Menu

Mode Gelap
Laba Vale Indonesia Melonjak 32% pada 2025, Penjualan Ore Dorong Pertumbuhan Baru Senat USN Kolaka Buka Pendaftaran Calon Rektor 2026–2030 Dari Sampah Jadi Karya, PT Vale Ajak Pelajar Kolaka Bangun Kesadaran Lingkungan Lewat Lomba Daur Ulang Panen Padi Desa Puubunga, Upaya PT Vale Menyemai Ketahanan Pangan di Kolaka Tingkatkan Kapasitas Dosen, USN Kolaka Gelar Bimtek Penggunaan ScienceDirect PSN Kolaka Serap Alumni USN, Kampus Jajaki Akses Studi Luar Negeri Bersama Mitra Industri Global

Buton Tengah

Rumah Sakit di Buton Tengah Mengalami Krisis Oksigen, Masyarakat Diminta Waspada

badge-check


 dr Karyadi saat ditemui wartawan Perbesar

dr Karyadi saat ditemui wartawan

dr Karyadi saat ditemui wartawan

SIBERKITA.COM, LABUNGKARI – Kepala Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Buton Tengah (Buteng) dr. Karyadi mengungkapkan, sejak beberapa waktu terakhir mereka mengalami kekurangan oksigen.

Kelangkaan itu karena pihak ketiga yang selama ini selalu menyediakan kebutuhan oksigen sedang mengalami kendala teknis dalam penyaluran.

“Oksigen sementara kosong makanya rumah sakit saat ini hanya menerima pasien yang tidak membutuhkan oksigen,” ucap Kariadi saat dikonfirmasi sejumlah media usai mengikuti rapat perpanjangan PPKM mikro, Jumat (30/07/2021).

Krisis oksigen yang kini dihadapi pihaknya jelas Karyadi, tidak hanya terjadi di RSUD Buteng saja namun kondisi yang serupa juga dialami beberapa rumah sakit di sekitarnya.

“Sebulan terakhir ini kita kosong karena alat yang ada di Baubau rusak. Kan selama ini kita kerjasama dengan pihak ketiga yang ada di sana untuk pengisian itu,” tambahnya.

Karyadi berharap kepada seluruh masyarakat Buton Tengah sebisa mungkin selalu menerapkan Prokes agar terhindar dari penularan Covid mengingat kelangkaan oksigen yang tengah dihadapi rumah sakit.

“Kita perlu mengimbau masyarakat bahwa menjaga jarak, mencuci tangan serta memakai masker itu jauh lebih mudah dari pada kita menyediakan APD atau oksigen seperti ini kelangkaannya,”

“Oksigen ini kebutuhan mutlak. Kalau kita bisa berhitung kalkulasi untuk pasien covid utamanya yang sudah sesak sekali maka dia membutuhkan oksigen 15 liter permenit dan bisa menghabiskan 4 sampai 5 tabung jika dipakai dalam waktu 24 jam satu pasien. Itu bisa kita bayangkan jika masuk berapa pasien. Jadi kami harapkan warga untuk tetap menerapkan prokes,” pungkasnya. (win)

 

 

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ungkap Kasus Sabu, Polres Bombana Amankan Dua Terduga

15 Januari 2026 - 09:37 WITA

Prestasi Baru RSBG Kolaka, Lakukan Empat Tindakan Operasi Pertama di Sultra

12 Januari 2026 - 12:47 WITA

Menurunnya Kinerja Pelayanan Publik: Alarm bagi Birokrasi Pemerintahan Provinsi Sulawesi Tenggara

12 Januari 2026 - 11:35 WITA

Dari Lahan Kolaka untuk Ketahanan Pangan Indonesia: PT Vale Kolaborasi Padi Berkelanjutan untuk Hadirkan Transformasi Pertanian Berbasis Inovasi

23 November 2025 - 20:15 WITA

Dosen USN Dampingi Petani Desa Gumanano, Kembangkan Briket Batok Kelapa Jadi Peluang Ekonomi

21 September 2025 - 11:41 WITA

Trending di Buton Tengah