Menu

Mode Gelap
Pomalaa di Persimpangan: Industri Nikel, Ancaman Narkoba dan Perebutan Masa Depan Generasi Muda Menjaga Desa dari Ancaman Sunyi: Upaya PT Vale IGP Pomalaa Menumbuhkan Budaya PHBS di Wilayah Pemberdayaan Husmaluddin Pimpin KONI Kolaka, Bidik Kebangkitan Olahraga Daerah Polres Kolaka Bongkar Jejak Peredaran Sabu di Dawi-dawi, Seorang Mahasiswa Diamankan DPO Penganiayaan Maut di Kolaka Ditangkap, Polisi Dalami Keterlibatan Pelaku Lain Kunjungan Kerja di Sultra, Wakapolri Resmikan Jembatan Dhira Brata di Kolaka

Bisnis

Uluran Tangan PT Vale untuk Korban Banjir Pomalaa, Salurkan Sembako dan Kolaborasi Penguatan Infrastruktur

badge-check


 Uluran Tangan PT Vale untuk Korban Banjir Pomalaa, Salurkan Sembako dan Kolaborasi Penguatan Infrastruktur Perbesar

SIBERKITA.ID, KOLAKA — Banjir yang melanda sejumlah desa di Kecamatan Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, meninggalkan jejak kerusakan di permukiman warga, lahan pertanian, hingga tambak perikanan. Di tengah proses pemulihan itu, bantuan bagi warga terdampak mulai mengalir. PT Vale Indonesia melalui Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa menyalurkan bantuan sembako kepada warga Desa Totobo, Jumat (22/5/2025), sebagai bagian dari respons tanggap bencana perusahaan di sekitar wilayah operasionalnya.

Sedikitnya 20 kepala keluarga di Desa Totobo menerima bantuan tersebut. Penyerahannya dilakukan di kantor desa dan disaksikan pemerintah kecamatan setempat. Sebelumnya, banjir yang terjadi pada 8 Mei 2026 merendam sedikitnya 16 rumah warga di desa itu. Selain rumah, banjir juga berdampak pada tambak ikan bandeng dan nila milik warga serta sekitar tujuh hektar sawah.

Camat Pomalaa, Berry Harland Rais menilai kehadiran perusahaan dalam situasi bencana menjadi bagian penting dari sinergi antara dunia usaha dan pemerintah daerah dalam menghadapi persoalan kemanusiaan di wilayah lingkar tambang.

“Alhamdulillah, hari ini, pada hari Jumat yang penuh berkah, PT Vale kembali menunjukkan komitmennya sebagai perusahaan yang berada di wilayah konsesi Kecamatan Pomalaa dengan memberikan bantuan kepada warga terdampak,” ujar Berry.

Menurut dia, banjir tidak hanya terjadi di Desa Totobo, tetapi juga menjangkau desa-desa lain seperti Huko-Huko, Pesouha, dan Pelambua. Total warga terdampak diperkirakan mencapai sekitar 100 kepala keluarga yang tersebar di beberapa titik.

Berry mengatakan pemerintah kecamatan berharap dukungan perusahaan tidak berhenti pada bantuan darurat semata, melainkan juga berlanjut pada penguatan infrastruktur pengendalian banjir. Persoalan drainase dan sedimentasi saluran air dinilai menjadi salah satu penyebab meluasnya genangan di sejumlah kawasan permukiman dan lahan produktif warga.

“Kami berharap ada kerja sama peningkatan kapasitas infrastruktur, khususnya di Kecamatan Pomalaa,” katanya.

Kepala Desa Totobo, Nirwani, mengungkapkan respons perusahaan berlangsung cepat sejak awal kejadian. Tidak lama setelah banjir merendam permukiman warga, alat berat diturunkan untuk membantu pembersihan material lumpur dan sisa genangan.

“Respons PT Vale sangat cepat,” ujar Nirwani.

Ia mengatakan langkah lanjutan yang kini menjadi perhatian ialah normalisasi saluran air guna mencegah banjir kembali terulang ketika intensitas hujan meningkat. Upaya tersebut, menurut dia, telah mulai dikomunikasikan dengan sejumlah pihak, termasuk perusahaan yang beroperasi di kawasan sekitar.

External Relations PT Vale Indonesia IGP Pomalaa, Muhammad Febrianto Raharjo, mengatakan bantuan sembako diberikan sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap warga yang terdampak langsung bencana.

“Di Desa Totobo ada 20 KK warga yang terdampak banjir pada 8 Mei lalu, sehingga Vale hadir memberikan bantuan sembako,” katanya.

Selain menyalurkan bantuan logistik, PT Vale sebelumnya juga membantu membersihkan rumah warga dengan menurunkan alat berat ke lokasi terdampak banjir.

“Ini sebagai wujud komitmen kami terhadap penanggulangan bencana,” ujar Febri.

Ia menambahkan, bantuan serupa juga akan disalurkan kepada warga Desa Huko-Huko yang mengalami dampak banjir. Di sisi lain, perusahaan sebelumnya turut menyerahkan bantuan satu unit rumah bagi warga terdampak di desa Pesouha.

Bagi warga Pomalaa, banjir kali ini bukan sekadar peristiwa musiman. Luapan air yang masuk ke permukiman dan lahan pertanian memperlihatkan rapuhnya daya dukung infrastruktur lingkungan di kawasan pesisir dan wilayah hilir. Karena itu, penanganan jangka panjang dinilai menjadi kebutuhan mendesak agar bencana serupa tidak terus berulang setiap musim hujan datang.

Di tengah situasi itu, kolaborasi pemerintah, perusahaan, dan masyarakat menjadi tumpuan utama pemulihan. Bantuan sembako mungkin hanya langkah awal, tetapi bagi warga yang kehilangan hasil tambak, sawah, dan rasa aman di rumah mereka sendiri, kehadiran bantuan menjadi penanda bahwa mereka tidak menghadapi bencana sendirian.(*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pomalaa di Persimpangan: Industri Nikel, Ancaman Narkoba dan Perebutan Masa Depan Generasi Muda

23 Mei 2026 - 15:02 WITA

Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, PT Vale Serahkan Bantuan Alat Penyelamatan Air dan First Aid Kepada Pos SAR Kolaka

22 Mei 2026 - 17:59 WITA

Tanggap Darurat Pascabanjir Pomalaa: PT Vale Salurkan Paket Sembako dan Alat Berat, Ringankan Beban Warga Terdampak

22 Mei 2026 - 17:54 WITA

Menjaga Desa dari Ancaman Sunyi: Upaya PT Vale IGP Pomalaa Menumbuhkan Budaya PHBS di Wilayah Pemberdayaan

9 Mei 2026 - 14:45 WITA

HUT 23 Tahun Luwu Timur: Harmoni Pertumbuhan, Industri, dan Keberlanjutan dari Timur Indonesia

3 Mei 2026 - 12:40 WITA

Trending di Bisnis