Menu

Mode Gelap
Laba Vale Indonesia Melonjak 32% pada 2025, Penjualan Ore Dorong Pertumbuhan Baru Senat USN Kolaka Buka Pendaftaran Calon Rektor 2026–2030 Dari Sampah Jadi Karya, PT Vale Ajak Pelajar Kolaka Bangun Kesadaran Lingkungan Lewat Lomba Daur Ulang Panen Padi Desa Puubunga, Upaya PT Vale Menyemai Ketahanan Pangan di Kolaka Tingkatkan Kapasitas Dosen, USN Kolaka Gelar Bimtek Penggunaan ScienceDirect PSN Kolaka Serap Alumni USN, Kampus Jajaki Akses Studi Luar Negeri Bersama Mitra Industri Global

Berita Terkini

Janji Bangun Pabrik Tidak Ditepati, PT Vale Terus Menuai Sorotan

badge-check


 Janji Bangun Pabrik Tidak Ditepati, PT Vale Terus Menuai Sorotan Perbesar

SIBERKITA.COM, KOLAKA– Sekelompok masyarakat di kabupaten Kolaka kembali menggelar aksi unjuk rasa untuk mempertanyakan itikad PT Vale Indonesia memenuhi janji membangun smelter.

Kali ini aksi unjuk rasa menyoal rencana pembangunan pabrik nikel oleh PT Vale digelar oleh Ormas Tamalaki di DPRD Kolaka, Senin (21/3/2022).

Dengan menggunakan tronton, puluhan pengunjukrasa Tamalaki menggelar spanduk bertuliskan “Seruan aksi usir PT Vale dari Wonua Mekongga, karena tidak kunjung menunaikan janjinya membangun pabrik di daerah Mekongga”.

Dengan bertelanjang dada, sebagian pengunjukrasa mendatangi kantor/site area PT Vale di kecamatan Pomalaa

Dalam orasinya, Sekjen Tamalaki Sulawesi Tenggara Adri Pasla menyatakan, jika PT Vale tidak kunjung mewujudkan janji membangun pabrik, seperti yang pernah diungkapkan saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPRD Kolaka, maka sebaiknya perusahaan itu angkat kaki dari Kolaka.

“Vale sudah puluhan tahun menguasai tanah Kolaka, tapi tidak melakukan aktivitas pertambangan seperti perusahaan tambang lainnya. Akibatnya masyarakat dan pemerintah daerah sangat dirugikan. Kita hanya dijadikan penjaga tanah PT Vale,” tegas Adri dalam orasinya.

Sementara itu, anggota DPRD Kolaka Musdalim Zakir yang menerima massa pengunjukrasa menyatakan dukungannya kepada setiap gerakan untuk menagih semua janji-janji PT Vale Indonesia.

Menurut Musdalim, DPRD Kolaka sudah sejak lama menyuarakan hal yang sama seperti tuntutan massa masyarakat agar PT Vale segera membangun pabrik pemurnian nikel di  Kolaka.

“Kita kemudian dijanji-janji, tapi kenyataannya tidak pernah ada progres yang bisa ditagih karena itu saya mendukung aksi kalian,” tegas Musdalim.

Usai menggelar aksi di DPRD Kolaka, pengunjukrasa kemudian bergerak menuju kantor PT Vale di kecamatan Pomalaa untuk menyampaikan aspirasi serupa.

Perjalanan para pengunjukrasa menuju kantor PT Vale mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian setempat.

“Kita akan langsung ke kantor Vale untuk menyampaikan aspirasi yang sama, bahkan kalau perlu kita akan menduduki dan bermalam di kantor itu,” tegas Adri.(eat)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tebar Kebahagiaan Idulfitri, IPIP Bagikan Parsel Lebaran untuk Keluarga Prasejahtera

25 Maret 2026 - 10:49 WITA

Bola Panas Tuduhan Rp11,9 Miliar: Kuasa Hukum Perusda Kolaka Tantang KAMI Buktikan di Jalur Hukum

6 Maret 2026 - 03:42 WITA

Pembina PPTQ Asal Kolaka Raih Juara di Acara UNHAS TV Mencari Da’i 2026

5 Maret 2026 - 16:01 WITA

Perusda Kolaka Bantah Dugaan Penyimpangan Rp11,9 Miliar, Kuasa Hukum Ancam Tempuh Jalur Hukum

28 Februari 2026 - 22:34 WITA

TPAKD Dikukuhkan, Kolaka Luncurkan Gerakan Mosonggi untuk Dorong Inklusi Keuangan dan Kedaulatan Pangan

16 Februari 2026 - 13:38 WITA

Camat Kolaka, Ritzky Mario mengaduk bahan makanan olahan sagu menjadi Sinonggi dalam acara peluncuran program MOSONGGI di Alun-alun 19 November Kolaka, Senin (16/2/2026)
Trending di Kolaka