemui warga bersama Rislan, selaku pelaksana tehnis tambang, berjanji akan segera menyampaikan tuntutan warga kepada pimpinan.

“Saya di sini hanya memfasilitasi, ” kata Arsyad di hadapan warga.

Arsyad menegaskan, dalam waktu secepatnya sudah ada jawaban atas solusi dari tuntutan warga. “Semua bisa dibicarakan secara kekeluargaan, ” katanya.

Hal senada dikatakan pelaksana tehnis tambang, Rislan, yang juga warga Sopura. Ia berjanji akan meneruskan aspirasi warga kepada pimpinan perusahaan Meski awalnya, Rislan sempat adu argumen untuk membuktikan apakah matinya ikan karamba akibat dampak yang ditimbulkan dari tambang mereka.

“Nanti kita telusuri, tapi saya kira semua bisa dibicarakan, ” kata Arsyad.

Menyinggung areal penambangan di luar IUP, Rislan mengaku hal biasa dilakukan para
penambang dan menurutnya tidak ada masalah. (AS)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tebar Kebahagiaan Idulfitri, IPIP Bagikan Parsel Lebaran untuk Keluarga Prasejahtera

25 Maret 2026 - 10:49 WITA

Laba Vale Indonesia Melonjak 32% pada 2025, Penjualan Ore Dorong Pertumbuhan Baru

16 Maret 2026 - 23:30 WITA

Senat USN Kolaka Buka Pendaftaran Calon Rektor 2026–2030

13 Maret 2026 - 18:40 WITA

Dari Sampah Jadi Karya, PT Vale Ajak Pelajar Kolaka Bangun Kesadaran Lingkungan Lewat Lomba Daur Ulang

13 Maret 2026 - 02:03 WITA

Panen Padi Desa Puubunga, Upaya PT Vale Menyemai Ketahanan Pangan di Kolaka

10 Maret 2026 - 01:42 WITA

Management PT Vale Indonesia bersama jajaran pemerintah daerah Kabupataen Kolaka memanen bersama padi di desa Puubunga, kecamatan Baula, Senin (9/3/2026)
Trending di Bisnis