Menu

Mode Gelap
Dari Ruang Kelas ke Kursi Rektor, Nur Ihsan Kembali Menapaki Jalan Pengabdian untuk USN Kolaka Nilai KLA Anjlok: Pemda Kolaka Kebut Perbaikan Data Instrumen Penilaian Evaluasi Mandiri Tahun Ini  Dekan FKIP Jadi Pendaftar Pertama, Pilrek USN Kolaka Mulai Panas Pakar UHO Mendaftar, Kontestasi Pilrek USN Kolaka Kian Dinamis Mencapai Puncak Akademik: Jejak Nur Ihsan Sebagai Guru Besar Pertama yang Lahir dari Rahim USN Kolaka “Kini Saya Lebih Tenang”: Harapan Ibu Hamil di Baula Mendapat Layanan Dokter Spesialis

Wisata Kita

Hoga, Pulau Eksotis di Wakatobi

badge-check


 Pulau Hoga Perbesar

Pulau Hoga

SIBERKITA.COM, WANGI-WANGI – Dari atas dermaga kayu yang menjadi pelabuhan kecil Pulau Hoga, ikan-ikan hias dengan warna terang terlihat jelas di celah terumbu karang. Air laut jernih, memungkinkan Anda menikmati pemandangan pada kedalaman 2-3 meter tanpa harus terjun ke air. Ini salahsatu alasan, mengapa pulau Hoga tak hanya sekadar menjadi pulau.

Apa yang Anda akan saksikan di Pulau Hoga akan mengingatkan Anda pada film The Beach yang diperankan oleh Leonardo Di Caprio. Pada pukul 6 pagi, keindahan itu tersemburat lewat matahari yang memerahkan sebagian langit. Ini adalah saat tepat untuk menyelam bila Anda merencanakan penyelaman atau snorkling.

Perairan Hoga memiliki sejumlah spot yang cantik dan bahkan menjadi incaran para penyelam (baca si cantik nan naturalis). Pulau ini teduh dengan rerimbunan pohon cemara. Sekitar 200 penginapan sederhana atau homestay, bentuknya menyerupai rumah adat Buton, dibangun dengan model panggung dikelilingi jalan setapak. Umumnya homestay ini milik warga Kaledupa. Dalam ruang sederhana itu, hanya terdapat dua buah tempat tidur dengan kelambu yang disampirkan pada sisi-sisi tiang ranjang.
Nah, untuk mencapai pulau ini, Anda kami sarankan menyewa speedboat yang tarifnya Rp 150,000 dari dermaga Wanci, ibukota Kabupaten Wakatobi. Atau jadilah penumpang reguler yang mengikuti kapal-kapal penumpang umum dan nikmati perjalanan Anda bersama warga Wakatobi lainnya.

Bersantap Hasil Laut

Sehabis menyelam atau bersnorkling, perut tentunya terasa lapar. Jangan risau, di Pulau Hoga, wisatawan akan disajikan makanan khas Pulau Tukang Besi. Menunya, tentu saja aroma hewan laut yang sudah tersedia di warung-warung makan di pulau Hoga. Salah satu masakan khas pulau ini adalah Perangi.

Uniknya, masakan yang berbahan baku ikan ini tidak dimasak, digoreng atau dibakar sekalipun. Namun, daging ikan yang sudah bersih tanpa darah itu, direndam dalam larutan jeruk purut hingga 15 menit.

Jangan takut untuk mengkonsumsinya, karena dijamin ikan tersebut sudah matang melalui proses pematangan oleh jeruk dan tentu saja baunya tetap didominasi oleh aroma jeruk purut.
Selain ikan Perangi, ada lagi masakan khas Pulau Tukang besi yang tak kalah sedapnya. Kerang lunak yang menyebar di pasir putih, orang setempat menyebutnya Buli-buli. Kerang ini ditumis dengan campuran bawang goreng dan terasi. Rasanya kenyalnya tak mangurangi kenikmatan masakan ini.

Penulis: Abdul Saban
Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Porwanas XIV Banjarmasin Bakal Dimeriahkan Wartawan dari 32 Provinsi

19 Juli 2024 - 07:52 WITA

Maskot Porwanas XIV Banjarmasin

Tidak Memenuhi Syarat, Wahyudin Alie – Sugiarto Tak Bisa Ikut Pilkada Kolaka 2024

18 Juli 2024 - 06:41 WITA

Komisioner KPU Kolaka, Israwati

PT Ceria Raih Proper Biru Enam Kali Berturut-turut

30 April 2024 - 10:43 WITA

Gelar Halalbihalal, USN Kolaka Sosialisasikan Visi – Misi Kampus hingga Tahun 2040

17 April 2024 - 20:04 WITA

Cuaca Ekstrim, Pengunjung dan Warga Tetap Nikmati Obyek Wisata Tamborasi

6 Desember 2021 - 10:33 WITA

Trending di Wisata Kita