Menu ✖

Mode Gelap
Legal Opinion Satgas Investasi Dipersoalkan, Kuasa Hukum PT GAN Tantang Dasar IUP 475 Hektar PT CSM Menghadapi Musim Hujan, PT Vale Perkuat Pengendalian Air di Proyek Pomalaa Bupati Kolaka Gandeng IPB, Dorong Produktivitas Komoditas Unggulan Daerah Kayla Safety Bantah Mengetahui Dugaan Penyalahgunaan APD di Pomalaa Pertanian Organik Kolaka, Menjaga Tanah sekaligus Merawat Ekonomi Petani Produksi dan Penjualan Nikel Vale Meningkat, Pendapatan Tembus 896 Juta Dollar AS

Nasional

Wamen ATR/Wakil BPN RI Jadi Pembicara di Panel Diskusi The Yudhoyono Institute

badge-check


 Oplus_131072 Perbesar

Oplus_131072

Laporan: Abdul Saban

SIBERKITA.ID, JAKARTA – Wakil Menteri ATR/BPN, Ossy Dermawan, dipilih menjadi salah satu pembicara dalam Panel Diskusi The Yudhoyono Institute yang berlangsung pada Minggu (13/04/25) di Grand Sahid Hotel Jakarta. Diskusi ini mengangkat tajuk “Dinamika dan Perkembangan Dunia Terkini: Geopolitik, Keamanan dan Ekonomi Global”.

Wamen Ossy membawakan materi terkait menyikapi situasi dunia pasca perang tarif yang dipicu oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump beberapa waktu terakhir.

Dalam keynote speech-nya, Wamen Ossy bicara soal transisi tatanan dunia lama yang selama ini dipimpin oleh Amerika Serikat pasca Perang Dunia II.

Menurutnya, kekuatan itu mulai kehilangan daya sehingga muncul upaya negara-negara baru yang ingin mendominasi, seperti yang begitu potensial adalah Republik Rakyat Tiongkok (RRT) yang dipimpin oleh Xi Jinping.

Sehubungan dengan itu, Wamen Ossy menyampaikan beberapa poin yang bisa dilakukan menghadapi ketidakpastian dunia saat ini. Salah satunya, dengan memperkuat kerja sama regional melalui ASEAN (Association of Southeast Asian Nations). Tak hanya itu, Indonesia juga diharapkan menaruh fokus besar pada ketahanan, baik ancaman militer maupun ancaman non-tradisional, seperti perubahan iklim.

Pada Panel Diskusi ini juga hadir Chairman The Yudhoyono Institute, Susilo Bambang Yudhoyono; Direktur Eksekutif The Yudhoyono Institute, Agus Harimurti Yudhoyono; para pemangku kepentingan; serta sejumlah pakar dan praktisi ekonomi nasional. (ADV)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Sertipikat Tanah Masih atas Nama Orang Tua yang Sudah Meninggal? Berikut Ini Risikonya

8 November 2026 - 10:56 WITA

Wamen Ossy Laporkan Progres Dukungan Kementerian ATR/BPN dalam Percepatan Pembangunan KSPEAN di Empat Provinsi Prioritas

7 November 2026 - 07:58 WITA

Kementerian ATR/BPN Tindaklanjuti 94,67% Pengaduan dalam Lapor Mas Wapres

6 November 2026 - 16:01 WITA

Masyarakat Penerima Manfaat Reforma Agraria Meningkat 26%, Tanah Produktif untuk Kesejahteraan Masyarakat

6 November 2026 - 15:59 WITA

Ekspose Manajemen Talenta Kementerian ATR/BPN, Wamen Ossy: Kedepankan Meritokrasi untuk Karier Pegawai Berdasarkan Kompetensi

6 November 2026 - 15:56 WITA

Trending di Nasional