Menu

Mode Gelap
Laba Vale Indonesia Melonjak 32% pada 2025, Penjualan Ore Dorong Pertumbuhan Baru Senat USN Kolaka Buka Pendaftaran Calon Rektor 2026–2030 Dari Sampah Jadi Karya, PT Vale Ajak Pelajar Kolaka Bangun Kesadaran Lingkungan Lewat Lomba Daur Ulang Panen Padi Desa Puubunga, Upaya PT Vale Menyemai Ketahanan Pangan di Kolaka Tingkatkan Kapasitas Dosen, USN Kolaka Gelar Bimtek Penggunaan ScienceDirect PSN Kolaka Serap Alumni USN, Kampus Jajaki Akses Studi Luar Negeri Bersama Mitra Industri Global

Buton Tengah

Partisipasi Vaksin di Buton Tengah Masih Sangat Rendah

badge-check


 Konstatinus Bukide dan Kepala BPBD, Siruddin saat memimpim rapat perpanjangan PPKM mikro Perbesar

Konstatinus Bukide dan Kepala BPBD, Siruddin saat memimpim rapat perpanjangan PPKM mikro

Sekda Konstantinus Bukide dan Kepala BPBD, Siruddin saat menggelar rapat pembahasan perpanjangan PPKM mikro

SIBERKITA.COM, LABUNGKARI— Sekretaris Daerah Buton Tengah (Buteng) Sulawesi Tenggara Konstantinus Bukide mengungkapkan, tingkat partisipasi masyarakat di wilayahnya untuk menjalani vaksinasi Covid-19 masih sangat rendah.

Rendahnya partisipasi tersebut cenderung lebih didominasi para lanjut usia. Dari target yang ditetapkan pada tahap awal, yang terealisasi baru sekitar 1 persen.

“Target vaksin untuk para lansia kita itu 7.485 orang tapi yang baru divaksin 122 orang. Itu artinya baru 1 persen lebih,” kata Konstantinus Bukide saat menghadiri rapat perpanjangan pemberlakuan PPKM mikro bersama tim Gugus Tugas Covid-19 di aula kantor sekretariat daerah, Jumat (30/07/2021).

Apalagi kata Konstantinus, sejak beberapa waktu terakhir Buton Tengah mengalami lonjakan kasus Covid yang cukup siginifikan.

“Per tanggal 28 Juli 2021 kasus di Buton Tengah telah mencapai 290 kasus sehingga oleh pusat melalui Kemendagri kita ditetapkan sebagai daerah PPKM dengan level tiga,” tambahnya.

Menyikapi hal itu Pemda kabupaten Buteng akan terus berupaya mendorong partisipasi masyarakat untuk mengikuti program vaksinasi dengan melibatkan semua unsur, utamanya TNI dan Polri.

Selain itu Pemda kabupaten Buteng kata Konstantinus, telah merancang regulasi berupa peraturan bupati (Perbup) untuk mendorong meningkatnya angka partisipasi vaksin untuk menekan laju sebaran corona.

“Sebenarnya kita sudah punya rancangan Perbup untuk mendorong partisipasi vaksin. Kita minta dalam pelayanan pemerintahan bisa dilakukan sepanjang yang bersangkutan (masyarakat) bisa  menunjukan sertifikat vaksinnya. Ini rencananya akan dimulai dari tingkat desa atau kelurahan,” ujarnya.

“Sehingga bagi warga yang tidak bisa menunjukan sertifikat vaksin maka pelayanan akan dipending,” pungkasnya. (win)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ungkap Kasus Sabu, Polres Bombana Amankan Dua Terduga

15 Januari 2026 - 09:37 WITA

Prestasi Baru RSBG Kolaka, Lakukan Empat Tindakan Operasi Pertama di Sultra

12 Januari 2026 - 12:47 WITA

Menurunnya Kinerja Pelayanan Publik: Alarm bagi Birokrasi Pemerintahan Provinsi Sulawesi Tenggara

12 Januari 2026 - 11:35 WITA

Dari Lahan Kolaka untuk Ketahanan Pangan Indonesia: PT Vale Kolaborasi Padi Berkelanjutan untuk Hadirkan Transformasi Pertanian Berbasis Inovasi

23 November 2025 - 20:15 WITA

Dosen USN Dampingi Petani Desa Gumanano, Kembangkan Briket Batok Kelapa Jadi Peluang Ekonomi

21 September 2025 - 11:41 WITA

Trending di Buton Tengah