Menu

Mode Gelap
Laba Vale Indonesia Melonjak 32% pada 2025, Penjualan Ore Dorong Pertumbuhan Baru Senat USN Kolaka Buka Pendaftaran Calon Rektor 2026–2030 Dari Sampah Jadi Karya, PT Vale Ajak Pelajar Kolaka Bangun Kesadaran Lingkungan Lewat Lomba Daur Ulang Panen Padi Desa Puubunga, Upaya PT Vale Menyemai Ketahanan Pangan di Kolaka Tingkatkan Kapasitas Dosen, USN Kolaka Gelar Bimtek Penggunaan ScienceDirect PSN Kolaka Serap Alumni USN, Kampus Jajaki Akses Studi Luar Negeri Bersama Mitra Industri Global

Berita Terkini

Pasar Raya Mekongga di Kolaka Semakin Kumuh dan Semrawut

badge-check


 Pasar Raya Mekongga di Kolaka Semakin Kumuh dan Semrawut Perbesar

SIBERKITA.COM, KOLAKA– Kondisi Pasar Raya Mekongga di kelurahan Lamokato, kecamatan Kolaka semakin kumuh dan semrawut. Kekumuhan tersebut sangat jelas terlihat dari jalan di sisi barat pasar tradisional terbesar di kabupaten Kolaka itu.

Citra Kolaka sebagai peraih piala adipura selama 7 tahun berturut-turut menjadi “rusak’ akibat kesemrawutan sarana publik tersebut.

Puluhan terpal dan kerangka kayu yang dirakit seadanya untuk dijadikan  tempat berteduh oleh para pedagang, semakin diperparah dengan banyaknya sampah yang meluber hingga ke luar area pasar, dan terkesan dibiarkan tanpa penanganan berarti.

Ironisnya, kekumuhan dan kesemrawutan tersebut menjadi pemandangan tidak sedap bagi tamu yang menginap di Sutan Raja, satu-satunya hotel berbintang di kota Kolaka.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PU-PR) Kolaka Arifin Jamal tidak menampik anggapan bahwa kondisi pasar yang berhadapan langsung dengan hotel berbintang itu telah “merusak” citra Kolaka sebagai peraih piala adipura.

“Iya, seperti itu memang. Kumuh sekali, apalagi semua orang dari luar Kolaka melihat langsung itu. Faktanya memang seperti itu,” kata Arifin Jamal yang ditemui di Eks Rumah Sakit Benyamin Guluh, pekan lalu.

Menurut Arifin Jamal, kondisi kumuh dan semrawut itu mulai terlihat sejak 2 tahun terakhir akibat relokasi sementara pedagang dari lokasi sebelumnya.

“Itu pedagang dari lokasi lain, tapi sebenarnya hanya sementara,” jelasnya.

Diungkapkan mantan Kabag Pemerintah Umum itu, kesemrawutan di pasar raya Mekongga tersebut juga menjadi perhatian serius bupati.

“Itu menjadi perhatian serius pak bupati. Karena beliau memang selalu lewat disitu. Pak bupati sudah lihat langsung kondisi pasar. Makanya penanganannya akan dilakukan, tapi memang ada hal lain yang lebih dulu dituntaskan,” tambahnya.

Dikatakan Arifin Jamal, pasar raya Mekongga nantinya akan ditangani secara khusus dengan menjadikannya pasar modern yang perencanaannya sudah ada sejak beberapa tahun lalu.

“Nantinya pasar itu akan akan dirombak untuk dijadikan pasar modern. Sudah ada perencananya, hanya saja untuk jangka pendek ini ada beberapa program yang lebih dulu menjadi prioritas,”

“Saat ini kita masih fokus pada kelanjutan rumah sakit SMS Berjaya, ring road Selatan, pengembangan Bandara, ada juga program prioritas lain. Itu akan digenjot sebelum periode jabatan bupati berakhir,” pungkasnya.(eat)

 

 

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tebar Kebahagiaan Idulfitri, IPIP Bagikan Parsel Lebaran untuk Keluarga Prasejahtera

25 Maret 2026 - 10:49 WITA

Bola Panas Tuduhan Rp11,9 Miliar: Kuasa Hukum Perusda Kolaka Tantang KAMI Buktikan di Jalur Hukum

6 Maret 2026 - 03:42 WITA

Pembina PPTQ Asal Kolaka Raih Juara di Acara UNHAS TV Mencari Da’i 2026

5 Maret 2026 - 16:01 WITA

Perusda Kolaka Bantah Dugaan Penyimpangan Rp11,9 Miliar, Kuasa Hukum Ancam Tempuh Jalur Hukum

28 Februari 2026 - 22:34 WITA

TPAKD Dikukuhkan, Kolaka Luncurkan Gerakan Mosonggi untuk Dorong Inklusi Keuangan dan Kedaulatan Pangan

16 Februari 2026 - 13:38 WITA

Camat Kolaka, Ritzky Mario mengaduk bahan makanan olahan sagu menjadi Sinonggi dalam acara peluncuran program MOSONGGI di Alun-alun 19 November Kolaka, Senin (16/2/2026)
Trending di Kolaka