Menu

Mode Gelap
Laba Vale Indonesia Melonjak 32% pada 2025, Penjualan Ore Dorong Pertumbuhan Baru Senat USN Kolaka Buka Pendaftaran Calon Rektor 2026–2030 Dari Sampah Jadi Karya, PT Vale Ajak Pelajar Kolaka Bangun Kesadaran Lingkungan Lewat Lomba Daur Ulang Panen Padi Desa Puubunga, Upaya PT Vale Menyemai Ketahanan Pangan di Kolaka Tingkatkan Kapasitas Dosen, USN Kolaka Gelar Bimtek Penggunaan ScienceDirect PSN Kolaka Serap Alumni USN, Kampus Jajaki Akses Studi Luar Negeri Bersama Mitra Industri Global

Headline

Keluarga Ambil Paksa Pasien Covid yang Meninggal, Tim Gustas Kolaka Tidak Bisa Berbuat Apa-apa

badge-check


 dr. Muhammad Aris Perbesar

dr. Muhammad Aris

dr. Muhammad Aris

SIBERKITA.COM, KOLAKA– Tim Gugus Tugas  Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Kolaka kembali menemui tantangan berat dalam penanganan pasien positif corona.

Kali ini tim Gustas yang diketuai langsung Bupati Kolaka Ahmad Safei harus “berjibaku” dengan pikak keluarga pasien penderita Covid-19 meninggal, Jumat malam (30/7/2021).

Dalam keterangannya melalui pesan whatsapp grup, Sabtu (31/7/2021) Juru Bicara Gustas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Kolaka dr Muhammad Aris mengungkapkan terjadinya ketegangan antara pihak keluarga pasien dengan tim Gustas.

“Pasien meninggal positif covid 19 tadi malam dibawa paksa oleh keluarga, kami tidak bisa berbuat apa-apa,” ungkap Aris singkat.

Dari tangkapan foto yang diunggah digrup whatsapp, Aris menunjukkan tangkapan foto terkait identitas dan status penanganan pasien berusia 22 tahun tersebut sejak masuk IGD, skrining PCR swab tanggal 24 Juli hingga tindakan medis tanggal 26 Juli di Rumah Sakit Benyamin Guluh (RSBG) Kolaka.

Dalam ungkapan  gambar rekam medis terlihat catatan bahwa sebelumnya pasien perempuan, warga kecamatan Kolaka itu sempat menjalani pemeriksaan di Puskesmas Kolaka, sebelum akhirnya dirujuk ke RSBG.

Dalam pesannya melalui grup whatsapp tersebut, Juru Bicara Gustas Covid-19 Kabupaten Kolaka yang juga Ketua IDI Kabupaten Kolaka itu tidak banyak memberi komentar.

Muhammad Aris hanya mengucapkan kalimat singkat. “Kami tidak bisa berbuat apa-apa. Harap berhati-hati,” katanya.(eat)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tebar Kebahagiaan Idulfitri, IPIP Bagikan Parsel Lebaran untuk Keluarga Prasejahtera

25 Maret 2026 - 10:49 WITA

Laba Vale Indonesia Melonjak 32% pada 2025, Penjualan Ore Dorong Pertumbuhan Baru

16 Maret 2026 - 23:30 WITA

Senat USN Kolaka Buka Pendaftaran Calon Rektor 2026–2030

13 Maret 2026 - 18:40 WITA

Dari Sampah Jadi Karya, PT Vale Ajak Pelajar Kolaka Bangun Kesadaran Lingkungan Lewat Lomba Daur Ulang

13 Maret 2026 - 02:03 WITA

Panen Padi Desa Puubunga, Upaya PT Vale Menyemai Ketahanan Pangan di Kolaka

10 Maret 2026 - 01:42 WITA

Management PT Vale Indonesia bersama jajaran pemerintah daerah Kabupataen Kolaka memanen bersama padi di desa Puubunga, kecamatan Baula, Senin (9/3/2026)
Trending di Bisnis