SIBERKITA.ID, KOLAKA – Universitas Sembilanbelas November (USN) Kolaka terus memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi yang responsif terhadap kebutuhan daerah dan nasional.
Melalui Fakultas Sains dan Teknologi, USN Kolaka resmi membuka Program Studi Gizi (S1 Gizi) sebagai program studi baru yang lahir dari analisis kebutuhan riil masyarakat, khususnya di wilayah pertambangan Sulawesi Tenggara.
Dosen Program Studi Sarjana Gizi, USN Kolaka, Rosmiati menyatakan, inisiatif ini didasari pada kenyataan bahwa kabupaten Kolaka dikenal sebagai salah satu wilayah strategis pertambangan yang memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, namun di balik dampak ekonomi tersebut, muncul tantangan serius di bidang kesehatan masyarakat, terutama yang berkaitan dengan masalah gizi dan kesehatan kerja.
Menurutnya, aktivitas pertambangan yang padat berisiko menimbulkan berbagai penyakit akibat kerja, seperti heat stress, dehidrasi kronik, kelelahan, hingga gangguan kardiovaskular yang erat kaitannya dengan status gizi pekerja.
“Melihat kondisi tersebut, USN Kolaka menghadirkan Program Studi Gizi dengan pendekatan gizi terapan dan kontekstual, yang dirancang untuk menjawab kebutuhan lokal sekaligus mendukung program prioritas nasional, seperti percepatan penurunan stunting dan peningkatan kualitas gizi masyarakat,” ujar Rosmiati, Minggu (25/1/2026).
Program ini juga didukung oleh analisis kebutuhan sumber daya manusia di sektor kesehatan yang menunjukkan masih terbatasnya distribusi tenaga gizi, khususnya yang memiliki pemahaman mendalam tentang kesehatan kerja dan gizi industri. Lulusan Prodi Gizi USN Kolaka diharapkan mampu berperan sebagai tenaga gizi profesional di fasilitas kesehatan, industri, kawasan pertambangan, maupun sebagai penggerak edukasi gizi di masyarakat.
Dengan dibukanya Program Studi Sarjana Gizi, USN Kolaka menegaskan komitmennya untuk memberikan kontribusi nyata melalui pendidikan tinggi yang relevan, berdampak, dan berorientasi pada kebutuhan wilayah. Prodi ini diharapkan menjadi solusi strategis dalam mencetak ahli gizi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga adaptif terhadap tantangan kesehatan masyarakat modern.(*)




























