Menu

Mode Gelap
Laba Vale Indonesia Melonjak 32% pada 2025, Penjualan Ore Dorong Pertumbuhan Baru Senat USN Kolaka Buka Pendaftaran Calon Rektor 2026–2030 Dari Sampah Jadi Karya, PT Vale Ajak Pelajar Kolaka Bangun Kesadaran Lingkungan Lewat Lomba Daur Ulang Panen Padi Desa Puubunga, Upaya PT Vale Menyemai Ketahanan Pangan di Kolaka Tingkatkan Kapasitas Dosen, USN Kolaka Gelar Bimtek Penggunaan ScienceDirect PSN Kolaka Serap Alumni USN, Kampus Jajaki Akses Studi Luar Negeri Bersama Mitra Industri Global

Berita Terkini

Harga Material Bangunan Naik Signifikan, Penyelesaian Tugu Religi Labungkari Dipastikan Molor

badge-check


 Harga Material Bangunan Naik Signifikan, Penyelesaian Tugu Religi Labungkari Dipastikan Molor Perbesar

SIBERKITA.COM, LABUNGKARI – Tugu religi di simpang lima Labungkari, Buton Tengah, Sulawesi Tenggara yang sebelumnya direncanakan tuntas pembangunannya akhir 2021, dipastikan akan molor.

Molornya pembangunan tersebut lebih disebabkan harga material di pasaran yang merangkak naik selama masa pandemi Covid hingga melampaui Rencana Anggaran Biaya (RAB) sebelumnya.

Kepastian terlambatnya penyelesaian pembangunan tugu religi, yang nantinya akan menjadi icon kota Labungkari itu, dikemukakan kepala dinas Pekerjaan Umum Buton Tengah, Aminuddin.

“Rencana atau desain pembangunan tugu ini kan sejak 2 tahun lalu. Anggaran yang disiapkan itu 10 miliar, tetapi ternyata tidak cukup,” ungkap Aminuddin kepada wartawan, Selasa (3/8/2021).

Dikatakan Aminuddin, jika membandingkan desain awal dan setelah dilakukan kalkulasi ulang ternyata RAB awal dan perhitungan terbaru mengalami banyak perubahan, seperti harga material besi yang mengalami kenaikan signifikan.

Desain tugu religi Labungkari

“Ini kan setelah kita hitung-hitung hasil desainnya sebenarnya tidak mencukupi. Apalagi ada kenaikan harga besi yang mencapai 30 persen sehingga tidak lagi mencukupi,” tambahnya.

Lebih jauh Aminuddin menjelaskan, setelah dilakukan rivew design oleh tim teknis akhirnya dapat diketahui kekurangan pekerjaan yang nantinya akan dilanjutkan.

“Jadi setelah direview desainnya kita kekurangan Rp 3 miliar dan rencananya akan dikerjakan pada APBD tahun 2022 nanti,” ujarnya.

Selain besi, bahan material bangunan lainnya seperti pasir juga menjadi alasan keterlambatan rampungnya tugu religi tersebut.

Menurut Aminuddin, pasir yang selama ini digunakan dalam berbagai proyek fisik di Buteng berasal dari sumber galian lokal. Namun sejak beberapa waktu lalu penambangan galian non mineral seperti pasir telah dilarang.

“Disini kan Pemda sudah melarang menggunakan pasir dalam daerah ini, makanya kita memesan pasir dari luar daerah yang harganya juga lumayan mahal bisa mencapai Rp 1,6 juta dimana rencana awalnya harga pasir itu dibawah dari angka Rp 1 juta,”

“Jadi untuk proses pembangunannya kemungkinan kelar 2022. Kita tidak bisa selesaikan dianggaran perubahan ini, sebab pasti kita akan berburu dengan waktu. Pekerjaan kontruksi ini beda dengan jalan, kira-kira seperti itu. Intinya pekerjaan mayornya kita sudah selesaikan tahun ini,” pungkasnya. (win).

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ungkap Kasus Sabu, Polres Bombana Amankan Dua Terduga

15 Januari 2026 - 09:37 WITA

Prestasi Baru RSBG Kolaka, Lakukan Empat Tindakan Operasi Pertama di Sultra

12 Januari 2026 - 12:47 WITA

Menurunnya Kinerja Pelayanan Publik: Alarm bagi Birokrasi Pemerintahan Provinsi Sulawesi Tenggara

12 Januari 2026 - 11:35 WITA

Dari Lahan Kolaka untuk Ketahanan Pangan Indonesia: PT Vale Kolaborasi Padi Berkelanjutan untuk Hadirkan Transformasi Pertanian Berbasis Inovasi

23 November 2025 - 20:15 WITA

Capai Peringkat Risiko ESG Terbaik, PT Vale Indonesia Masuk Daftar 15 Perusahaan Pertambangan Berisiko Terendah di Dunia

12 November 2025 - 21:05 WITA

Trending di Berita Terkini