Menu

Mode Gelap
DP3A Kolaka dan BNN Perkuat Benteng Perlindungan Anak dari Ancaman Narkoba Operasi Pekat Anoa 2026: Tak Hanya Tangkap Pelaku, Polres Kolaka Pulihkan Hak Korban Curanmor Penyaringan Calon Rektor USN Kolaka: Petahana Unggul, Tiga Nama Terpilih Di Tengah Tekanan Harga Nikel, PT Vale Bagikan Dividen dan Percepat Hilirisasi Pelabuhan IPK Perkuat Rantai Pasok Industri Nikel PT IPIP  Dari Puskesmas Pomalaa, PT Vale Menjaga Generasi Masa Depan Sejak Dalam Kandungan

Berita Terkini

ANTAM Komitmen Menjaga Lingkungan Tetap Lestari

badge-check


 ANTAM Komitmen Menjaga Lingkungan Tetap Lestari Perbesar

SIBERKITA.COM, KOLAKA – Industri pertambangan merupakan salah satu usaha yang memberikan dampak terhadap bentang alam di suatu wilayah. Namun demikian, selain memiliki potensi dampak lingkungan, industri pertambangan juga membawa manfaat bagi kelangsungan hidup manusia jika dikelola dengan baik. Oleh karena itu, ANTAM UBPN Kolaka berkomitmen untuk menjalankan operasional yang ramah lingkungan demi menjaga kelestarian alam. Perusahaan juga memiliki tanggung jawab penuh terhadap kondisi alam dan lingkungan di sekitar area operasionalnya.

ANTAM berkomitmen dan bertanggung jawab untuk mengembalikan kondisi lingkungan, habitat flora dan fauna, serta produktivitas area pascatambang agar tetap memberikan manfaat kepada masyarakat sekitar. Dimana sejak tahun 2008 hingga saat ini, ANTAM telah melakukan penanaman 256.612 pohon endemik kabupaten Kolaka di lokasi pasca tambang seluas 248,31 hektar.

Jenis tumbuhan yang ditanam tersebut adalah kayu Mangga-mangga, Sengon laut, Kayu besi, Glodokan tiang, kuku, Cemara, Bitti, Dengen, Trembesi, Tirotasik, Johar dan beberapa jenis lainnya.

Tak hanya itu, ANTAM juga mendukung komitmen dunia dalam mitigasi perubahan iklim melalui keterlibatan operasional yang ramah lingkungan seperti reklamasi, revegetasi, konservasi keanekaragaman hayati, yang dilakukan dengan cara profesional dan terukur serta mengikuti standar serta peraturan yang berlaku.

Salah satu kegiatan yang bersentuhan dengan mitigasi perubahan iklim, sejak tahun 2001 lalu hingga tahun 2021, ANTAM telah melakukan penanaman 794.500 pohon mangrove di areal 79,1 hektar yang ada di kabupaten Kolaka. Jenis mangorove yang ditanami adalah Rhizophora mucronata Lamk. 1804, Rhizophora apiculata Blume. 1827 dan Rhizophora sp.

Lokasi penanaman tersebut diantaranya adalah Pantai Harapan, pesisir Sitado, Pesisir Pantau Baypass Kolaka, Pesisir Anaiwoi, Pesisir Pantai Fortuner, Pantai Tanjung Leppe, Pesisir Teluk Sopura, Pesisir Bukit G, Pesisir Bukit R, Pantai Tambea dan Pantai Latumbi serta Pesisir Desa Hakatutobu.

Selain reklamasi dan rehabilitasi lahan, ANTAM juga berkomitmen untuk melestarikan keanekaragaman hayati yang berada di wilayah operasional. Walaupun wilayah operasinya tidak bersinggungan langsung dengan kawasan hutan lindung dan konservasi, namun UBPN Kolaka tetap melakukan berbagai upaya pelestarian keanekaragaman hayati terutama bagi habitat ekosistem dan flora-fauna yang berada di area tersebut, seperti penangkaran Rusa Timor (Rusa Timorensis) dan rehabilitasi terumbu karang di pesisir kecamatan Pomalaa.

Sejak tahun 2017 hingga saat ini, ANTAM telah melakukan transplantasi sebanyak 4.500 bibit terumbu karang yang ditanam pada 45 unit bangunan terumbu. Dimana setiap bangunan terdiri dari 100 blok batako.

Luasan areal penanaman bibit ini masih akan terus bertambah di tahun-tahun mendatang, sejalan dengan komitmen ANTAM untuk terus melestarikan sumber keanekaragaman hayati di perairan kecamatan Pomalaa.

Sementara kegiatan penangkaran Rusa Timor telah dilakukan sejak tahun 2014. Hewan ini merupakan salah satu dari empat jenis rusa asli Indonesia yang semakin langka karena penurunan total populasi. Salah satu upaya menjaga keberadaan rusa timor yakni dengan melakukan penangkaran untuk mengantisipasi kepunahan rusa.

ANTAM telah mendapatkan izin penangkaran rusa dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sulawesi Tenggara untuk mengelola penangkaran rusa di Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. Pada tahap awal, terdapat empat ekor rusa yang terdiri dari satu ekor jantan dan tiga betina. Saat ini, rusa timor berjumlah delapan ekor dan program penangkaran masih terus dilakukan. (AS)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Promosi Kesehatan di Desa Puubenua, Aksi Nyata PT Vale Perkuat Peran Puskesmas Baula Tekan Ancaman DBD

18 Juni 2026 - 16:43 WITA

DP3A Kolaka dan BNN Perkuat Benteng Perlindungan Anak dari Ancaman Narkoba

12 Juni 2026 - 13:37 WITA

Bukti Nyata Pengelolaan Sampah PT Vale, Dari Sorowako Hadir di Pameran Lingkungan Internasional

11 Juni 2026 - 19:12 WITA

Operasi Pekat Anoa 2026: Tak Hanya Tangkap Pelaku, Polres Kolaka Pulihkan Hak Korban Curanmor

10 Juni 2026 - 16:46 WITA

Wakapolres Kolaka Kompol Dr. Mochamad Salman, S.H.,S.I.K.,M.H secara simbolis menyerahkan kendaraan hasil pengungkapan Operasi Pekat Anoa 2026 kepada pemilik sah di Mapolres Kolaka, Rabu (10/6/2026). Selain menangkap pelaku, kepolisian menekankan pentingnya pemulihan hak korban melalui pengembalian barang bukti yang berhasil ditemukan.

DP3A Kolaka Ajak Warga Pelambua Cegah Kekerasan Anak, Perkuat Peran Keluarga dan Lingkungan

9 Juni 2026 - 12:01 WITA

Trending di Kolaka