Menu

Mode Gelap
Merawat Harmoni: IPIP dan Masyarakat Adat Komitmen Dukung Investasi Aman, Kondusif, dan Berkelanjutan Raker MRPTNI di Medan: USN Kolaka Berkomitmen Memperkuat Kolaborasi Riset dan Mitigasi Bencana Nasional Kolaborasi PT Vale dan Puskesmas Pomalaa Tingkatkan Derajat Kesehatan Masyarakat Lewat Sosialisasi PHBS di Desa Huko-huko Musrenbang di Pomalaa, Bupati Kolaka Soroti Kualitas Pelayanan Publik PT Vale IGP Pomalaa Dorong Ketangguhan Tanggap Bencana Lewat Pelatihan SAR Bagi Masyarakat Sekitar Wilayah Pemberdayaan Sinergi dengan Pemda Kolaka, PT Vale IGP Pomalaa Perluas Akses Layanan Kesehatan lewat Bimtek Kader Posyandu

Feature

Kisah Emas Angga dan Irfan di Karpet Merah NANDES Championship 2

badge-check


 Kisah Emas Angga dan Irfan di Karpet Merah NANDES Championship 2 Perbesar

Sebuah cerita tentang filosofi di balik kepalan tangan dan strategi di balik keringat. Bagi dua mahasiswa USN Kolaka, medali emas adalah perpaduan antara disiplin akademik dan ketangguhan mental.

 

SIBERKITA.ID, KOLAKA — Gemuruh tepuk tangan di arena NANDES Championship 2 telah mereda, namun kebanggaan itu baru saja dimulai. Di antara ratusan pesilat tangguh dari seluruh Sulawesi Tenggara yang berkumpul di Kolaka pekan lalu, dua nama pulang dengan kepala tegak, menggenggam medali emas yang paling didambakan.

Mereka bukanlah atlet penuh waktu yang mendedikasikan 24 jam waktunya untuk berlatih. Sehari-hari, mereka adalah mahasiswa di Universitas Sembilanbelas November (USN) Kolaka, membagi fokus antara buku dan arena.

Mereka adalah Angga Jibran dan Irfan Jaya. Kemenangan mereka bukan sekadar catatan prestasi; ini adalah kisah tentang bagaimana ruang kuliah bisa menjadi fondasi untuk sebuah kemenangan di gelanggang.

 

Dua Sisi Prestasi: Seni dan Tanding

Kisah emas ini memiliki dua babak yang berbeda, namun sama-sama memukau.

Di kategori Seni, di mana setiap gerakan dinilai berdasarkan presisi, kekuatan, dan keindahan, Angga Jibran tampil memukau. Sebagai mahasiswa Program Studi Pendidikan Jasmani (FKIP), Angga tidak hanya melihat silat sebagai olahraga, tapi sebagai perpanjangan dari ilmunya.

“Di Pendidikan Jasmani, kami belajar tentang anatomi, biomekanika, dan efisiensi gerak,” ujar Angga, medali emasnya berkilau di leher. “Di kategori seni, ini bukan hanya soal gerakan indah. Setiap tarikan napas, setiap kuda-kuda, harus memiliki tenaga dan makna.”

Baginya, ini adalah pembuktian. “Medali ini bukan hanya untuk saya,” lanjutnya, “tapi untuk membuktikan bahwa apa yang kami pelajari di kelas memiliki aplikasi nyata dalam disiplin setinggi ini. Ini adalah perpaduan antara seni, olahraga, dan sains.”

Irfan Jaya: ‘Membaca’ Lawan Seperti ‘Membaca’ Peta

Di sudut lain arena, di kategori Tanding yang sarat adu fisik dan strategi, Irfan Jaya menunggu gilirannya. Banyak yang mungkin mengernyitkan dahi. Seorang mahasiswa Program Studi Pendidikan Geografi (FKIP) di arena pertarungan?

Irfan hanya tersenyum. Baginya, ada benang merah yang jelas.

“Banyak yang bertanya, apa hubungan Geografi dengan silat tanding?” kata Irfan setelah kemenangannya. “Di Geografi, kami diajarkan menganalisis ruang, pola, dan memetakan situasi untuk mengambil keputusan.”

“Di arena,” jelasnya, “saya melakukan hal yang sama. Saya ‘memetakan’ kebiasaan lawan, mencari celah di pertahanannya, dan menganalisis polanya. Kapan dia menyerang? Kapan dia lelah? Kemenangan ini bukan hanya soal fisik, tapi soal strategi. Sama seperti di Geografi.”

 

Inspirasi yang Melampaui Medali

Kemenangan ganda dari dua fakultas yang sama ini disambut dengan bangga oleh seluruh civitas academica USN Kolaka. Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Kerjasama dan Sistem Informasi, Qammaddin, S.Kom., M.Kom., CITSM., ECIH, melihat capaian ini sebagai mercusuar baru.

“Prestasi medali emas oleh Angga Jibran dan Irfan Jaya merupakan bukti nyata bahwa mahasiswa USN Kolaka mampu bersaing,” ujar Qammaddin. “Mereka telah menunjukkan keseimbangan luar biasa antara tuntutan akademik dan pengembangan bakat.”

Bagi Angga dan Irfan, medali ini adalah puncak dari manajemen waktu yang tak kenal lelah—antara tugas kuliah, ujian, dan latihan keras di malam hari. Bagi USN Kolaka, ini adalah penegasan komitmen mereka untuk mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga berkarakter, tangguh, dan siap ‘bertanding’ di panggung apa pun.

Kejuaraan NANDES Championship 2 mungkin telah usai, namun kisah dua mahasiswa yang berhasil menaklukkan dua dunia—akademik dan olahraga—baru saja dimulai.(*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Raker MRPTNI di Medan: USN Kolaka Berkomitmen Memperkuat Kolaborasi Riset dan Mitigasi Bencana Nasional

30 Januari 2026 - 13:43 WITA

USN Kolaka Buka Program Studi Gizi, Jawab Tantangan Kesehatan Wilayah Tambang

25 Januari 2026 - 18:01 WITA

Rektor USN Kolaka Raih Gelar Guru Besar Bidang Pendidikan Bahasa Indonesia

19 Januari 2026 - 14:40 WITA

Rektor USN Kolaka, Dr. Nur Ihsan HL

Rektor USN Kolaka Dorong Profesionalisme Pengelola Keuangan Lewat BIMTEK Penatausahaan

19 Desember 2025 - 11:30 WITA

Rektor USN Kolaka, Dr. Nur Ihsan HL

USN Kolaka Gelar Lokakarya Kurikulum OBE, Siapkan Lulusan Teknik Pertambangan yang Kompetitif dan Adaptif

10 Desember 2025 - 15:28 WITA

Trending di Kampus