Menu

Mode Gelap
Laba Vale Indonesia Melonjak 32% pada 2025, Penjualan Ore Dorong Pertumbuhan Baru Senat USN Kolaka Buka Pendaftaran Calon Rektor 2026–2030 Dari Sampah Jadi Karya, PT Vale Ajak Pelajar Kolaka Bangun Kesadaran Lingkungan Lewat Lomba Daur Ulang Panen Padi Desa Puubunga, Upaya PT Vale Menyemai Ketahanan Pangan di Kolaka Tingkatkan Kapasitas Dosen, USN Kolaka Gelar Bimtek Penggunaan ScienceDirect PSN Kolaka Serap Alumni USN, Kampus Jajaki Akses Studi Luar Negeri Bersama Mitra Industri Global

Berita Terkini

Monumen Gelora Perjuangan Kolaka di Sabilambo Makin Tidak Terawat

badge-check


 Monumen Gelora Perjuangan Kolaka di Sabilambo Makin Tidak Terawat Perbesar

SIBERKITA.COM, KOLAKA— Monumen “Gelora Perjuangan” rakyat Kolaka yang terletak di simpang tiga kelurahan Sabilambo, kecamatan Kolaka ini tidak terawat lagi.

Sejak direnovasi pada periode kedua kepemimpinan Bupati Kolaka, Buhari Matta sekira tahun 2008 silam, hingga kini monumen tersebut hampir tidak pernah tersentuh pemeliharaan atau dibersihkan.

Saat ini, sebagian puncak monumen Gelora Perjuangan telah ditumbuhi belukar. Demikian pula sebagian dinding mulai di”hiasi” tumbuhan liar yang muncul di sela (nat) ubin.

Sementara relief yang menggambarkan situasi pertempuran, juga sudah sangat kotor “terbungkus” debu dan kotoran lainnya.

Kondisi memprihatinkan  terlihat pula pada pagar pembatas yang tidak lagi terawat, serta bekas tempelan striker atau pamflet yang makin memperburuk penampakan bangunan tersebut.

Kotor dan tidak terawat

Kondisi berbeda justru terlihat pada beberapa fasilitas/sarana lain dalam kota Kolaka yang selalu di”rias” dan ditata serapih mungkin menjelang HUT proklamasi atau hari besar lainnya.

Untuk diketahui, monumen perjuangan yang letaknya persis di depan terminal Larumbalangi dan SPBU Sabilambo merupakan penggambaran kisah heroik perjuangan rakyat Kolaka mempertahankan kemerdekaan.

Monumen tersebut awalnya dibangun pada masa kepemimpinan bupati Kolaka kedua, Letkol Lappase pada tahun 1970-an.

Di simpang tiga Sabilambo inilah beberapa pertempuran antara pejuang Kolaka melawan tentara sekutu terjadi, yang mencapai puncaknya pada 19 November 1945, saat pasukan pimpinan Andi Kasim menghadang konvoi tentara sekutu/Australia yang membawa tawanan tentara Jepang dari Pomalaa.(eat)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tebar Kebahagiaan Idulfitri, IPIP Bagikan Parsel Lebaran untuk Keluarga Prasejahtera

25 Maret 2026 - 10:49 WITA

Bola Panas Tuduhan Rp11,9 Miliar: Kuasa Hukum Perusda Kolaka Tantang KAMI Buktikan di Jalur Hukum

6 Maret 2026 - 03:42 WITA

Pembina PPTQ Asal Kolaka Raih Juara di Acara UNHAS TV Mencari Da’i 2026

5 Maret 2026 - 16:01 WITA

Perusda Kolaka Bantah Dugaan Penyimpangan Rp11,9 Miliar, Kuasa Hukum Ancam Tempuh Jalur Hukum

28 Februari 2026 - 22:34 WITA

TPAKD Dikukuhkan, Kolaka Luncurkan Gerakan Mosonggi untuk Dorong Inklusi Keuangan dan Kedaulatan Pangan

16 Februari 2026 - 13:38 WITA

Camat Kolaka, Ritzky Mario mengaduk bahan makanan olahan sagu menjadi Sinonggi dalam acara peluncuran program MOSONGGI di Alun-alun 19 November Kolaka, Senin (16/2/2026)
Trending di Kolaka