Menu

Mode Gelap
Merawat Harmoni: IPIP dan Masyarakat Adat Komitmen Dukung Investasi Aman, Kondusif, dan Berkelanjutan Raker MRPTNI di Medan: USN Kolaka Berkomitmen Memperkuat Kolaborasi Riset dan Mitigasi Bencana Nasional Kolaborasi PT Vale dan Puskesmas Pomalaa Tingkatkan Derajat Kesehatan Masyarakat Lewat Sosialisasi PHBS di Desa Huko-huko Musrenbang di Pomalaa, Bupati Kolaka Soroti Kualitas Pelayanan Publik PT Vale IGP Pomalaa Dorong Ketangguhan Tanggap Bencana Lewat Pelatihan SAR Bagi Masyarakat Sekitar Wilayah Pemberdayaan Sinergi dengan Pemda Kolaka, PT Vale IGP Pomalaa Perluas Akses Layanan Kesehatan lewat Bimtek Kader Posyandu

Headline

Musrenbang di Pomalaa, Bupati Kolaka Soroti Kualitas Pelayanan Publik

badge-check


 Musrenbang di Pomalaa, Bupati Kolaka Soroti Kualitas Pelayanan Publik Perbesar

SIBERKITA.ID, KOLAKA – Bupati Kolaka, Amri Djamaluddin menyoroti kualitas pelayanan publik mulai dari Aparatur Sipil Negara (ASN) hingga pemerintah desa dan kelurahan. Penegasan itu disampaikan saat membuka Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Pomalaa di pelataran Kantor Camat Pomalaa, Selasa (27/1/2026).

Dalam sambutannya, Amri menekankan peran ASN sebagai pelayan masyarakat yang harus memberikan pelayanan maksimal. Ia meminta seluruh jajaran pemerintahan, baik di tingkat kabupaten hingga desa/kelurahan, memiliki visi yang sama dalam mewujudkan pelayanan publik yang berkualitas.

Selain itu, Amri mengingatkan agar program-program desa dan kelurahan yang belum terealisasi pada tahun-tahun sebelumnya dapat kembali dipertimbangkan oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis, khususnya program yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat.

“Pelayanan kepada masyarakat harus menjadi prioritas utama. ASN wajib memberikan pelayanan terbaik,” tegasnya.

Amri juga menyinggung pentingnya penyesuaian Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Desa, melalui review usulan program dan sinkronisasi dengan program nasional. Beberapa program yang menjadi perhatian antara lain Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Merah Putih, serta pembangunan infrastruktur, khususnya jembatan untuk menunjang akses pendidikan dan lahan pertanian.

Terkait kebersihan, Amri menyebut Pomalaa sebagai ibu kota kedua Kabupaten Kolaka yang perlu mendapat perhatian lebih. Menurutnya, dari sisi sarana dan prasarana, Pomalaa sudah cukup lengkap, mulai dari pelabuhan hingga fasilitas kesehatan.

“Pomalaa sudah memiliki bantuan TPS3R, tinggal mendatangkan mesin pengolahan sampah. Dengan meningkatnya aktivitas dan jumlah penduduk, potensi timbulan sampah juga meningkat,” ujarnya.

Ia juga meminta kolaborasi lintas sektor di tingkat kecamatan, melibatkan unsur Danramil, Kapolsek, hingga Kepala Puskesmas, untuk mendukung pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Amri turut menyoroti potensi sumber daya alam (SDA) di Pomalaa yang rawan memicu konflik lahan. Ia mengingatkan agar potensi kekayaan alam tersebut tidak berubah menjadi “kutukan sumber daya alam”.

“Masalah lahan harus diselesaikan secara berjenjang. Jika masyarakat memiliki hak, selesaikan. Jangan memelihara konflik karena bisa menjadi bom waktu,” katanya.

Amri mengungkapkan telah membentuk Tim 9 untuk menangani dan menyelesaikan konflik lahan masyarakat. Ia juga meminta kepala desa tidak lagi menerbitkan Surat Keterangan Tanah (SKT) karena kewenangan tersebut sudah tidak ada. Bahkan, Amri telah meminta kejaksaan untuk mengawasi agar kepala desa tidak lagi mengeluarkan SKT.

Soal ketenagakerjaan, Amri menyinggung persoalan job mismatch, yakni ketidaksesuaian antara kebutuhan pemberi kerja dan kompetensi pencari kerja, yang menyebabkan tenaga kerja lokal belum sepenuhnya terakomodasi. Ia meminta BLK dan Dinas Nakertrans membangun komunikasi intensif dengan perusahaan.

Pemda Kolaka, lanjut Amri, telah menjalin nota kesepahaman (MoU) dengan PT IPIP, di mana tenaga kerja yang telah mengikuti kursus bahasa Mandarin di Cina dapat langsung direkrut sebagai karyawan IPIP tanpa melalui proses pendaftaran umum. Ia juga menegaskan kebijakan kuota 70 persen tenaga kerja lokal, yang saat ini sudah mulai diterapkan di perusahaan Vale dan IPIP.

Di sektor pelayanan dasar, Amri menyampaikan bahwa program air bersih PDAM tahun ini sudah akan terealisasi di kecamatan Pomalaa. Program ini dimulai dari Kecamatan Baula, dengan sistem pipanisasi langsung ke rumah tangga. Anggaran yang disiapkan mencapai Rp17 miliar.

Sementara itu, RS Pomalaa akan diberi nama RS Wasasi Wasabenggali dan ditargetkan mulai beroperasi tahun ini, bersamaan dengan pelantikan direktur dan jajaran strukturalnya. Pemerintah daerah juga menyiapkan mobil medical check-up hasil yang akan melayani pemeriksaan kesehatan karyawan perusahaan tambang.

Program ini diperkirakan akan menjadi sumber pendapatan daerah dari sektor kesehatan. Dimana tenaga kesehatan akan melakukan pelayanan medical cek-up secara langsung di lokasi tambang, dengan perkiraan biaya layanan mulai dari Rp1,2 juta hingga Rp1,5 juta per orang.

“Mobil ini dilengkapi alat kesehatan senilai Rp2,5 miliar dan akan menjadi salah satu sumber pendapatan daerah,” jelas Amri.

Terakhir, Amri mewajibkan kendaraan operasional tambang yang beroperasi di Kolaka menggunakan plat DT, khususnya bagi perusahaan dengan masa kontrak minimal dua tahun. Kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan daerah, mengingat kendaraan tersebut menggunakan fasilitas jalan yang dibangun oleh pemerintah.(*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tudingan Tak Berdasar, Legal PT TRK Tempuh Jalur Hukum

3 Februari 2026 - 17:08 WITA

Achmad Jumades

Merawat Harmoni: IPIP dan Masyarakat Adat Komitmen Dukung Investasi Aman, Kondusif, dan Berkelanjutan

31 Januari 2026 - 13:51 WITA

Raker MRPTNI di Medan: USN Kolaka Berkomitmen Memperkuat Kolaborasi Riset dan Mitigasi Bencana Nasional

30 Januari 2026 - 13:43 WITA

Pengurus APDESI Kolaka Periode 2025–2030 Resmi Dikukuhkan, Tingkatkan Sinergi Pemerintah Desa dan Pemda

28 Januari 2026 - 13:14 WITA

Kolaborasi PT Vale dan Puskesmas Pomalaa Tingkatkan Derajat Kesehatan Masyarakat Lewat Sosialisasi PHBS di Desa Huko-huko

28 Januari 2026 - 12:42 WITA

Trending di Bisnis