Menu ✖

Mode Gelap
Pertanian Organik Kolaka, Menjaga Tanah sekaligus Merawat Ekonomi Petani Produksi dan Penjualan Nikel Vale Meningkat, Pendapatan Tembus 896 Juta Dollar AS Pemkab Kolaka Siapkan Hari Kebudayaan Mekongga, Libatkan Generasi Muda Karhutla di Puulemo dan Baula, Vale Indonesia Siapkan Langkah Penanganan Terpadu Penyidikan Perambahan Tanamalia Meluas, Gakkum Kehutanan Dalami Keterlibatan Ali Kamri Atasi Antrean BBM, Bupati Kolaka Pantau Distribusi dan Solar Bersubsidi

Kolaka

Masyarakat Diminta Pasang Patok Tanah Secara Mandiri, Ini Penjelasan Kantor Pertanahan Kolaka

badge-check


 Masyarakat Diminta Pasang Patok Tanah Secara Mandiri, Ini Penjelasan Kantor Pertanahan Kolaka Perbesar

Laporan: Abdul Saban

SIBERKITA.ID, KOLAKA – Dalam setiap pelaksanaan program pertanahan, khususnya Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), masyarakat sering bertanya mengapa pemasangan patok batas bidang tanah dilakukan secara mandiri oleh pemilik tanah, bukan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Kolaka melalui Kepala Seksi Survei dan Pemetaan, Sarwan Inggadi menjelaskan bahwa penentuan dan pemasangan patok batas tanah merupakan tanggung jawab pemilik karena yang paling mengetahui persis batas-batas bidang tanah adalah masyarakat itu sendiri.

“Dengan memasang patok secara mandiri, masyarakat dapat memastikan batas tanah sesuai kesepakatan dengan pemilik tanah yang berbatasan langsung, sehingga meminimalisir potensi sengketa di kemudian hari,” katanya.

Selain itu, ketentuan ini juga sejalan dengan prinsip partisipasi aktif masyarakat dalam program PTSL. Pemerintah melalui BPN hanya memfasilitasi pengukuran, pencatatan, dan penerbitan sertipikat. Sementara penentuan batas bidang tanah merupakan hal yang bersifat personal dan harus mendapat persetujuan para pihak yang berbatasan.

“Jika BPN yang memasang patok tanpa keterlibatan masyarakat, dikhawatirkan akan menimbulkan perselisihan. Karena itu, masyarakat sendiri yang wajib memasang patok dan menyepakati batasnya dengan tetangga. BPN kemudian akan mengukur berdasarkan patok yang telah dipasang,” jelasnya.

Dengan adanya pemasangan patok secara mandiri, proses PTSL dapat berjalan lebih cepat, efektif, dan mengurangi risiko permasalahan hukum di kemudian hari. Selain itu, biaya yang dibutuhkan untuk patok relatif terjangkau, sehingga diharapkan masyarakat dapat mendukung program ini secara penuh.

Melalui penegasan ini, Kantor Pertanahan mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Kolaka untuk proaktif memasang patok tanahnya, karena selain sebagai syarat pengukuran dan penerbitan sertipikat, patok juga berfungsi penting sebagai tanda batas permanen yang memberikan kepastian hukum atas kepemilikan tanah. (*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kejari Kolaka Pulihkan Pajak Mineral Bukan Logam dan Bantuan Rp 18 Miliar, Perkuat Pendapatan Daerah

4 November 2026 - 10:57 WITA

Program JAGAT Jangkau 12 Kecamatan, Kejari Kolaka Dorong Perlindungan Hukum bagi Guru

4 November 2026 - 10:44 WITA

RSUD Wasasi Wasabenggali Beroperasi, Mendekatkan Layanan Kesehatan bagi Warga Pomalaa

2 November 2026 - 23:14 WITA

Bunda PAUD Sembilan Kecamatan Dikukuhkan, Kolaka Perkuat Layanan Pendidikan Anak Usia Dini

2 November 2026 - 23:05 WITA

Bupati Kolaka Lantik 10 Pejabat, Tekankan Kinerja dan Pelayanan Publik

2 November 2026 - 22:56 WITA

Trending di Kolaka