Menu

Mode Gelap
Pendapatan Daerah Diproyeksi Rp1,4 Triliun, APBD Kolaka 2027 Disiapkan Jadi Motor Investasi dan Layanan Publik RSBG Dituntut Mandiri, Bupati Kolaka Prioritaskan Pembenahan Layanan dan Tata Kelola PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Minta Hormati Martabat Wartawan dan Kemerdekaan Pers Ruang Bersama Indonesia di Tikonu: Ketika Desa Menemukan Cara Baru Memberdayakan Perempuan Dari Daerah Tambang, Wastra Binaan ANTAM UBPN Kolaka Menuju Panggung Nasional HUT Dekranas ke-46, Wastra Kolaka Meniti Jalan ke Panggung Nasional

Berita Terkini

ANTAM Komitmen Menjaga Lingkungan Tetap Lestari

badge-check


 ANTAM Komitmen Menjaga Lingkungan Tetap Lestari Perbesar

SIBERKITA.COM, KOLAKA – Industri pertambangan merupakan salah satu usaha yang memberikan dampak terhadap bentang alam di suatu wilayah. Namun demikian, selain memiliki potensi dampak lingkungan, industri pertambangan juga membawa manfaat bagi kelangsungan hidup manusia jika dikelola dengan baik. Oleh karena itu, ANTAM UBPN Kolaka berkomitmen untuk menjalankan operasional yang ramah lingkungan demi menjaga kelestarian alam. Perusahaan juga memiliki tanggung jawab penuh terhadap kondisi alam dan lingkungan di sekitar area operasionalnya.

ANTAM berkomitmen dan bertanggung jawab untuk mengembalikan kondisi lingkungan, habitat flora dan fauna, serta produktivitas area pascatambang agar tetap memberikan manfaat kepada masyarakat sekitar. Dimana sejak tahun 2008 hingga saat ini, ANTAM telah melakukan penanaman 256.612 pohon endemik kabupaten Kolaka di lokasi pasca tambang seluas 248,31 hektar.

Jenis tumbuhan yang ditanam tersebut adalah kayu Mangga-mangga, Sengon laut, Kayu besi, Glodokan tiang, kuku, Cemara, Bitti, Dengen, Trembesi, Tirotasik, Johar dan beberapa jenis lainnya.

Tak hanya itu, ANTAM juga mendukung komitmen dunia dalam mitigasi perubahan iklim melalui keterlibatan operasional yang ramah lingkungan seperti reklamasi, revegetasi, konservasi keanekaragaman hayati, yang dilakukan dengan cara profesional dan terukur serta mengikuti standar serta peraturan yang berlaku.

Salah satu kegiatan yang bersentuhan dengan mitigasi perubahan iklim, sejak tahun 2001 lalu hingga tahun 2021, ANTAM telah melakukan penanaman 794.500 pohon mangrove di areal 79,1 hektar yang ada di kabupaten Kolaka. Jenis mangorove yang ditanami adalah Rhizophora mucronata Lamk. 1804, Rhizophora apiculata Blume. 1827 dan Rhizophora sp.

Lokasi penanaman tersebut diantaranya adalah Pantai Harapan, pesisir Sitado, Pesisir Pantau Baypass Kolaka, Pesisir Anaiwoi, Pesisir Pantai Fortuner, Pantai Tanjung Leppe, Pesisir Teluk Sopura, Pesisir Bukit G, Pesisir Bukit R, Pantai Tambea dan Pantai Latumbi serta Pesisir Desa Hakatutobu.

Selain reklamasi dan rehabilitasi lahan, ANTAM juga berkomitmen untuk melestarikan keanekaragaman hayati yang berada di wilayah operasional. Walaupun wilayah operasinya tidak bersinggungan langsung dengan kawasan hutan lindung dan konservasi, namun UBPN Kolaka tetap melakukan berbagai upaya pelestarian keanekaragaman hayati terutama bagi habitat ekosistem dan flora-fauna yang berada di area tersebut, seperti penangkaran Rusa Timor (Rusa Timorensis) dan rehabilitasi terumbu karang di pesisir kecamatan Pomalaa.

Sejak tahun 2017 hingga saat ini, ANTAM telah melakukan transplantasi sebanyak 4.500 bibit terumbu karang yang ditanam pada 45 unit bangunan terumbu. Dimana setiap bangunan terdiri dari 100 blok batako.

Luasan areal penanaman bibit ini masih akan terus bertambah di tahun-tahun mendatang, sejalan dengan komitmen ANTAM untuk terus melestarikan sumber keanekaragaman hayati di perairan kecamatan Pomalaa.

Sementara kegiatan penangkaran Rusa Timor telah dilakukan sejak tahun 2014. Hewan ini merupakan salah satu dari empat jenis rusa asli Indonesia yang semakin langka karena penurunan total populasi. Salah satu upaya menjaga keberadaan rusa timor yakni dengan melakukan penangkaran untuk mengantisipasi kepunahan rusa.

ANTAM telah mendapatkan izin penangkaran rusa dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sulawesi Tenggara untuk mengelola penangkaran rusa di Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. Pada tahap awal, terdapat empat ekor rusa yang terdiri dari satu ekor jantan dan tiga betina. Saat ini, rusa timor berjumlah delapan ekor dan program penangkaran masih terus dilakukan. (AS)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pendapatan Daerah Diproyeksi Rp1,4 Triliun, APBD Kolaka 2027 Disiapkan Jadi Motor Investasi dan Layanan Publik

31 Juli 2026 - 17:39 WITA

Produksi Pulih, Laba PT Vale Melonjak; Hilirisasi Nikel Masuk Fase Penentu

30 Juli 2026 - 11:08 WITA

Pekan Raya ANTAM Jadi Etalase UMKM, Perkuat Ekonomi Lokal Kolaka

29 Juli 2026 - 18:22 WITA

Wujudkan Semangat Tangguh dan Bertanggung Jawab, PT Vale Perkuat Ekosistem Informasi Publik yang Kredibel

27 Juli 2026 - 11:08 WITA

Bertumbuh dengan Tanggung Jawab, PT Vale Perkuat Hilirisasi dan Keberlanjutan di Morowali

26 Juli 2026 - 17:03 WITA

Trending di Bisnis