SIBERKITA.ID, KOLAKA – Pemerintah Kabupaten Kolaka resmi mengukuhkan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) yang dirangkaikan dengan peluncuran inovasi “Gerakan Mosonggi” (Makan Olahan Sagu Meningkatkan Energi), Senin (16/2/2026). Kegiatan yang digelar di Alun-Alun 19 November Kolaka ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-66 Kolaka pada 28 Februari mendatang.
Pengukuhan TPAKD berdasarkan Surat Keputusan Bupati Kolaka Nomor 188.45/16/2026 tanggal 12 Januari 2026 tentang Pembentukan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah. Pembentukan tim ini disebut sebagai langkah konkret membangun ekonomi Kolaka yang mandiri dan inklusif.
Bupati Kolaka, Amri mengatakan, keberadaan TPAKD diharapkan mampu memperluas akses layanan keuangan formal bagi masyarakat, terutama pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sektor pertanian, serta usaha berbasis potensi lokal.
“Potensi sumber daya alam tidak akan memberikan output maksimal jika masyarakat masih terisolasi dari sistem keuangan formal. Karena itu, TPAKD menjadi langkah strategis untuk mempercepat ekonomi daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Amry.
Ia menambahkan, literasi keuangan juga menjadi perhatian penting agar masyarakat tidak terjebak praktik pinjaman daring ilegal. Melalui sinergi pemerintah daerah, lembaga keuangan, dan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), akses pembiayaan diharapkan semakin mudah dan cepat.
“Kami berharap sinergi antara pemerintah, lembaga keuangan, dan seluruh OPD dapat terus ditingkatkan untuk memperluas akses keuangan serta membangun pola konsumsi masyarakat yang sehat melalui pemanfaatan pangan lokal seperti sagu,” katanya.
Peluncuran program tersebut dilakukan secara resmi oleh Gubernur Sulawesi Tenggara yang diwakili Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemprov Sultra, Mujahidin. Hadir pula Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sultra Bismi Maulana Nugraha, Bupati Kolaka Timur Yosep Sahaka, serta perwakilan Badan Musyawarah Perbankan Kabupaten Kolaka dan Direktorat Pengawasan Standar dan Keamanan Pangan Dirjen Pangan.
Selain penguatan inklusi keuangan, Pemkab Kolaka juga meluncurkan Gerakan Mosonggi sebagai upaya mempercepat keberagaman sumber pangan lokal, sejalan dengan regulasi Nomor 81 Tahun 2024 tentang percepatan penganekaragaman pangan selain beras.
Mosonggi—akronim dari Makan Olahan Sagu Meningkatkan Energi—menggaungkan kembali pesan bahwa kenyang tidak harus nasi. Sagu dinilai memiliki nilai budaya dan historis bagi masyarakat serta menjadi simbol ketahanan pangan lokal.
Melalui gerakan ini, aparatur sipil negara (ASN), PPPK, dan PPPKPW di lingkup Pemkab Kolaka diwajibkan mengonsumsi sinonggi setiap Kamis. Selain itu, kantin sekolah dasar dan menengah pertama didorong menyediakan menu olahan sagu, termasuk dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan tahap awal menghadirkan kudapan berbahan sagu.
Pemerintah daerah juga menggandeng pelaku UMKM agar dapat berkoordinasi dengan penyedia MBG sehingga rantai pasok pangan lokal semakin kuat. Di sisi lain, untuk menekan laju inflasi, Pemkab Kolaka menggelar gerakan pangan murah di 12 kecamatan dengan sagu sebagai salah satu komoditas utama yang dijual.
Bupati Amri menegaskan, ketahanan dan kedaulatan pangan harus menjadi gerakan masif yang terintegrasi dengan penguatan sistem keuangan daerah.
“Melalui TPAKD, kita menjamin kemudahan akses keuangan bagi masyarakat. Sementara melalui Mosonggi, kita memperkuat kedaulatan pangan berbasis kearifan lokal. Keduanya adalah fondasi pembangunan Kolaka yang berkelanjutan,” ujar Bupati.
Acara pengukuhan berlangsung meriah dengan seluruh OPD mengenakan pakaian adat, mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam mengintegrasikan penguatan ekonomi, literasi keuangan, dan pelestarian budaya dalam satu gerakan pembangunan yang berkelanjutan.(*)






















