Menu ✖

Mode Gelap
Bupati Kolaka Gandeng IPB, Dorong Produktivitas Komoditas Unggulan Daerah Kayla Safety Bantah Mengetahui Dugaan Penyalahgunaan APD di Pomalaa Pertanian Organik Kolaka, Menjaga Tanah sekaligus Merawat Ekonomi Petani Produksi dan Penjualan Nikel Vale Meningkat, Pendapatan Tembus 896 Juta Dollar AS Pemkab Kolaka Siapkan Hari Kebudayaan Mekongga, Libatkan Generasi Muda Karhutla di Puulemo dan Baula, Vale Indonesia Siapkan Langkah Penanganan Terpadu

Nasional

Berikan Motivasi, Menteri Nusron Ingin Santri Dikader sebagai Pelaksana Kebijakan di Bidang STEM

badge-check


 Berikan Motivasi, Menteri Nusron Ingin Santri Dikader sebagai Pelaksana Kebijakan di Bidang STEM Perbesar

SIBERKITA.ID, CIREBON – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, memotivasi santri di Pondok Pesantren Al-Bahjah untuk mengambil peran dalam pembangunan bangsa, khususnya melalui penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dalam sambutannya di kegiatan Pendampingan Santri Kelas XII SMAIQu Al-Bahjah, Sabtu (18/04/2026), Menteri Nusron mengatakan bahwa selain menjadi kader ulama, santri juga berpeluang untuk berkontribusi sebagai pelaksana kebijakan negara.

“Kalau ingin berkontribusi bagi bangsa dan negara, selain dikader sebagai ulama, Adik-Adik sekalian bisa jadi hikmatal hukama atau kader pelaksana kebijakan,” ujar Menteri Nusron, di hadapan Buya Yahya selaku Pengasuh Lembaga Pengembangan Da’wah dan Pondok Pesantren Al-Bahjah.

Menteri Nurson menjelaskan, hikmatal hukama mencakup berbagai peran strategis dalam pemerintahan, baik sebagai teknokrat maupun birokrat yang bertugas membantu pengambilan kebijakan di berbagai sektor. Menurutnya, posisi tersebut sangat penting dalam menentukan arah pembangunan nasional.

Kekuatan suatu negara, menurut Menteri Nusron juga dipengaruhi dengan penguasaan bidang STEM (science, technology, engineering, and mathematics) sebagai fondasi. Ia mencontohkan ketahanan Iran di tengah tekanan global sebagai hasil dari kemandirian di sektor pangan, energi, dan teknologi. “Kenapa Iran bertahan, karena swasembada pangan, swasembada energi, dan memiliki teknologi yang kuat,” jelasnya.

Karena itu, Menteri Nusron mendorong santri untuk tidak ragu melanjutkan pendidikan di bidang-bidang strategis, seperti teknologi pangan, energi, hingga geologi. Ia menilai, penguasaan sektor tersebut menjadi kunci untuk mewujudkan kemandirian bangsa.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Nusron juga memaparkan sedikitnya 10 sektor penting yang membutuhkan peran hikmatal hukama. Peran tersebut adalah pertahanan keamanan, hukum, keuangan, pangan, energi, telekomunikasi, kesehatan, logistik, manufaktur, serta pendidikan dan pelatihan.

Menutup pesannya bagi para santri, Menteri Nusron mengingatkan bahwa masa depan Indonesia berada di tangan generasi muda saat ini. “Jangan ragu, negara ini membutuhkan para santri. Pemuda hari ini adalah pemimpin pada masa yang akan datang. Apalagi saat Indonesia memasuki usia 100 tahun, maju tidaknya salah satunya ditentukan oleh santri yang hari ini lulus SMA,” pungkasnya.(Adv)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Wamen ATR/Waka BPN Minta Irjen Baru Perkuat Pengawasan Internal dan Early Warning System

3 November 2026 - 21:12 WITA

Kementerian ATR/BPN Dukung Program Bedah Rumah, Pastikan Tanah Masyarakat Miliki Kepastian Hukum

3 November 2026 - 12:42 WITA

Kementerian ATR/BPN Raih Juara II Invitasi Bulu Tangkis Kementan, Ukir Prestasi dan Jalin Silaturahmi

2 November 2026 - 14:25 WITA

ATR/BPN Semakin Dekat untuk Masyarakat Melalui Akses Layanan Pertanahan Tanpa Perlu Datang ke Kantah

2 November 2026 - 14:23 WITA

Pesan Menteri ATR/Kepala BPN kepada 152 Pejabat dalam Pelantikan: Layani Masyarakat dengan Baik

30 Oktober 2026 - 10:40 WITA

Trending di Nasional