Menu ✖

Mode Gelap
Bupati Kolaka Gandeng IPB, Dorong Produktivitas Komoditas Unggulan Daerah Kayla Safety Bantah Mengetahui Dugaan Penyalahgunaan APD di Pomalaa Pertanian Organik Kolaka, Menjaga Tanah sekaligus Merawat Ekonomi Petani Produksi dan Penjualan Nikel Vale Meningkat, Pendapatan Tembus 896 Juta Dollar AS Pemkab Kolaka Siapkan Hari Kebudayaan Mekongga, Libatkan Generasi Muda Karhutla di Puulemo dan Baula, Vale Indonesia Siapkan Langkah Penanganan Terpadu

Buton Tengah

Partisipasi Vaksin di Buton Tengah Masih Sangat Rendah

badge-check


 Konstatinus Bukide dan Kepala BPBD, Siruddin saat memimpim rapat perpanjangan PPKM mikro Perbesar

Konstatinus Bukide dan Kepala BPBD, Siruddin saat memimpim rapat perpanjangan PPKM mikro

Sekda Konstantinus Bukide dan Kepala BPBD, Siruddin saat menggelar rapat pembahasan perpanjangan PPKM mikro

SIBERKITA.COM, LABUNGKARI— Sekretaris Daerah Buton Tengah (Buteng) Sulawesi Tenggara Konstantinus Bukide mengungkapkan, tingkat partisipasi masyarakat di wilayahnya untuk menjalani vaksinasi Covid-19 masih sangat rendah.

Rendahnya partisipasi tersebut cenderung lebih didominasi para lanjut usia. Dari target yang ditetapkan pada tahap awal, yang terealisasi baru sekitar 1 persen.

“Target vaksin untuk para lansia kita itu 7.485 orang tapi yang baru divaksin 122 orang. Itu artinya baru 1 persen lebih,” kata Konstantinus Bukide saat menghadiri rapat perpanjangan pemberlakuan PPKM mikro bersama tim Gugus Tugas Covid-19 di aula kantor sekretariat daerah, Jumat (30/07/2021).

Apalagi kata Konstantinus, sejak beberapa waktu terakhir Buton Tengah mengalami lonjakan kasus Covid yang cukup siginifikan.

“Per tanggal 28 Juli 2021 kasus di Buton Tengah telah mencapai 290 kasus sehingga oleh pusat melalui Kemendagri kita ditetapkan sebagai daerah PPKM dengan level tiga,” tambahnya.

Menyikapi hal itu Pemda kabupaten Buteng akan terus berupaya mendorong partisipasi masyarakat untuk mengikuti program vaksinasi dengan melibatkan semua unsur, utamanya TNI dan Polri.

Selain itu Pemda kabupaten Buteng kata Konstantinus, telah merancang regulasi berupa peraturan bupati (Perbup) untuk mendorong meningkatnya angka partisipasi vaksin untuk menekan laju sebaran corona.

“Sebenarnya kita sudah punya rancangan Perbup untuk mendorong partisipasi vaksin. Kita minta dalam pelayanan pemerintahan bisa dilakukan sepanjang yang bersangkutan (masyarakat) bisa  menunjukan sertifikat vaksinnya. Ini rencananya akan dimulai dari tingkat desa atau kelurahan,” ujarnya.

“Sehingga bagi warga yang tidak bisa menunjukan sertifikat vaksin maka pelayanan akan dipending,” pungkasnya. (win)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

USN Kolaka Perkuat Layanan Kekayaan Intelektual, Gandeng Kemenkum Sultra

23 Oktober 2026 - 16:42 WITA

IPIP Paparkan Sederet Program CSR, dari Pengendalian Debu hingga Penanganan Sungai Oko-Oko

1 Oktober 2026 - 15:59 WITA

Pomalaa dan Ujian Tata Kelola Industri Nikel

30 September 2026 - 16:19 WITA

PWI Sultra Sambut Integrasi Website Pusat dan Daerah, News Room Dinilai Perkuat Organisasi

23 September 2026 - 12:51 WITA

Kuasa Hukum Persoalkan Pendampingan Klien dalam Kasus Dugaan Penipuan Proyek Kementerian di Kendari

10 Agustus 2026 - 19:54 WITA

Trending di Headline